KPK Tengah Memainkan Drama, Penangkapan SYL Dinilai Politisasi

Jumat, 13 Oktober 2023 - 11:14 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

KPK Tengah Memainkan Drama, Penangkapan SYL Dinilai Politisasi

KPK Tengah Memainkan Drama, Penangkapan SYL Dinilai Politisasi

Zonafaktualnews.com – Penangkapan mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dinilai politisasi.

Selain politisasi, KPK juga dikatakan tengah memainkan drama.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

“Ada drama, seolah ingin ada panggung besar,” kata Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (13/10/2023).

KPK memiliki hak untuk melakukan penangkapan. Namun, kata Mardani KPK jangan melibatkan unsur politisasi.

“Penegakan hukum mestinya fokus ke proses yang transparan dan adil, dan penangkapan itu hak aparat. Tapi jangan ada politisasi,” ungkapnya

Penangkapan terhadap Syahrul Yasin Limpo sangat di dramatisir. Sebab, politikus Partai Nasdem itu sudah jelas menyatakan bakal kooperatif dan bersedia hadir pada pemanggilan berikutnya.

BACA JUGA :  KPK Tangkap Paksa SYL di Apartemen Jakarta Selatan

“Dengan dijemput paksa, padahal esok sudah akan datang, wajar kalau ada pendapat drama,” ucap Mardani.

Seharusnya, kata Mardani, KPK memberikan kesempatan terlebih dulu kepada Syahrul Yasin Limpo untuk memenuhi panggilan.

Karena itu, Mardani mengingatkan KPK agar hukum ditegakkan dengan adil.

“Yang utama tegakkan hukum secara adil,” imbau Mardani.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan, Syahrul Yasin Limpo ditangkap paksa, karena khawatir melarikan diri. Serta, juga khawatir SYL menghilangkan alat bukti.

BACA JUGA :  KPK Tangkap Paksa SYL di Apartemen Jakarta Selatan

“Tentu ketika melakukan penangkapan terhadap tersangka ada alasan sesuai dengan hukum acara pidana misalnya, kekhawatiran melarikan diri.

Kemudian adanya kekhawatiran menghilangkan bukti-bukti yang kemudian menjadi dasar tim penyidik KPK melakukan penangkapan dan membawanya di gedung merah putih KPK,” kata Ali Fikri

Ali mengatakan Syahrul Yasin Limpo seharusnya dijadwalkan ulang pemeriksaan, pada Jumat (13/10/2023).

Namun, seharusnya sikap kooperatif itu dilakukan SYL dengan mendatangi KPK, Jakarta pada, Kamis (12/10/2023).

“Saya pikir sesuai dengan komitmennya yang kemarin kami sampaikan bahwa dia akan kooperatif, semestinya datang hari ini ke KPK untuk menemui tim penyidik KPK,” cetus Ali.

BACA JUGA :  KPK Tangkap Paksa SYL di Apartemen Jakarta Selatan

Tetapi, Syahrul Yasin Limpo sampai sore tadi tak datang ke KPK. Karena itu, hal ini yang mendasari KPK melakukan upaya jemput paksa terhadap Syahrul Yasin Limpo.

“Tentu sekali lagi ada alasan hukum bagaimana analisis dari tim penyidik KPK dilakukan untuk berikutnya penangkapan terhadap tersangka dimaksud,” ujarnya

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol