Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai, DJBC Diminta Tunjukkan Perubahan

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Ist)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Ist)

Zonafaktualnews.com – Purbaya ancam bekukan Bea Cukai bila Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) gagal melakukan reformasi menyeluruh dalam satu tahun ke depan.

Peringatan keras itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai mengikuti Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta izin langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan pembenahan total terhadap DJBC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beri saya waktu untuk memperbaiki Bea Cukai. Kalau masyarakat tetap tidak puas dan kinerja tidak berubah, Bea Cukai bisa dibekukan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Purbaya Tolak APBN Jadi “Tumbal” Utang Proyek Kereta Cepat Warisan Jokowi

Pernyataan Purbaya ancam bekukan Bea Cukai kembali ia ulang agar seluruh pegawai menyadari bahwa ancamannya bukan sekadar retorika.

Sebagai bagian dari opsi ekstrem, Purbaya menyebut kemungkinan untuk kembali menggunakan jasa perusahaan Swiss, Suisse Generale Surveillance (SGS), seperti yang dilakukan pada era Presiden Soeharto pada 1985.

Saat itu, seluruh pegawai Bea Cukai dirumahkan selama empat tahun dan tugas lembaga tersebut dialihkan ke SGS demi membersihkan praktik korupsi yang merajalela.

“Kalau perlu diganti SGS lagi seperti zaman dulu, itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya menyebut ada perkembangan positif dalam internal DJBC. Ia melihat pegawai mulai menunjukkan semangat memperbaiki kinerja dan beradaptasi dengan langkah-langkah pembenahan yang sedang berjalan.

BACA JUGA :  Kaum Penghisap Lega, Cukai Tak Naik, Purbaya Siapkan “Jebakan” Rokok Ilegal

Selain itu, Kementerian Keuangan kini menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI) di sejumlah titik pengawasan untuk memperketat kontrol terhadap potensi pelanggaran, termasuk praktik underinvoicing yang selama ini merugikan negara.

Purbaya optimistis bahwa dengan kombinasi pembinaan, pengawasan ketat, dan teknologi modern, DJBC dapat kembali pulih. Namun ia menegaskan bahwa konsekuensi tetap berlaku apabila perubahan tidak terjadi.

“Kalau kita gagal memperbaiki, 16 ribu pegawai bisa dirumahkan. Tapi saya yakin orang Bea Cukai pintar-pintar dan bisa berubah,” ujarnya.

BACA JUGA :  Prabowo “Cuci Gudang”, 5 Menteri Termasuk Sri Mulyani Terdepak dari Kabinet

Ancaman Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai kembali disampaikan sebagai penutup untuk menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin melihat pembenahan hanya sebagai formalitas.

Pembekuan Bea Cukai bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Pada 1985, Presiden Soeharto pernah menerapkan langkah serupa setelah korupsi di institusi tersebut dianggap sudah tidak terkendali.

Kini, sejarah itu kembali mengemuka sebagai peringatan bagi seluruh jajaran DJBC agar bekerja lebih profesional, transparan, dan bebas dari praktik nakal.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan Dinilai Janggal, “Investigasi” Netizen Bidik Sang Ayah
DPRD Sulsel Dorong Pemindahan Titik Lokasi Yon TP 872 agar Tak Rugikan Warga
Polemik Lahan Yon TP 872 Temui Titik Temu, DPRD Sulsel Sepakati Pengalihan Lokasi
Hutan Lindung di Malino Gundul, Puluhan Hektare Diduga Dikuasai Mafia Kayu
Siswi SD di Medan Diduga Habisi Ibu Kandung dengan 20 Kali Tusukan Pisau
Jasad Warga Luwu Utara Masih Utuh, Kain Kafan Tetap Bersih Meski 28 Tahun Dikubur
30 Tahun Beroperasi, KOSIPA Sulselbar Diduga Kelola Dana Puluhan Miliar Tanpa Pajak
Mobil MBG Tabrak Barisan Siswa di SD Kalibaru, Puluhan Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:37 WITA

Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan Dinilai Janggal, “Investigasi” Netizen Bidik Sang Ayah

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:31 WITA

DPRD Sulsel Dorong Pemindahan Titik Lokasi Yon TP 872 agar Tak Rugikan Warga

Sabtu, 13 Desember 2025 - 10:28 WITA

Polemik Lahan Yon TP 872 Temui Titik Temu, DPRD Sulsel Sepakati Pengalihan Lokasi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 00:59 WITA

Hutan Lindung di Malino Gundul, Puluhan Hektare Diduga Dikuasai Mafia Kayu

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:18 WITA

Siswi SD di Medan Diduga Habisi Ibu Kandung dengan 20 Kali Tusukan Pisau

Berita Terbaru