Mahfud MD Sebut Jokowi Bisa Bernasib Sama Seperti Soeharto

Jumat, 8 Maret 2024 - 16:07 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Mahfud MD Sebut Jokowi Bisa Bernasib Sama Seperti Soeharto

Mahfud MD

Zonafaktualnews.com – Mahfud MD menyebut Presiden Jokowi bisa bernasib sama seperti Soeharto.

Hal tersebut Mahfud MD sampaikan dalam meluruskan hak angket guna untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024.

Mahfud juga memberikan rekomendasi tindak lanjut kecurangan lewat jalur hukum.

Jalur hukum tersebut prosesnya bisa diserahkan ke Kejaksaan Agung dan bisa tetap dilakukan jika pemerintahan saat ini selesai.

BACA JUGA :  Isu Penundaan Pemilu 2024 Terwujud

“Walaupun masa pemerintahan telah berakhir, presiden bisa dibawa ke pengadilan seperti Presiden Soeharto dibawa ke pengadilan,

Tapi, karena sakit permanen maka kasusnya ditutup,” kata Mahfud MD melalui kanal YouTube Bachtiar Nasir yang dikutip Jumat (8/3/2024).

“Jadi bukan tidak ada guna hak angket,” sambung mantan Menteri Menko Polhukam itu.

Mahfud memerinci hak angket paling cepat berjalan di DPR paling cepat tiga bulan.

BACA JUGA :  Wow, Transaksi "Gelap" Rp 300 T Paling Banyak di Pajak Bea Cukai

Jika rekomendasinya adalah memakzulkan Presiden Jokowi nantinya akan dilakukan sidang.

Anggota DPR yang harus datang dalam sidang itu mencapai 2/3 dari keseluruhan dewan dan mereka harus menyetujuinya. Lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menyidangkan.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana
Husniah Talenrang Lengser, Darmawangsyah Muin Pegang Kemudi Plt Bupati Gowa
Simulasi Pemakzulan Beredar di Medsos, DPR Ditantang Lengserkan Gibran
Putusan MK Buka Jalan Pemakzulan, Denny Dorong DPR Impeachment Gibran
PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR
Prabowo Cueki Jokowi di HUT TNI, Netizen: Mantap, Jangan Mau Disetir Lagi
Klaim 2015 Gibran “Kuliah di Singapura, Bukan Australia” Bentrok Data KPU