Zonafaktualnews.com – Posisi Wapres Gibran Rakabuming Raka yang belakangan digoyang polemik ijazah dinilai bisa membuka peta politik baru, di mana Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berpotensi mengisi kursi nomor dua di Indonesia tersebut.
Dinamika ini diungkapkan oleh mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lukas Luwarso.
Menurutnya, jika Gibran sampai tersingkir dari jabatannya, AHY yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) menjadi sosok yang paling berpeluang untuk naik pangkat.
Melihat kalkulasi tersebut, Lukas menilai sinyalemen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) soal adanya operasi politik di balik tuduhan ijazah palsu sangat mungkin bermuara pada manuver Tokoh Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Cuma yang terbaru ini kan agak otak-atik gatuknya agak matuk. SBY punya kepentingan kalau Gibran bisa di geser, digusur, AHY punya peluang jadi wapres,” ujar Lukas dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Rabu (21/10/2026).
Isu ini sendiri merebak usai Jokowi secara terbuka mengklaim bahwa polemik ijazah yang menerpa dirinya dan sang putra bukanlah sekadar rumor biasa, melainkan gerakan yang dirancang secara sistematis.
“Kan sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi buat saya biasa saja,” tegas Jokowi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Jumat (16/10/2026).
Jokowi menambahkan, pengondisian isu tersebut sengaja diorkestrasi oleh kelompok tertentu demi merusak citra politik keluarganya sekaligus memecah fokus publik dari berbagai agenda strategis nasional.
“Ya bisa saja seperti itu. Bisa saja sekali lagi operasi politik untuk down grade reputasi politik seseorang. Dua-duanya bisa (Jokowi dan Gibran),” pungkas mantan Wali Kota Solo tersebut.
Kendati demikian, wacana ini masih sebatas analisis dan spekulasi politik dari pengamat.
Hingga kini, pihak Partai Demokrat maupun Istana belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan adanya operasi politik di balik polemik ijazah tersebut.
Editor : Id Amor





















