Penjahat Kelamin itu Bernama Hasyim Asyari

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:50 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ketua KPU RI Hasyim Asyari (Ist)

Ketua KPU RI Hasyim Asyari (Ist)

DKPP pada hari ini telah memecat ketua KPU karena terbukti bersetubuh dengan CAT, anak buahnya di KPU Den Haag Belanda.

Persoalan ini mengulangi tuduhan serupa kepada ketua KPU dari “Wanita Emas”, Hasnaeni yang mengaku “menjual” dirinya kepada Hasyim Asyari untuk bisa diloloskan partainya, Partai Republik Satu.

Baik kasus CAT maupun Hasnaeni Moein di atas, DKPP mengaitkan keduanya dengan “relasi power”. DKPP mengatakan bahwa kejahatan kelamin yang dilakukan oleh Hasyim Asyari, selain berzina berat karena dia sudah beristri, terjadi pula karena Hasyim mempunyai kekuasaan yang bisa mempengaruhi kedua korban secara langsung.

Dalam diskursus kesetaraan gender beberapa tahun belakang ini, gerakan feminis menyerang dominasi lelaki karena adanya relasi power, di mana dominasi diakibatkan power lelaki lebih unggul, seperti pemilikan uang, jabatan, dan lain sebagainya. Menurut mereka jika kepemilikan power itu ditata ulang, maka sesungguhnya kesetaraan gender akan terjadi dengan sendirinya.

BACA JUGA :  Hasyim Tepis Privat Jet, Diam Soal Dugem dan Main Perempuan

Terkait isu gender di atas, pemilihan LBH APIK sebagai pembela CAT kelihatannya mempengaruhi sidang DKPP saat ini dibandingkan dengan Hasnaeni ketika dibela pengacara Farhat Abbas dan Dr. Ahmad Yani, SH. LBH. Apik memang, sangat terlatih melihat kejahatan kelamin yang dilakukan lelaki, dalam hal ini Ketua KPU, terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan.

Hasyim Asyari sendiri telah membuat banyak kesalahan besar di republik kita, khususnya ketika meloloskan Gibran sebagai Cawapres.

Saat itu, ketika pelolosan itu, peraturan KPU terkait batas usia belum direvisi. Sehingga seharusnya KPU tidak bisa meloloskan Gibran sebagai Cawapres. Di tangan kepemimpinan Hasyim Asyari juga terdapat dugaan besar pengaturan suara pemenang pilpres melalui IT KPU, kemenangan satu putaran.

Kejahatan ini, jika nantinya terbukti suatu saat, maka tentu Hasyim Asyari ini prilakunya mirip binatang liar. Tiada norma.

Menariknya adalah dalam kesempatan ceramah keagamaan, Islam, Idul Adha, di Halaman Masjid Raya Semarang, di hadapan Jokowi dan istrinya, bulan lalu, Hasyim mengkritik kelakuan kebinatangan manusia yang harus disembelih. Seolah-olah dia tengah berbicara lebih baik daripada orang-orang (jama’ah) Idul Adha itu.

BACA JUGA :  Terbukti Culas, KPU Minta Maaf dan Akui 2.325 TPS Salah Input Suara

Di sinilah sebenarnya hancurnya bangsa kita, ketika manusia bernama Hasyim Asy’ari, yang seharusnya manusia “suci”, berubah menjadi “binatang”, tapi mendapatkan tempat terhormat sebagai pengumuman kemenangan Presiden Republik Indonesia, 2024.

Dalam konteks pilkada, ketika banyak pakar hukum mempersoalkan perubahan usia calon gubernur, di mana Kaesang terhubung isu tersebut, Hasyim tidak mundur sedikitpun.

Dia malah mengumumkan bahwa usia calon yang seharusnya terkait syarat pendaftaran, menjadi syarat bagi pelantikan. Dan terakhir dengan sombongnya pula Hasyim Asyari mengatakan berterima kasih, Alhamdulillah, atas pemecatannya.

Penutup

Pelajaran bangsa ini di mana “binatang” alias penjahat kelamin bisa menjadi salah satu penentu nasib bangsa, yakni nasib pemilu, perlu direnungkan. Kekuasaan yang ada saat ini ternyata tidak steril alias tidak sungguh-sungguh dalam mendesain kepentingan pemilu.

BACA JUGA :  Pemeran Video Ibu Baju Oranye yang Gerayangi Bocah Ditangkap

Pada saat lalu, misalnya era 1955 maupun 1999, pemimpin pemilu benar-benar dedikasi. Artinya mereka dipilih oleh elit-elit bangsa yang dedikasinya tinggi sekali. Pemilu 2024 ini mungkin adalah pemilu terburuk sepanjang sejarah kita. Tentu karena kecerobohan elite-elite nasional dalam memilih penyelenggara pemilu.

Rakyat jangan putus asa dengan kekejaman elite-elite kita. Kita harus terus berjuang dalam barisan yang kokoh. Setidaknya kita harus melawan kemungkinan pilkada-pilkada yang disusupi kepentingan oligarki jahat (money politics) dan para penjahat kelamin, nantinya

 

Penulis : Dr. Syahganda Nainggolan
Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle
Source : Penjahat Kelamin itu Bernama Hasyim Asyari
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Transisi Kepemimpinan UNM : Inklusifitas, Integritas, dan Resolutif
LBH Anak Rakyat: Ketika Hukum Harus Hadir untuk Rakyat
Integritas Pejabat Publik dan Misteri Gelar Akademik Anggota DPRD Makassar
Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik
Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik
Matinya Nalar di Panggung Pilar, Ketika Jawaban Benar Siswa Dihukum Minus 5
Narkoba Bukan Sekadar Kejahatan, tapi Neo-Kolonialisme Hancurkan Generasi
Belajar Syukur dari Negeri yang Terluka Perang

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:05 WITA

Transisi Kepemimpinan UNM : Inklusifitas, Integritas, dan Resolutif

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:20 WITA

LBH Anak Rakyat: Ketika Hukum Harus Hadir untuk Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:39 WITA

Integritas Pejabat Publik dan Misteri Gelar Akademik Anggota DPRD Makassar

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WITA

Menguji Wajah Penegakan Hukum dalam Kasus Pejabat Publik

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:47 WITA

Ironi Perundungan Berdalih Artikulasi, LCC Bukan Tempat Menghakimi Anak Didik

Berita Terbaru