Zonafaktualnews.com – Makam tebing di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dilahap karhutla hingga menghanguskan area pekuburan seluas 3 hektare.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 270 jenazah yang bersemayam di dalam liang batu ludes dan berakhir menjadi abu.
Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kecamatan Baruppu ini menghanguskan total 4,5 hektare area, meliputi 3 hektare kawasan pekuburan serta 1,5 hektare tebing dan kebun di sekitarnya.
Camat Baruppu, Petrus Pong Tasik, mengungkapkan bahwa amukan api merambat begitu cepat di ketinggian, membuat warga tak mampu berbuat banyak untuk menyelamatkan seluruh leluhur mereka.
“Sekitar 270 jenazah yang sudah jadi abu. Yang sempat diselamatkan itu ada 14 jenazah, tapi sudah dikembalikan masuk,” ujar Petrus kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Upaya evakuasi warga terbentur tembok alam yang ekstrem. Letak liang yang menjulang tinggi di dinding tebing membuat akses penyelamatan menjadi misi yang sangat berbahaya.
Warga hanya bisa menjangkau makam-makam yang berada di titik rendah. Sementara untuk liang di posisi atas, mereka terpaksa menggunakan potongan bambu seadanya sebagai pijakan vertikal.
“Kan rata-rata liang ini harus dipotongkan bambu baru naik ke atas. Yang dekat-dekat saja bisa diselamatkan itu, yang tinggi itu kita pasrah saja,” kata Petrus.
Insiden yang menghanguskan Dusun Salurea Rangri, Kelurahan Baruppu Utara, sejak Jumat (23/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026) itu kini menyisakan tanda tanya besar.
Petrus menilai titik awal api mengindikasikan adanya unsur kesengajaan manusia.
“Memang itu sengaja dibakar. Niatnya membakar liang mungkin tidak, tapi memang sengaja dibakar. Di pinggir jalan mulai pembakaran itu,” tegasnya.
Meski situasi di lokasi kejadian saat ini sudah dinyatakan aman dan kondusif, kasus hilangnya ratusan jenazah purba ini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum untuk diusut tuntas.
Kapolres Toraja Utara, AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat, menyatakan proses penyelidikan masih berjalan. Pihaknya sedang mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi secara maraton.
“Hasil penyelidikannya masih didalami karena masih diambil keterangan saksi-saksi. Semua kan tidak bisa sekaligus langsung diambil keterangan,” pungkas Yoseph.
Editor : Id Amor




















