Mutu Tak Sesuai Spesifikasi, Dugaan Borok Proyek Irigasi di Takalar Terendus

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:36 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Mutu Tak Sesuai Spesifikasi, Dugaan Borok Proyek Irigasi di Takalar Terendus

Proyek Irigasi P3A-TGAI di Takalar yang diduga tak sesuai speseifikasi

Zonafaktualnews.com – Dugaan penyimpangan dalam proyek irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) yang bersumber dari APBN 2024 mencuat di Kabupaten Takalar.

Sejumlah temuan di lapangan membuat borok pelaksanaan proyek bernilai total sekitar Rp12,4 miliar tersebut mulai terkuak ke publik.

Program yang terbagi dalam sejumlah paket pekerjaan senilai Rp200 juta per kegiatan itu diduga tidak sepenuhnya berjalan sesuai spesifikasi teknis.

Beberapa saluran irigasi bahkan dilaporkan dibangun tanpa pintu air, sehingga dinilai tidak dapat berfungsi secara optimal.

Koordinator Aliansi Masyarakat Transparansi Pengawasan Korupsi (AMTPK) Takalar, Takhifal Mursalin, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan penyimpangan tersebut.

Menurut dia, selain dokumentasi pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pihaknya juga menemukan indikasi adanya kelompok penerima program yang diduga fiktif.

BACA JUGA :  SPBU 74.922.47 di Takalar Diduga Jadi Sarang Penyelundupan Solar Subsidi

“Kami menemukan banyak saluran irigasi yang dibangun tanpa pintu air, sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi ada indikasi kesengajaan,” kata Mursalin, Senin (16/3/2026).

Mursalin juga mengungkap adanya kesaksian dari sejumlah kelompok penerima manfaat yang mengaku dimintai setoran uang dengan nominal tertentu saat proses pencairan dana proyek. Setoran tersebut disebut sebagai “komitmen fee”.

Menurut Mursalin, praktik tersebut diduga berdampak pada kualitas pekerjaan di lapangan.

“Beberapa kelompok mengaku diminta menyetor sejumlah uang sebelum proyek berjalan. Akibatnya kualitas pekerjaan menjadi rendah,” ujarnya.

Di sisi lain, beredar pula informasi mengenai adanya pihak yang diduga berperan sebagai koordinator atau “ketua kelas” yang mengatur sekaligus mengumpulkan setoran dari berbagai kelompok penerima program irigasi tersebut.

BACA JUGA :  Jejak Transaksi Sunyi di Balik Grand Kalampa, Isu Prostitusi Online Bayangi Takalar

Sosok tersebut disebut-sebut memiliki pengaruh dalam jaringan politik dan diduga merupakan legislator di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Informasi ini masih berupa dugaan yang memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyelidikan aparat penegak hukum.

AMTPK Takalar mendesak aparat penegak hukum segera menelusuri berbagai informasi yang berkembang terkait dugaan penyimpangan program tersebut.

“Kasus dengan pola serupa pernah diungkap di Luwu Utara. Karena itu, publik berharap Kejaksaan Negeri Takalar juga dapat menelusuri dugaan praktik yang sama agar program pemerintah berjalan sesuai tujuan,” ujar Mursalin.

Mursalin mengaku telah melayangkan laporan pengaduan serta melakukan aksi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Takalar untuk mempertanyakan tindak lanjut dugaan tersebut.

BACA JUGA :  Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Menanggapi hal itu, pihak kejaksaan menyatakan laporan masih dalam proses pendalaman. Mereka telah memanggil 42 kelompok dan dua pendamping untuk dimintai keterangan serta melakukan pengecekan langsung di sejumlah lokasi pekerjaan.

Meski demikian, Mursalin mengaku kecewa terhadap proses penanganan laporan yang sebelumnya ia ajukan karena sempat dinyatakan belum lengkap.

Ia berharap pimpinan baru di Kejaksaan Negeri Takalar dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan transparan.

“Kami berharap kepala kejaksaan yang baru bisa memproses kembali perkara ini secara profesional dan tanpa pandang bulu,” ujar Mursalin.

 

(DS/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot
Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG
Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja
Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan
Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat
Dua Kali Gagal P-21, H. Suradi Desak Kejati Sulsel Sikat Mafia Rincik Siluman
Tawuran Pecah di Kandea III Makassar, Rafli Tewas Diduga Kena Tembakan
Janji Nikah Ternyata Prank, Gadis 14 Tahun di Gowa Diperkosa Pemuda 3 Kali

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 03:50 WITA

DPO Bantaeng Tewas Ditembak, Dirnarkoba Polda Sulsel Diminta Dicopot

Rabu, 30 September 2026 - 01:30 WITA

Kejagung Jebloskan Kolonel Budi Utomo ke Sel Tahanan Kasus Korupsi MBG

Selasa, 29 September 2026 - 20:50 WITA

Husniah Masih Jabat Bupati Gowa Meski Tersangka, F-KRB :Sudahlah, Kasih DM Saja

Selasa, 29 September 2026 - 03:52 WITA

Terjerat Utang Misterius PNM Mekaar, Warga Takalar Ngaku Dirugikan

Senin, 28 September 2026 - 21:54 WITA

Owner Asaf Skincare Diciduk Polisi, Korban Desak Proses Hukum Dipercepat

Berita Terbaru