Ransomware Serang 210 Pusat Data Nasional Instansi Pemerintah

Rabu, 26 Juni 2024 - 12:32 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ransomware Serang 210 Pusat Data Nasional Instansi Pemerintah

Hacker Brain Cipher Ransomware/Ilustrasi

Zonafaktualnews.com – Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) di Indonesia menjadi target serangan ransomware yang telah mengganggu 210 instansi pusat dan daerah.

Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pengerapan, mengungkapkan informasi tersebut melalui kanal YouTube Kominfo pada Selasa (25/6/2024).

Semuel menjelaskan bahwa beberapa instansi yang kini beroperasi, seperti Ditjen Imigrasi Kemenkumham dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), juga tidak luput dari serangan tersebut.

“Marves telah mengaktifkan layanan perizinan event, dan Kota Kediri juga sudah kembali beroperasi, sementara yang lainnya masih dalam proses pemulihan,” jelasnya.

Dia menambahkan, proses migrasi data bisa dipercepat dengan koordinasi yang baik antara penyedia layanan dan pihak yang terdampak.

BACA JUGA :  Brain Cipher Beri Kunci PDN, Kemenkominfo Berhasil Buka

“Koordinasi antara tenant dan penyedia layanan sangat krusial untuk mempercepat proses pemulihan ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BSSN Hinsa Siburian menyatakan bahwa serangan ini dilakukan oleh kelompok hacker Brain Cipher Ransomware yang menargetkan PDNS di Surabaya.

“Pusat data sementara di Surabaya menjadi sasaran serangan ransomware terbaru, Brain Cipher Ransomware, yang merupakan versi pengembangan dari LockBit 3.0,” ungkap Hinsa dalam siaran YouTube Kominfo pada Selasa (25/6/2024).

“Data-data yang ada di pusat data sementara ini merupakan bagian dari data center nasional yang masih dalam tahap pembangunan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Mahfud MD Sebut Budi Arie Diduga Kuat Terlibat dalam Kasus Judi Online

Hinsa juga menyebutkan bahwa BSSN tengah bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk mengusut serangan ini. Mereka berfokus pada investigasi forensik secara menyeluruh, meski kondisi bukti-bukti yang terenkripsi menyulitkan proses penyelidikan.

“Kami masih terus mengumpulkan dan menganalisis bukti forensik dengan segala keterbatasan yang ada,” ujarnya.

Kominfo dan BSSN mengonfirmasi bahwa Pusat Data Nasional (PDN) telah diserang oleh kelompok hacker Brain Cipher Ransomware, yang telah mengunci data pemerintah dan data masyarakat.

Dirjen Aptika Semuel Pangerapan mengungkapkan bahwa serangan ini terjadi pada dini hari Kamis (20/6/2024), ketika data di PDN telah dienkripsi oleh peretas.

BACA JUGA :  BSI Ungkap Ada 10 Ribu Serangan Siber Setiap Hari

“Pada subuh hari Kamis, kami mendeteksi bahwa data di PDN telah diserang,” kata Semuel dalam konferensi pers di Kantor Kominfo Jakarta pada Senin (24/6/2024).

Setelah penyelidikan lebih lanjut, tim forensik dari Kominfo masih melacak asal-usul serangan ini. Hingga kini, hasil penyelidikan belum mengungkap detail lengkapnya.

“Kami masih menyelidiki lebih lanjut untuk memahami dan mengatasi masalah ini,” pungkas Semuel.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal
Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang
Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird
Abu Vulkanik Jangkau Empat Provinsi, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
Nama Nusron Wahid Terseret Kasus Kuota Haji, Diduga Terima US$400 Ribu?
Grib Jaya Diminta Dibubarkan Tanpa Kompromi, Aksi Hercules Lampaui Polri
Bahar Smith Tantang Grib Jaya Usai Bambang Tewas Dikeroyok: Lawan Saya Saja
Saham Mandiri Terkapar Usai Kepercayaan Publik Hilang Disusul Gunting ATM

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:16 WITA

dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal

Senin, 14 September 2026 - 01:58 WITA

Rumor Aksi September Hitam Diprediksi Akan Ricuh Tanggal 24 Mendatang

Selasa, 8 September 2026 - 00:35 WITA

Mintarsih Ungkap Ancaman Pembunuhan di Balik Perampasan Saham Blue Bird

Senin, 7 September 2026 - 12:00 WITA

Abu Vulkanik Jangkau Empat Provinsi, Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 08:19 WITA

Nama Nusron Wahid Terseret Kasus Kuota Haji, Diduga Terima US$400 Ribu?

Berita Terbaru