Elektabilitas Anies Merosot, Demokrat Sebut Skenario Penguasa

Selasa, 6 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Ganjar, Anies dan Prabowo

Foto Kolase : Ganjar, Anies dan Prabowo

Zonafaktualnews.com – Elektabilitas capres Anies Baswedan semakin merosot di berbagi hasil survei.

Anies Baswedan tertinggal jauh dari Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman mengatakan kalau lembaga survei itu sengaja dibayar demi menjalankan skenario penguasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun ia menuding kalau penguasa hendak menjegal langkah Anies di Pilpres 2024.

BACA JUGA :  Adian Remehkan Prabowo Sebut Bukan Lawan Seimbang Ganjar

“Survei pun dibayar untuk membenarkan skenario penguasa, skenario untuk mengalahkan Anies dengan berbagai cara,” kata Benny melalui akun Twitter resminya, Selasa (6/6/2023).

Bukan hanya hasil survei, namun Benny juga menuding kalau penguasa melakukan hal serupa melalui pengamat serta sejumlah intelektual agar menjalankan skenario yang dapat menjatuhkan nama Anies.

“Pengamat dan intelektual juga diberi upah agar memberi komentar yang sejalan dengan kehendak penguasa,

BACA JUGA :  FORMASPIN Siap Lawan Paslon yang Disokong Bandar Narkoba di Pilgub Sulsel

Pengusaha dikasih proyek agar dari hasil proyek ada yang disisihkan untuk membayar mereka,” terangnya.

Salah satu hasil survei memperlihatkan merosotnya elektabilitas Anies dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Hasil survei SMRC, Anies hanya mendapatkan elektabilitas sebesar 19,2 persen. Sementara Ganjar mendapatkan elektabilitas 37,9 persen dan Prabowo sebesar 33,5 persen.

BACA JUGA :  Terbaru, Survei LKSP Sebut Anies Ungguli Prabowo dan Ganjar

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengungkapkan kalau dalam enam bulan terakhir, kesukaan pemilih kepada Anies cenderung makin lemah.

Hal tersebut menjadi salah satu penjelas mengapa elektabilitas Anies cenderung melemah dalam periode ini.

“Sementara Ganjar dan Prabowo terus bersaing ketat dengan dukungan yang relatif seimbang,” terang Dani melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/6/2023).

 

Editor : Isal

Berita Terkait

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”
Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden
Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN
Refleksi Setahun Sayuti–Husaini Memimpin Lhokseumawe, Rutinitas atau Transformasi?
Mantan Relawan: Jokowi Bukan Ahli Catur Politik, Tapi Manipulator Tak Tertandingi
Bayar Rp16,7 Triliun, Prabowo Masuk Barisan “Anak Buah” Perdamaian Versi Trump

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:52 WITA

Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Rabu, 15 April 2026 - 01:10 WITA

JK Dilaporkan 19 Organisasi Buntut Ceramah Syahid, Netizen: “Lebay Banget”

Minggu, 12 April 2026 - 03:13 WITA

Isu “Gerakan Besar Juni” Bergulir, Tamsil Singgung Peluang Gibran Jadi Presiden

Rabu, 1 April 2026 - 16:37 WITA

Pengamat Sentil Gibran, Tugas Papua Dinilai Lebih Penting dari Ngantor di IKN

Berita Terbaru