PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:35 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

PDIP Diminta Tebus Dosa Politik, Segera Eksekusi Gibran Mundur Lewat DPR

Ilustrasi politik yang menggambarkan banteng sebagai simbol PDIP menanduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Gedung DPR RI. (Visual AI)

Zonafaktualnews.com – Sikap PDIP yang menyarankan Gibran mundur dinilai belum cukup jika hanya sebatas wacana.

Partai berlambang banteng itu didorong untuk membawa persoalan ini langsung ke Senayan melalui langkah konstitusional yang nyata.

Pernyataan agar Gibran mundur sebelumnya disampaikan oleh Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Langkah itu menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyebut tidak ada bukti meyakinkan terkait dokumen kelulusan setara SMA milik Gibran.

Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, berpendapat bahwa seruan Andreas tersebut sebaiknya dilihat sebagai pandangan pribadi, bukan sikap resmi partai.

BACA JUGA :  Duet Ganjar - Prabowo Siap "Tarung Bebas" Taklukkan Anies

Menurutnya, PDIP harus membuktikan keseriusannya lewat aksi konkret di DPR.

“Kalau PDIP memang ingin mengambil sikap politik terhadap Gibran, harus ada langkah yang lebih nyata,” kata Amir, Kamis (8/10/2026).

Amir mengingatkan, PDIP punya kaitan erat dengan perjalanan politik Gibran di masa lalu, terutama saat diusung sebagai Wali Kota Solo.

Karena itu, ia menilai sudah saatnya PDIP berani mengevaluasi diri dan “menebus dosa” politik atas dukungan yang pernah diberikan.

BACA JUGA :  PDIP Cabut Laporan Rocky Gerung Soal Kasus Penghinaan Jokowi

“Jangan hanya sekarang mengatakan mundur setelah persoalan menjadi besar,” ucap Amir.

Meski MK dalam perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 menyatakan tidak dapat mendiskualifikasi Gibran dari kursi wakil presiden, Amir menilai dampaknya tetap harus ditindaklanjuti secara politik.

Jika memang ada masalah konstitusional, ia menyarankan agar mekanismenya ditempuh di DPR.

“PDIP harus menggalang kekuatan politik di DPR. Kalau memang ada persoalan konstitusional, tempuh mekanisme ketatanegaraan yang tersedia,” ujar Amir.

BACA JUGA :  Sekjen PDIP: Siapa yang Berproses dengan Menanam Angin, akan Menuai Badai

Amir menambahkan, bola panas saat ini berada di tangan partai politik dan parlemen, bukan lagi sekadar pada diri Gibran semata.

“Sekarang bolanya bukan hanya di Gibran. Bola juga ada di DPR dan partai-partai politik. Kalau PDIP serius, harus membangun kekuatan politik, bukan berhenti pada pernyataan Andreas Pareira,” pungkasnya.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang
Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran
Polisi Sikat Tujuh Anggota Geng Motor yang Kerap Meneror Warga di Gowa
Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA
MK Dianggap “Cuci Tangan” Tolak Diskualifikasi Gibran, Bola Panas ke DPR?
Asyik Chatting Sambil Tertawa, Istri di Konsel Dibunuh Suami Usai Ucap “Sudah Ada Pacar”
Tambang Emas Ilegal di Bone Bolango Dilibas, Bos-Pengawas Dijebloskan ke Sel
Suket Gibran Disebut Hasil Manipulasi, Buni Yani Desak MK Diskualifikasi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:34 WITA

Mahfud MD Sebut Wantimpres Lembaga Tak Berguna, Ruang Bicara Terkekang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 02:52 WITA

Diduga Terpengaruh Tekanan, 9 Hakim MK Diadukan Terkait Kasus Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:47 WITA

Polisi Sikat Tujuh Anggota Geng Motor yang Kerap Meneror Warga di Gowa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:44 WITA

Sindir Putusan MK, F-KRB: Gibran Ukir Sejarah Jadi Wapres Pertama Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 01:28 WITA

MK Dianggap “Cuci Tangan” Tolak Diskualifikasi Gibran, Bola Panas ke DPR?

Berita Terbaru