Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

Kamis, 17 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar (Ist)

Pemimpin Hamas Yahya Sinwar (Ist)

Zonafaktualnews.com – Operasi udara yang dilakukan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada Rabu malam (16/10/2024) di Jalur Gaza mengakibatkan tewasnya tiga anggota Hamas.

Di antara mereka, ada laporan yang menyebutkan kemungkinan Pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, turut tewas dalam serangan tersebut.

Meski foto-foto yang beredar di media sosial mengklaim menunjukkan tubuh Sinwar, pihak IDF dan Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (ISA) belum dapat memverifikasi identitas tersebut secara resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada tahap ini, identitas para korban belum dapat dipastikan,” demikian pernyataan resmi dari IDF.

Kehilangan ini terjadi di tengah suasana kesedihan yang mendalam di Gaza, di mana Sinwar bukan hanya dikenal sebagai pemimpin Hamas, tetapi juga sebagai simbol perjuangan yang menonjol.

BACA JUGA :  Prabowo Tegaskan Kesiapan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Selama dua dekade di balik jeruji penjara Israel, Sinwar membentuk dirinya menjadi lebih dari sekadar seorang pemimpin politik; dia adalah seorang ‘seniman’ perlawanan yang mampu mengubah narasi perjuangan Palestina menjadi kisah yang penuh makna dan tujuan.

Strategi dan taktiknya, termasuk dalam operasional Al-Aqsa Flood, menunjukkan kecerdikan dan perencanaan yang matang.

Sinwar menggambarkan perlawanan sebagai seni, menghadirkan keindahan dalam tragedi yang dihadapi rakyat Palestina.

Pada 7 Oktober 2024, pasukan Hamas di bawah komando Sinwar berhasil meruntuhkan sistem keamanan Israel, memicu gelombang kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dalam waktu enam jam, pasukan Hamas mampu menghancurkan lebih dari seratus target militer, menyebabkan lebih dari seribu tentara Israel tewas dan ribuan lainnya terluka.

BACA JUGA :  Empat Remaja Hina Anak Palestina, MUI Desak Tindakan Hukum

Taktik ini membuktikan peringatan Sinwar pada Desember 2022 tentang “banjir” yang tak terhentikan ternyata bukan lelucon, melainkan ancaman yang terencana dengan baik dan menjadi kenyataan.

Meski demikian, analisis dari lembaga-lembaga riset internasional seperti American Enterprise Institute’s Critical Threats Project dan Institute for the Study of War menunjukkan bahwa Hamas, khususnya sayap militer Brigade al-Qassam, telah membangun kembali sebagian besar kemampuan tempurnya.

Ini menanggapi klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebutkan bahwa pasukan Israel telah berhasil melumpuhkan kekuatan Hamas.

Hingga saat ini, sebagian besar dari 24 batalyon Brigade al-Qassam masih bertahan dan berfungsi, meskipun beberapa batalyon mengalami kerusakan parah.

BACA JUGA :  Putin Ultimatum Amerika Serikat Untuk Tidak Bantu Israel

Sebagian besar dari mereka kini mampu melakukan serangan-gerilya secara sporadis, mengancam pasukan Israel dengan taktik yang terus berkembang meski ada upaya penghancuran dari militer Israel.

Meskipun Sinwar belum dipastikan tewas, kabar mengenai potensi kehilangan pemimpin Hamas ini tentunya akan menambah ketegangan dan dampak psikologis yang besar di Jalur Gaza.

Sinwar bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi juga harapan bagi sebagian besar rakyat Palestina yang terus berjuang melawan penjajahan dan penindasan yang telah berlangsung lama.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan
Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan
Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump
AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan
3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon
Menyeramkan! Langit di Australia Barat Tiba-tiba Memerah Seperti Darah
Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran
Iran Hantam Fasilitas Nuklir Israel dengan Rudal, Timur Tengah Memanas

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 08:44 WITA

Trump Cabut Postingan Mirip Yesus, Klaim Hanya Dokter Sedang Menyembuhkan

Sabtu, 11 April 2026 - 01:43 WITA

Nasib Pilu Bocah Palestina Diduga Diperkosa 10 Tentara Wanita Israel Saat Ditahan

Jumat, 10 April 2026 - 11:01 WITA

Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump

Kamis, 9 April 2026 - 10:47 WITA

AS dan Iran Deal Gencatan Senjata, Netanyahu Ngotot Perang Tetap Dilanjutkan

Rabu, 1 April 2026 - 17:06 WITA

3 Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL, Rusia Tuduh AS-Israel Biang Kerok Konflik Lebanon

Berita Terbaru