Kapolda Sulsel Dimutasi, SEKAT-RI dan PJI Sulsel Harapkan Tak Ada Lagi Intimidasi Wartawan

Sabtu, 21 September 2024 - 19:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Ketua Umum SEKAT-RI, Ibhe Ananda dan Ketua DPD PJI Sulsel, Akbar Polo

Foto Kolase : Ketua Umum SEKAT-RI, Ibhe Ananda dan Ketua DPD PJI Sulsel, Akbar Polo

Zonafaktualnews.com – Kasus dugaan intimidasi terhadap wartawan Heri Siswanto menjadi sorotan publik, terutama setelah peran aktif dua organisasi pers, SEKAT-RI dan DPD PJI Sulsel, dalam mengawal jalannya kasus tersebut.

Perjuangan kedua organisasi ini mendapatkan hasil signifikan ketika Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi akhirnya dimutasi ke jabatan baru sebagai Kapolda Sumatera Selatan pada 22 September 2024.

Awal Mula Kasus

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Pungli SIM dan Intimidasi Wartawan Kasus ini bermula ketika wartawan Heri Siswanto memberitakan adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas Polres Bone.

Pemberitaan tersebut memicu respons keras dari pihak-pihak yang merasa dirugikan. Tak lama setelah berita itu terbit, Heri mengaku menerima intimidasi, yang diduga dilakukan oleh pihak kepolisian, termasuk tekanan dari Kapolda Sulsel saat itu, Irjen Pol Andi Rian.

Tidak hanya itu, istri Heri yang bekerja sebagai ASN di Polres Sidrap dipindahkan secara mendadak ke Polres Kepulauan Selayar, daerah terjauh di Sulawesi Selatan. Heri menduga mutasi istrinya merupakan balasan atas pemberitaan yang ia buat terkait pungli SIM di Polres Bone.

BACA JUGA :  SIM Nilai Tindakan Kapolsek Mallusetasi Memalukan, Gunakan UU ITE Gertak Wartawan

SEKAT-RI dan DPD PJI Sulsel Turun Tangan

Melihat adanya indikasi intimidasi terhadap wartawan, SEKAT-RI dan DPD PJI Sulsel langsung bertindak. SEKAT-RI menilai kasus ini sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers, yang merupakan pilar penting dalam demokrasi.

Ketua Umum SEKAT-RI, Ibhe Ananda menyatakan bahwa intimidasi terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya adalah pelanggaran hak kebebasan berekspresi dan harus diselesaikan secara hukum.

“Ini bukan hanya soal Heri sebagai individu, tetapi menyangkut kebebasan pers secara keseluruhan. SEKAT-RI tidak akan membiarkan kasus ini berlalu begitu saja. Kami akan terus mengawalnya hingga keadilan ditegakkan,” ungkap Ketua Umum SEKAT RI dalam pernyataan resmi, Sabtu (21/9/2024).

Sementara itu, Ketua DPD PJI Sulsel, Akbar Polo berharap semoga tidak ada lagi yang intimidasi wartawan? dan mengajak para jurnalis di Sulawesi Selatan untuk bersatu dalam melawan upaya intimidasi terhadap rekan seprofesi

DPD PJI Sulsel secara terbuka menyuarakan dukungannya kepada Heri dan keluarganya, serta mendesak agar Polri memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

BACA JUGA :  Skincare Diduga Berbahaya, Owner Mira Hayati Terancam Penjara

Kapolda Sulsel Dimutasi

Puncak dari Tekanan Publik Perkembangan terbaru dari kasus ini adalah mutasi Kapolda Sulsel, Irjen Pol Andi Rian, yang tertuang dalam surat telegram Kapolri nomor ST/2098/IX/KEP/2024 tertanggal 20 September 2024.

Mutasi ini dianggap sebagai puncak dari dinamika kasus dugaan intimidasi wartawan yang telah mengundang banyak perhatian, terutama dari organisasi pers dan masyarakat luas.

Meskipun Polri belum secara resmi mengaitkan mutasi tersebut dengan kasus intimidasi wartawan, banyak pihak melihat hal ini sebagai langkah untuk meredam ketegangan di kalangan jurnalis dan menjaga reputasi institusi kepolisian.

Mutasi ini juga menjadi sinyal bahwa tekanan dari publik dan advokasi yang dilakukan SEKAT-RI serta PJI Sulsel berhasil mendesak adanya perubahan di level kepemimpinan di Sulawesi Selatan.

Kebebasan Pers dan Reformasi di Institusi Polri Baik SEKAT RI maupun DPD PJI Sulsel terus menekankan bahwa kasus ini tidak hanya berhenti pada mutasi pejabat, tetapi juga menuntut reformasi lebih luas di tubuh Polri, khususnya terkait kebijakan terhadap wartawan.

Dua Organisasi Pers ini menginginkan Polri untuk lebih menghargai kerja jurnalistik yang kritis dan tidak meresponsnya dengan tekanan atau tindakan balasan.

BACA JUGA :  PDIP Sebut Tanpa Reformasi Anak Tukang Kayu Tidak Bisa Jadi Presiden

“Mutasi Kapolda Sulsel adalah langkah awal yang baik, tetapi perjuangan belum selesai. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kejelasan hukum dan perlindungan yang lebih kuat bagi jurnalis,” ujar Ketua PJI Sulsel dalam pernyataannya.

Harapan ke Depan

Kasus Heri Siswanto menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kebebasan pers di Indonesia. SEKAT RI dan PJI Sulsel berharap bahwa kasus ini menjadi contoh bahwa jurnalis harus dilindungi dari segala bentuk intimidasi saat menjalankan tugasnya.

Kedua organisasi ini juga menyerukan solidaritas di antara jurnalis dan advokasi yang berkelanjutan untuk memastikan hak kebebasan berekspresi tetap terjamin.

Dengan mutasinya Irjen Pol Andi Rian ke Sumatera Selatan, SEKAT RI dan PJI Sulsel menegaskan bahwa mereka akan terus memantau proses hukum terkait dugaan intimidasi ini, serta mendorong penegakan hukum yang transparan dan adil.

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh
Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan
Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko
Jago Merah Mengamuk di Mall Nipah Makassar, Arus Lalu Lintas Tersendat
Potret Makassar “Rantasa”, Sampah Dipilah Menumpuk 5 Hari di Borong
TPA Tamangapa Diklaim 93%, Warga Tak Butuh Angka Tapi Bukti Angkut Sampah Basah
TPA Disanksi, Mengapa Beban Pengolahan Sampah Ditimpuk ke Warga Makassar?

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:31 WITA

Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:01 WITA

Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:40 WITA

Jago Merah Mengamuk di Mall Nipah Makassar, Arus Lalu Lintas Tersendat

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA