Kadisdik Makassar dan Pihak Hotel MaxOne Tak Berikan Tanggapan, Ada Apa?

Jumat, 30 Agustus 2024 - 11:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hotel MaxOne Makassar

Hotel MaxOne Makassar

Zonafaktualnews.com – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Makassar dan pihak manajemen Hotel MaxOne menjadi sorotan setelah keduanya tidak memberikan tanggapan terkait dugaan kolusi yang mencuat dan memicu kehebohan publik.

Tuduhan ini menyebut adanya persekongkolan yang diduga merugikan keuangan negara, namun hingga saat ini, baik Kadisdik maupun pihak hotel memilih bungkam seribu bahasa.

Sikap diam mereka mengundang pertanyaan besar di tengah masyarakat: ada apa sebenarnya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skandal ini bermula dari sebuah kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Sekolah Dasar (SD) di Hotel MaxOne.

Berdasarkan rekaman video yang viral di media sosial, Bendahara Disdik, Fika, mengungkap bahwa dirinya diperintahkan langsung oleh Kadisdik Makassar, MM, untuk mengurus segala hal terkait kegiatan di hotel tersebut tanpa melibatkan Kepala Bidang SD, Muhammad Aris.

BACA JUGA :  Bau Amis Mark-up Internet di Pemkab Tator Menyengat, Polisi Diminta Usut Tuntas

“Saya cuma diperintahkan oleh Kadis untuk mengambil tindakan di hotel,” ungkap Fika dalam video tersebut.

Pengakuan ini memicu kontroversi karena dianggap melanggar prosedur dan tidak transparan. Muhammad Aris menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran etika dan berpotensi menimbulkan masalah dalam pengelolaan anggaran pendidikan.

“Etikanya harus sampaikan dulu baru ke hotel,” tegas Aris, yang menyatakan ketidakpuasannya terhadap praktik tersebut.

Menanggapi rekaman itu, Sekretaris Jenderal L-Kompleks, Ruslan Rahman, menyebut ada dua potensi pelanggaran hukum yang muncul.

Pertama, pelanggaran UU ITE karena penyebaran rekaman tanpa izin. Kedua, dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan kolusi antara Disdik Makassar dan Hotel MaxOne.

“Kasus ini sangat serius. Ada potensi besar pelanggaran hukum yang merugikan negara,” ujar Ruslan, Jumat (30/9/2024).

BACA JUGA :  Kejagung Diminta Periksa Kaesang Terkait Dugaan Korupsi PT Timah

Ruslan juga menyoroti dugaan pengurangan harga yang tidak tercatat secara resmi dalam invoice Disdik, mengindikasikan adanya manipulasi yang merugikan keuangan negara.

Ia mendesak agar pihak berwenang segera melakukan audit menyeluruh terhadap transaksi antara Disdik dan Hotel MaxOne untuk memastikan tidak ada kebocoran anggaran.

“Jika benar ada pengurangan harga yang tidak tercermin dalam invoice resmi, ini merupakan indikasi manipulasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ruslan mengungkapkan bahwa sudah ada laporan mengenai penyitaan barang bukti oleh pihak kepolisian dari Hotel MaxOne.

Langkah ini memperlihatkan bahwa kasus tersebut telah menarik perhatian aparat hukum dan dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

“Informasi ini sangat penting untuk memastikan apakah pihak berwenang sudah mengambil langkah tegas,” jelasnya.

Meski telah menjadi sorotan, hingga kini Kadisdik Makassar, MM, dan General Manager Hotel MaxOne, Muhammad Yusuf Sandy, belum memberikan pernyataan resmi.

BACA JUGA :  Nasdem Desak Kejagung Usut Dana Korupsi BTS hingga ke Parpol

Upaya untuk menghubungi keduanya melalui telepon dan pesan singkat tidak membuahkan hasil, dan publik pun semakin bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini.

Sikap bungkam kedua pihak ini semakin memperkeruh suasana, menambah spekulasi tentang kemungkinan pelanggaran yang lebih besar.

Masyarakat kini menunggu jawaban dan tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menuntaskan kasus ini, yang telah mencoreng citra pengelolaan keuangan di sektor pendidikan dan bisnis perhotelan di Makassar.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh
Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan
Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko
Jago Merah Mengamuk di Mall Nipah Makassar, Arus Lalu Lintas Tersendat
Potret Makassar “Rantasa”, Sampah Dipilah Menumpuk 5 Hari di Borong
TPA Tamangapa Diklaim 93%, Warga Tak Butuh Angka Tapi Bukti Angkut Sampah Basah
TPA Disanksi, Mengapa Beban Pengolahan Sampah Ditimpuk ke Warga Makassar?

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:12 WITA

Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Mentan Ditantang Buka Data Anggaran Rp2,5 Triliun untuk Pertanian Aceh

Senin, 10 Agustus 2026 - 01:31 WITA

Kajati Banten Baru Didesak Bongkar Dugaan Mark-Up, Pungli hingga Jual Jabatan

Senin, 10 Agustus 2026 - 00:01 WITA

Jago Merah Takluk, Kebakaran Mall Nipah Makassar Diduga dari Toko Azko

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:40 WITA

Jago Merah Mengamuk di Mall Nipah Makassar, Arus Lalu Lintas Tersendat

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA