Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 02:01 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”

Tiga menteri kabinet yang disorot dan dinilai layak diberi rapor merah oleh Partai Gerindra terkait kinerja serta implementasi kebijakan publik. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kiri), Menteri Komdigi Meutya Hafid (tengah) dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kanan). (Foto kolase)

Zonafaktualnews.com – Program kerja Presiden Prabowo Subianto dinilai belum sepenuhnya berjalan dengan baik di tingkat kementerian.

Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, menyebut ada tiga kementerian yang layak diberi rapor merah.

Politisi Senayan ini menunjuk langsung Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Komdigi Meutya Hafid, serta Menteri UMKM Maman Abdurrahman sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.

Kritik ini disampaikan Kamrussamad saat ngobrol bareng di kanal YouTube Akbar Faizal.

Kamrussamad menyoroti masalah-masalah yang langsung dirasakan masyarakat, salah satunya lampu mati atau pemadaman listrik yang sudah terjadi selama 10 bulan. Menurutnya, masalah ini bisa merusak perputaran ekonomi di daerah-daerah.

“Kementerian teknis yang berkaitan dengan layanan publik, seperti pemadaman listrik yang sudah 10 bulan berjalan. Karena itu bisa merusak rantai pasok ekonomi di daerah-daerah,” kata Kamrussamad, dikutip Kamis (29/10/2026).

BACA JUGA :  Sandiaga Uno Pamit dari Gerindra Merapat ke PPP

Menurutnya, mengganti Direktur Utama PLN saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ini karena menteri tetap memegang peran penting sebagai pengatur (regulator).

Saat Kamrussamad membahas hal itu, Akbar Faizal langsung memotong pembicaraan dan menyebut nama menterinya.

“Maksud Anda adalah Menteri ESDM,” ujar Akbar.

Selain listrik, Kamrussamad juga menyinggung soal bahan bakar minyak (BBM) yang bisa mengganggu ekonomi warga.

Ia mengingatkan bahwa keluhan masyarakat seharusnya diperhatikan oleh semua partai politik, bukan cuma partainya saja.

BACA JUGA :  Posisi PKB Bisa Terancam Usai Golkar dan PAN Berkoalisi

“Saya tadi menempatkan kriteria keempat, aspirasi publik. Kalau kami sebagai anggota partai menyerap aspirasi itu, itu harus juga diserap oleh seluruh partai yang ada. Bukan cuma kami,” tuturnya.

Ia menambahkan, masalah listrik dan BBM ini bisa membuat ekonomi terganggu. Akibatnya, para investor dari dalam maupun luar negeri bisa takut menanamkan modal dan memilih menunggu (wait and see).

Masalah berikutnya yang disorot adalah kinerja Kementerian Komdigi. Di tengah maraknya judi online dan pinjaman online yang menyusahkan warga, Kamrussamad meminta kementerian ini benar-benar menggunakan wewenangnya untuk menutup semua akses ilegal tersebut.

“Itu berkaitan dengan Kementerian Komdigi sebagai fungsi regulatornya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Cak Imin Ngambek Ingin Pindah ke PDIP Jika Tak Ada Kepastian Gerindra

Terakhir, menteri yang ikut disorot adalah Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Kamrussamad menagih janji Presiden Prabowo agar bunga pinjaman untuk pelaku UMKM bisa diturunkan. Padahal, saat ini bunganya masih di atas 20 persen.

“Sekarang sudah enam bulan. Kita belum tahu lembaga keuangan mana yang sudah menurunkan suku bunga untuk UMKM menjadi single digit. Di mana fungsi kementerian yang bisa memfasilitasi tindak lanjut aspirasi yang disampaikan presiden ini kepada lembaga-lembaga keuangan?” jelasnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Tiga Pemalsu STNK di Kendari Diringkus, Duit Haram Dipakai Beli Sabu dan Judol
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Nolong CEO Montok, Dg Bentor Dapat Mata “Tembus Pandang”