Polisi Cari Pihak yang Buat Heboh Tewasnya Afif Maulana, Tempo: Kami yang Viralkan

Selasa, 2 Juli 2024 - 08:42 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Polisi Cari Pihak yang Buat Heboh Tewasnya Afif Maulana, Tempo: Kami yang Viralkan

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono (Ist)

Zonafaktualnews.com – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Suharyono, menyatakan akan mencari pihak yang memviralkan kematian remaja 13 tahun, Afif Maulana.

Langkah ini mendapat tanggapan tegas dari media massa Tempo, yang mengaku bertanggung jawab atas penyebaran informasi tersebut.

Dalam sebuah unggahan di akun Instagram @tempodotco, Tempo menyatakan “pasang badan” bahwa pihaknya adalah yang pertama kali memviralkan berita mengenai kematian tragis Afif.

Mereka meminta polisi untuk tidak repot mencari siapa yang menyebarkan informasi ini, melainkan fokus pada pengungkapan kebenaran.

“Pak Polisi tidak perlu bersusah-susah mencari siapa orang pertama yang menyebarkan informasi seputar penyebab terbunuhnya Afif,” tulis Tempo dalam unggahannya yang dikutip Senin (2/7/2024).

Tempo menilai bahwa langkah polisi memburu penyebar informasi keliru. Mereka menegaskan bahwa peran media adalah untuk memberikan informasi yang bisa membantu mengungkap kebenaran, bukan untuk disalahkan atas penyebarannya.

BACA JUGA :  LIMIT INDONESIA Desak Penegak Hukum Sikat Mafia Laut di Perairan Selayar

Menurut Tempo, keadilan di Indonesia seringkali hanya bisa tercapai jika sebuah kasus viral di media.

“Fenomena ‘no viral, no justice’ ini sudah lama dibahas oleh Kepala Kepolisian RI, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polisi seharusnya memanfaatkan informasi yang ada untuk mengungkap kebenaran, bukan menyalahkan penyebar informasinya,” tambah Tempo.

Klarifikasi dari Kapolda Sumbar

Kapolda Sumbar, Irjen Suharyono, sebelumnya menyatakan niatnya untuk meminta klarifikasi dari pemilik akun media sosial yang memviralkan kematian Afif Maulana.

Remaja asal Kota Padang ini ditemukan meninggal dunia pada Minggu, 9 Juni 2024, di bawah Jembatan Sungai Kuranji, beberapa jam setelah polisi mengamankan 18 remaja yang diduga hendak tawuran. Ada dugaan bahwa Afif disiksa oleh oknum polisi.

BACA JUGA :  Viral, Pelaku Curanmor Baku Tembak dengan Polisi di Cengkareng, Satu Tewas

“Trial by press yang disampaikan melalui media massa sehingga viral, masih perlu kami dalami. Kami akan mencari siapa yang memviralkan informasi ini untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Suharyono.

Reaksi dari Indonesia Police Watch dan LBH Padang

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengkritik pernyataan Suharyono dan meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan objektif.

“Polda Sumbar jangan menentang kritik masyarakat terkait meninggalnya Afif Maulana. Ini bentuk kritik agar polisi bekerja sesuai aturan,” ujarnya.

Direktur LBH Padang, Indira Suryani, juga menilai pernyataan Suharyono sangat janggal dan mencurigakan.

“Bukannya fokus mencari pelaku yang diduga anak buahnya, malah ingin melakukan kriminalisasi terhadap penyebar informasi,” kata Indira.

LBH Padang bahkan merilis dokumentasi yang mengindikasikan adanya penyiksaan terhadap Afif.

BACA JUGA :  Susi Pudjiastuti Geram, Japri Seskab Usai Hasan Nasbi Sepelekan Teror Kepala Babi

Tanggapan Warganet

Banyak warganet yang mendukung Tempo dan mengkritik tindakan polisi. Beberapa komentar dari media sosial menunjukkan ketidakpercayaan publik terhadap penanganan kasus ini oleh Polda Sumbar.

Sebagai penutup, Tempo menegaskan bahwa mereka yang memviralkan kematian Afif Maulana dan meminta polisi untuk menggunakan energi mereka dalam menegakkan hukum dan melindungi masyarakat, bukan mengejar penyebar informasi.

“Kamilah yang memviralkan kematian Afif Maulana. Pak Polisi seharusnya fokus menjalankan tugas utama: menegakkan hukum serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” tutup Tempo.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol
Karhutla Tak Ditetapkan Bencana Nasional, Menko Polkam Sebut RI Masih Sanggup
2 Kali Ngumpet dari Panggilan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa