Kapolres Majene Didesak Sikat Oknum Polisi yang Diduga Jadi Backing Mafia BBM

Selasa, 28 Oktober 2025 - 16:20 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto ilustrasi - Mafia BBM Solar Subsidi Mengincar Penyaluran Ilegal

Foto ilustrasi - Mafia BBM Solar Subsidi Mengincar Penyaluran Ilegal

Zonafaktualnews.com – Kapolres Majene didesak segera menindak oknum polisi yang diduga menjadi backing mafia BBM di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Desakan itu disampaikan Ketua Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (DPP APKAN RI), Dedi Setiady.

Dedi menegaskan agar pihak terkait mengusut tuntas dugaan sindikat BBM bersubsidi tanpa pandang bulu, termasuk menindak oknum polisi berpangkat Iptu dengan inisial S yang bertugas di Polres Majene.

Oknum tersebut diduga terlibat dalam praktik penyaluran Solar subsidi ke pihak industri.

“Kami meminta Kapolres Majene turun tangan, tanpa pandang bulu. Sikat oknum polisi tersebut sesuai hukum yang berlaku,” kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/10/2025).

Dedi mengungkap bahwa oknum polisi tersebut diduga “bermain api” dengan mempercayakan penyaluran Solar subsidi kepada seorang warga berinisial A, yang berdomisili di Kelurahan Rangas.

BACA JUGA :  Diskominfo Gowa Dituding ‘Main Proyek' Dana Media, Bungkam dan Tak Transparan

A disebut menggunakan rekomendasi nelayan sebagai kedok untuk membeli Solar subsidi dalam jumlah besar, bekerja sama dengan anak pengelola SPBU Rangas agar transaksi berjalan lancar.

Tambahan informasi menyebutkan warga lain berinisial SD juga menjalankan modus serupa.

SD diduga memanfaatkan rekomendasi nelayan untuk membeli Solar bersubsidi, kemudian sebagian dijual ke industri atau dialirkan ke mobil tangki industri.

“Jadi ini tidak bisa ditolerir. Ini bukan sekadar pelanggaran etik, tapi sudah masuk ranah pidana. Harus segera diusut oleh pihak berwenang,” kata Dedi

Dedi juga mendesak Pertamina Patra Niaga untuk melakukan penyelidikan internal guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Bila belum mampu, ia meminta Mabes Polri turun tangan mengatensi kasus ini.

“Kami minta Kapolda Sulbar dan Kejati Sulbar segera ambil langkah. Jangan tunggu masalah ini viral baru bertindak,” tambah Dedi.

BACA JUGA :  Sopir Barang Ungkap Modus Mafia BBM Solar di SPBU Bojo Barru

Praktik penyaluran Solar subsidi itu memicu keresahan warga. Pasalnya, stok Solar subsidi di SPBU cepat habis, sementara nelayan dan sopir angkutan kesulitan mendapatkan bahan bakar yang seharusnya menjadi hak mereka.

“Mereka pakai nama nelayan untuk ambil Solar, tapi ujung-ujungnya dijual ke industri. Kami yang benar-benar butuh malah tidak kebagian,” ujar salah seorang warga Rangas yang enggan disebut namanya.

Aktivis antikorupsi Hendra menilai dugaan keterlibatan oknum aparat harus menjadi perhatian serius publik.

Polres Majene didorong segera membentuk tim pemeriksa internal (Propam) untuk menelusuri keterlibatan personel, termasuk koordinasi dengan pengelola SPBU Rangas.

Selain itu, Pertamina diharapkan melakukan audit distribusi BBM di SPBU tersebut, menelusuri data kuota, rekomendasi nelayan, dan pola pembelian yang tidak wajar.

BACA JUGA :  AMARAH Ultimatum Polda Sulsel Usut 4 PT “Pemain” Mafia Solar Subsidi

Praktik penyaluran BBM bersubsidi ke pihak yang tidak berhak melanggar Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 dan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang mengatur ancaman pidana penjara enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar bagi pelaku.

Hingga berita ini diterbitkan, Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin dan pihak Pertamina Wilayah Sulawesi Barat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum polisi maupun warga sipil dalam praktik penyelewengan Solar subsidi di SPBU Rangas.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:49 WITA

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Berita Terbaru