7 PT Diduga Selewengkan BBM Subsidi, AMARAH Tantang Kapolda Sulsel Sikat

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Mahasiswa Rakyat Peduli Hukum (AMARAH) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di depan Kantor Polda Sulsel, Senin, 6 April 2026.

Aliansi Mahasiswa Rakyat Peduli Hukum (AMARAH) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di depan Kantor Polda Sulsel, Senin, 6 April 2026.

Zonafaktualnews.com – Aliansi Mahasiswa Rakyat Peduli Hukum (AMARAH) kembali menggelar aksi unjuk rasa Jilid II di depan Kantor Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan pada Senin, 6 April 2026.

Aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum serta perlindungan hak masyarakat atas distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Aksi Jilid II ini digelar karena massa aksi menilai hingga saat ini aparat penegak hukum belum melakukan tindakan tegas terhadap dugaan praktik penyalahgunaan dan penimbunan BBM solar subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi AMARAH menilai BBM subsidi tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk diperjualbelikan kepada pihak industri, sehingga berpotensi merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi dari pemerintah.

BACA JUGA :  Ditreskrimsus Polda Sulsel Obrak-abrik Jaringan Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum. Mereka mendesak aparat untuk mengusut tuntas dugaan praktik mafia solar subsidi yang diduga melakukan penimbunan serta penyelewengan distribusi BBM bersubsidi.

Selain itu, massa juga meminta Kapolda Sulsel dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel untuk menyelidiki serta menindak tegas sejumlah perusahaan yang diduga terlibat dalam praktik penimbunan dan penyaluran solar subsidi kepada pihak industri.

Perusahaan yang disebut dalam tuntutan tersebut antara lain:

  1. Wisan Petri Energi
  2. Putra Amanah Jaya
  3. Bintang Terang Delapan Sembilan
  4. Wintara Berkah Abadi
  5. Ronald Jaya Energi
  6. Citra Jaya Energi
  7. Makmur Cahaya Energy
BACA JUGA :  Misi Keadilan Wawan Nur Rewa Ingatkan Penyelidikan Penembakan Pengacara, Jangan 'Sampai Mati Lampu'

Aliansi AMARAH juga menuntut adanya transparansi dalam distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum mafia BBM.

AMARAH menilai praktik penyelewengan BBM subsidi tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga berpotensi merugikan negara serta pelaku usaha kecil yang bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi, terutama di tengah kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di masyarakat.

Jenderal Lapangan aksi, Amar, dalam surat pernyataannya menyampaikan bahwa aksi Jilid II ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap penegakan hukum serta upaya menjaga hak masyarakat kecil atas distribusi BBM subsidi yang adil.

“Kami menantang Kapolda Sulsel untuk berani mengusut dan menindak tegas dugaan mafia BBM subsidi. Jangan sampai BBM yang seharusnya untuk rakyat justru diselewengkan untuk kepentingan industri dan oknum tertentu,” tegas Amar.

BACA JUGA :  Kisah Budiman S yang Tak Didengar Hukum, Sendiri Melawan Kezaliman dan Ketidakadilan

Amar juga menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut jika tuntutan mereka tidak mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

“Jika tuntutan kami tidak diatensi, maka kami akan kembali melakukan aksi Jilid III dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami ingin penegakan hukum yang tegas dan transparan,” tambahnya.

Aliansi AMARAH berharap aparat penegak hukum dapat merespons tuntutan tersebut secara serius demi terciptanya keadilan serta transparansi dalam pengelolaan dan distribusi BBM bersubsidi di wilayah Sulawesi Selatan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Jalan Beton Parepare 2025 Segera Diekspose Kejari
Janda “Londo Ireng”
Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal
Prabowo Didesak Minta Maaf, 6 Organisasi Pers Kecam Sebutan “Londo Ireng”
Atas Kerudung, Bawah Warung
Bentrok Sengketa Lahan di Panakkukang Makassar, Tiga Kubu Saling Serang
Iran Gempur Gudang Amunisi dan Menara Pengawas Armada Kelima AS
Korban Pengeroyokan Jadi Tersangka, Polsek Tallo Diduga Kriminalisasi Warga

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:21 WITA

Kasus Dugaan Korupsi Jalan Beton Parepare 2025 Segera Diekspose Kejari

Senin, 27 Juli 2026 - 14:16 WITA

Janda “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 13:19 WITA

Tujuh Tahun Pimpin Bank Indonesia, Perry Warjiyo Pilih Mundur Lebih Awal

Senin, 27 Juli 2026 - 01:20 WITA

Prabowo Didesak Minta Maaf, 6 Organisasi Pers Kecam Sebutan “Londo Ireng”

Senin, 27 Juli 2026 - 00:22 WITA

Atas Kerudung, Bawah Warung

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Janda “Londo Ireng”

Senin, 27 Jul 2026 - 14:16 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Atas Kerudung, Bawah Warung

Senin, 27 Jul 2026 - 00:22 WITA