Purbaya Bakal Sikat Semua Mafia dan “Pemain Besar”, Nama-nama Sudah Dikantongi

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Zonafaktualnews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan melakukan penindakan tegas terhadap praktik perdagangan ilegal di Indonesia, termasuk penyelundupan dan under invoicing.

Purbaya mengungkap bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama pelaku dan siap menindak tanpa pandang bulu.

Praktik under invoicing merupakan pemalsuan nilai faktur untuk menghindari pembayaran pajak dan bea masuk. Menurut Purbaya, praktik ini banyak terjadi di sektor tekstil, rokok, hingga baja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rokok akan saya bereskan dulu, kemudian tekstil, baja, dan seterusnya. Satu per satu akan saya kejar,” ujar Purbaya kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jakarta.

BACA JUGA :  Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai, DJBC Diminta Tunjukkan Perubahan

Purbaya menegaskan, penegakan hukum berlaku bagi semua pihak, termasuk pelaku yang mendapat perlindungan dari kalangan berpengaruh.

Ia mencontohkan adanya pegawai Bea Cukai yang sempat enggan menindak karena adanya “bekingan besar”.

“Kalau ada bintang empat yang terlibat, kita lapor presiden. Kecuali itu, ya kita sikat saja,” jelas Purbaya, menekankan dukungan Presiden Prabowo Subianto untuk penertiban ini.

Selain penindakan, Purbaya menekankan langkah ini bagian dari strategi memperkuat ekonomi.

Dengan pemberantasan praktik ilegal, rasio pajak akan meningkat dan struktur industri lebih tertata, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat.

BACA JUGA :  Kaum Penghisap Lega, Cukai Tak Naik, Purbaya Siapkan “Jebakan” Rokok Ilegal

Purbaya juga mengungkapkan pihaknya akan menindak penyimpangan yang terjadi di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) beserta wajib pajak yang terlibat.

Ia memastikan, langkah ini akan menargetkan “pemain besar” yang berada di balik praktik penyelundupan.

“Yang selama ini nyelundupin dan under invoicing, terutama di sektor tekstil dan baja, sudah ada namanya. Tinggal kita pilih siapa yang mau diproses,” ujarnya.

Selain itu, Menkeu mengkritik data Lembaga National Single Window (LNSW) yang dianggap belum lengkap dan belum terintegrasi penuh.

BACA JUGA :  Polisi Telikung Penyelundupan Miras Impor dan Rokok Ilegal asal China di Makassar

Menurutnya, LNSW seharusnya berfungsi layaknya intelijen teknologi informasi yang bisa memantau barang masuk dan keluar secara real-time.

“Sistemnya tinggal diintegrasikan, agar kebocoran under invoicing bisa cepat kita tangani,” tutur Purbaya.

Dengan pengawasan yang lebih ketat dan dukungan sistem baru, ia optimistis penerimaan pajak akhir tahun bisa lebih terkonsolidasi dan menekan potensi shortfall APBN 2025.

Edit : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga
Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik
Aksi Jilid III Meledak di DPRD, KONAMI Sulsel Tuntut Verifikasi Gelar Akademik Dewan
Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Dekan FIKK UNM Terkait Bukti Pungli CPNS
Ngaku Ditipu Bos Kosmetik di Makassar, Owner RA Skincare Rugi Rp400 Juta
Bermula dari Tagihan, Nasabah Kredivo Berakhir Jadi Korban Pelecehan Oknum DC
Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:56 WITA

Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:45 WITA

Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:49 WITA

Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:40 WITA

Aksi Jilid III Meledak di DPRD, KONAMI Sulsel Tuntut Verifikasi Gelar Akademik Dewan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:36 WITA

Laksus Minta Polda Sulsel Periksa Eks Dekan FIKK UNM Terkait Bukti Pungli CPNS

Berita Terbaru