Psikiater UI dr. Mintarsih Soroti Dana Pemda Rp234 Triliun Mengendap

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : dr. Mintarsih (kiri), Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah), dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan)

Foto Kolase : dr. Mintarsih (kiri), Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah), dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan)

Zonafaktualnews.com – Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Mintarsih A. Latief Sp.KJ menyoroti soal endapan dana pemerintah daerah (Pemda) sebesar Rp 234 triliun.

“Kejiwaan masyarakat pasti terdampak, karena bukankah di semua daerah di Indonesia masih sangat banyak pengangguran, yang kerap kali memicu timbulnya kriminalitas,” ujar Mintarsih kepada wartawan di Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025 malam.

Saat ditanyakan lebih rinci, dari maksud kejiwaan masyarakat terdampak? Mintarsih menjelaskan, bahwa sederhana saja, yakni coba bayangkan informasi atau berita itu dibaca oleh mereka yang kondisinya sedang terpuruk, sedang penuh ketidakpastian akibat ancaman PHK atau putus asa akibat tidak kunjung mendapat pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Banyak anak-anak muda, yang ingin mendedikasikan ilmu dan pengetahuannya, yang ingin agar keahlian mereka dihargai dengan layak. Tapi penyaluran atau lapangan kerja tidak ada,” ungkapnya.

Dijelaskan lagi, soal jumlah pengangguran di Indonesia yang terus bertambah, seharusnya betul-betul mendapat perhatian serius baik oleh pemerintah pusat maupun daerah, agar kreatif serta sesegera mungkin memanfaatkan anggaran untuk hal produktif juga bertanggung jawab.

BACA JUGA :  BI Sebut Ekonomi RI Terjun Bebas, Pertumbuhan Terancam Stagnan

“Bukan malah diendapkan seperti itu, ratusan triliun itu sangat banyak. Sementara masih banyak warga yang memang sangat perlu untuk dirangkul, diberi pekerjaan, diberi kegiatan-kegiatan yang tentunya berguna untuk meningkatkan perekonomian,” tutur Mintarsih.

Ia juga menyinggung soal target pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia 2025 adalah sekitar 5,3% itu menurut pemerintah.

“Tapi itu kan belum tercapai, lantas bagaimana jika kondisi yang sama juga terjadi pada tahun depan? Kondisi ekonomi jelas berkaitan dengan bagaimana kesehatan jiwa masyarakat setahun, lima tahun, sepuluh tahun ke depan,” ucapnya.

Mintarsih menambahkan, selain viralnya pemberitaan mengenai mengendapnya dana yang mencapai ratusan triliun rupiah itu, masyarakat pun sempat dihebohkan oleh pemberitaan mengenai ratusan warga negara Indonesia yang melarikan diri dari perusahaan scam di Kamboja.

“Ini ada yang salah dalam tata kelola, bukankah juga menjadi tanggung jawab pemerintah untuk bagaimana masyarakat mendapatkan pekerjaan yang layak dan berkeadilan, menjadikan masyarakat berbahagia di negara sendiri,” pungkas Mintarsih.

BACA JUGA :  Purbaya Bakal Sikat Semua Mafia dan “Pemain Besar”, Nama-nama Sudah Dikantongi

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa per September 2025, total dana pemda yang mengendap di bank mencapai Rp234 triliun. Ia mengklaim data itu dari Bank Indonesia (BI).

Menyusul sejumlah kepala daerah pun membantah pernyataan Purbaya soal memarkir dana daerah di bank, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) hingga Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution.

Selanjutnya BI menjelaskan asal-muasal data besaran dana pemda yang mengendap di bank. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan BI memperoleh data simpanan perbankan dari laporan yang disampaikan seluruh kantor bank.

“Bank menyampaikan data tersebut berdasarkan posisi akhir bulan dari bank pelapor,” ujar Denny dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.

BI melakukan verifikasi dan mengecek kelengkapan data yang disampaikan pihak bank. Kemudian data tersebut dibuka kepada masyarakat.

BACA JUGA :  Utang Luar Negeri Indonesia Membengkak, BI Sebut Masih Aman

“Data posisi simpanan perbankan tersebut secara agregat dipublikasikan dalam Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia di website Bank Indonesia,” bebernya.

Berdasarkan data BI per 15 Oktober 2025, berikut 15 Pemda dengan simpanan tertinggi di perbankan per September 2025:

1. Provinsi DKI Jakarta – Rp14,68 triliun.

2. Provinsi Jawa Timur – Rp6,84 triliun.

3. Kota Banjarbaru – Rp5,17 triliun.

4. Provinsi Kalimantan Utara – Rp4,71 triliun.

5. Provinsi Jawa Barat – Rp4,17 triliun.

6. Kabupaten Bojonegoro – Rp3,61 triliun.

7. Kabupaten Kutai Barat – Rp3,21 triliun.

8. Provinsi Sumatera Utara – Rp3,11 triliun.

9. Kabupaten Kepulauan Talaud – Rp2,62 triliun.

10. Kabupaten Mimika – Rp2,49 triliun.

11. Kabupaten Badung – Rp2,27 triliun.

12. Kabupaten Tanah Bumbu – Rp2,11 triliun.

13. Provinsi Bangka Belitung – Rp2,10 triliun.

14. Provinsi Jawa Tengah – Rp1,99 triliun.

15. Kabupaten Balangan – Rp1,86 triliun.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak
Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana
Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START
Damai Hari Lubis Tepis Isu Permohonan Maaf Datangi Jokowi Bersama Eggi Sudjana

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:30 WITA

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:11 WITA

Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:03 WITA

Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’

Selasa, 13 Januari 2026 - 01:35 WITA

Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak

Berita Terbaru