Menguak Kronologi Oknum TNI Todong Pistol di Makassar, Ini Penyebab Utamanya

Kamis, 5 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Kelompok geng motor dan Oknum TNI Todong Pistol

Foto Kolase : Kelompok geng motor dan Oknum TNI Todong Pistol

Zonafaktualnews.com – Makassar digemparkan oleh aksi seorang oknum TNI yang menodongkan pistol di depan rumah seorang politisi.

Insiden tersebut terjadi pada Rabu (4/9/2024) di Perumahan Bumi Husada Indah, Kecamatan Manggala, Makassar.

Aksi yang melibatkan seorang Sersan Mayor (Serma) TNI yang juga adik dari seorang pejabat tinggi, mendatangi rumah Ketua Bappilu Gerindra Sulsel, Harmansyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Aksi Teror di Rumah Harmansyah

Insiden bermula ketika Serma TNI bersama tiga rekannya datang ke rumah Harmansyah dengan tujuan mencari sang politisi.

Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 Wita dan langsung menunjukkan sikap agresif.

Serma TNI itu tampak marah-marah saat tidak menemukan Harmansyah di tempat.

Ia bahkan mengeluarkan pistol, memasukkan peluru ke dalamnya, dan mengacungkan senjata tersebut ke arah warga sekitar.

BACA JUGA :  Proses Pemilihan RT di Rappokalling Diduga Penuh Settingan, Warga Geruduk Lurah

Aksi ini memicu kepanikan di kalangan warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Beberapa rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana oknum TNI itu mengancam akan kembali jika tidak berhasil menemukan Harmansyah.

Istri Harmansyah, Reni, yang berada di rumah saat kejadian, mengaku sangat terkejut dan merasa terancam.

“Ia mengancam akan menembak kepala suami saya dan bahkan mengancam akan menculik saya dan anak-anak jika tidak bertemu dengan suami saya,” ungkap Reni kepada wartawan, Kamis (5/9/2024).

Oknum TNI itu juga merusak gembok pagar, mendobrak pintu, dan mematikan sakelar lampu, membuat suasana semakin mencekam.

Anak-anak Reni yang berada di dalam rumah menjadi ketakutan akibat aksi brutal tersebut.

Alasan di Balik Aksi: Konflik dengan Geng Motor

Setelah video insiden ini viral, perwakilan keluarga, Andi Rasdi Sumange, memberikan klarifikasi terkait alasan di balik aksi mengejutkan tersebut.

BACA JUGA :  Diduga Kuasai Lahan Wakaf, Pihak Masjid Babul Firdaus Gugat Anak Eks Pemungut Retribusi

Menurut Andi Rasdi, tindakan yang dilakukan Serma TNI itu dipicu oleh insiden sebelumnya yang melibatkan Harmansyah dan keponakannya, Andi Amar Ma’ruf.

Dua hari sebelum kejadian, Andi Amar diduga diserang oleh Harmansyah yang membawa sekitar 100 anggota geng motor.

Kelompok tersebut mengepung Andi Amar dan melemparinya dengan petasan.

“Justru sebaliknya, anak Pak Andi Amran Sulaiman lah yang dikepung Harmansyah bersama geng motornya. Itulah yang memicu Serma TNI datang untuk menanyakan kejadian tersebut,” ujar Andi Rasdi.

Andi Rasdi juga menegaskan bahwa tidak ada niatan dari pihak TNI untuk melakukan penculikan atau pengancaman.

“Tidak mungkin ada penculikan di siang bolong. Keluarga hanya ingin menanyakan soal pengepungan terhadap Andi Amar,” jelasnya, membantah tuduhan bahwa Serma TNI berencana menculik istri dan anak Harmansyah.

BACA JUGA :  Oknum DC PT KB Finansia Multi Finance di Makassar Diduga Rampas Motor Warga

Permintaan Perlindungan dan Proses Hukum

Reni dan Harmansyah merasa terancam dengan aksi tersebut dan langsung melaporkan kejadian ini ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/4 Makassar.

Harmansyah meminta perlindungan dari Panglima TNI, Pangdam, dan pejabat terkait untuk menjaga keselamatan keluarganya.

“Kami merasa terancam dan memohon bantuan perlindungan,” ucapnya.

Pihak Denpom saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai insiden ini.

Kolonel CPM Imran, Kepala Denpom XIV Hasanuddin, menyatakan bahwa pihaknya tengah memeriksa seluruh pihak yang terlibat untuk menentukan motif dan mengambil langkah hukum yang tepat.

“Proses penyelidikan masih berjalan, kami akan pastikan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur,” katanya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

F-KRB Bantah Isu “86” dengan Mira Hayati Terkait Pindah ke Lapas Takalar
Budiman S Warning MA agar Tak Ulangi Dugaan “Kejahatan Prosedural” di PT Makassar
Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”
Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan Lagi Wakil Tuhan, Tapi Wakil Iblis”
Budiman S Ajukan Kasasi, Putusan PT Makassar Dinilai Gagal Urai Fakta Sengketa Tanah
Kasus Proyek RRP Rp100 Miliar di Makassar Mandek, Penyidik Diduga “Main-main”
Aksi Jilid III Meledak, Mahasiswa Bidik Dugaan Malpraktik di Rutan Makassar
7 PT Diduga Selewengkan BBM Subsidi, AMARAH Tantang Kapolda Sulsel Sikat

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 14:44 WITA

F-KRB Bantah Isu “86” dengan Mira Hayati Terkait Pindah ke Lapas Takalar

Sabtu, 18 April 2026 - 14:18 WITA

Budiman S Warning MA agar Tak Ulangi Dugaan “Kejahatan Prosedural” di PT Makassar

Jumat, 17 April 2026 - 11:28 WITA

Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”

Rabu, 15 April 2026 - 17:28 WITA

Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan Lagi Wakil Tuhan, Tapi Wakil Iblis”

Selasa, 14 April 2026 - 01:38 WITA

Budiman S Ajukan Kasasi, Putusan PT Makassar Dinilai Gagal Urai Fakta Sengketa Tanah

Berita Terbaru