Iran Tak Ambil Pusing, Siapa Pun Pemenang Pilpres AS Bukan Urusan

Sabtu, 9 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (Ist)

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (Ist)

Zonafaktualnews.com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) tidak menjadi perhatian utama bagi negaranya.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui kantor berita IRNA, Jumat (8/11/2024), Pezeshkian menekankan bahwa Iran akan tetap fokus pada kekuatan internal dan prioritas hubungan regional.

“Bagi kami, tidak masalah sama sekali siapa yang memenangkan pilpres AS, karena negara dan sistem kami bergantung pada kekuatan batinnya dan bangsa yang besar serta terhormat,” ujar Pezeshkian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan ini menegaskan sikap Iran yang tidak terpengaruh oleh dinamika politik di Washington. Pezeshkian juga menyebutkan bahwa Iran tetap terbuka untuk mengembangkan hubungan dengan berbagai negara, terutama negara-negara Islam dan tetangga.

BACA JUGA :  Iran Ultimatum Israel Jika Serang Lebanon

Namun, hubungan Iran dengan Amerika Serikat tetap berada dalam bayang-bayang larangan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Hingga kini, Khamenei masih melarang pembicaraan langsung dengan AS, mencerminkan ketegangan panjang antara kedua negara sejak keluarnya AS dari kesepakatan nuklir pada 2018.

Kekhawatiran atas Trump

Meski menyatakan ketidakpedulian terhadap hasil pilpres, ada kekhawatiran di kalangan pemimpin Iran terkait potensi kebijakan Donald Trump jika kembali menjabat.

BACA JUGA :  Gencatan Senjata Gagal, Trump Semprot Israel Usai Serangan ke Iran

Beberapa hal yang menjadi sorotan adalah kemungkinan peningkatan sanksi terhadap Iran, dukungan lebih besar kepada Israel, hingga serangan terhadap situs nuklir Iran.

Namun, pengamat internasional juga berpendapat bahwa Trump mungkin akan lebih berhati-hati untuk menghindari eskalasi menuju perang terbuka.

Fokus pada Hubungan Regional

Di tengah ketegangan geopolitik, Iran menyatakan akan memprioritaskan pengembangan hubungan dengan negara-negara Islam dan tetangga, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi dan politik di kawasan.

“Kami tidak akan berpikiran tertutup dalam mengembangkan hubungan dengan negara lain,” tambah Pezeshkian, menekankan fokus Iran pada kemandirian dan pembangunan internal di tengah sanksi ekonomi yang masih berlangsung.

BACA JUGA :  Begini Hasil “Ngopi Darat” Jokowi dengan Biden Soal Palestina

Latar Belakang Konflik

Ketegangan antara Iran dan AS memuncak sejak pemerintahan Trump keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang melibatkan enam negara besar dunia.

Langkah tersebut diikuti dengan sanksi ekonomi yang melumpuhkan industri minyak Iran.

Meski demikian, Teheran tetap menegaskan posisinya sebagai negara yang tidak akan tunduk pada tekanan internasional.

Seperti yang disampaikan oleh Pezeshkian, Iran tidak bergantung pada hasil politik negara lain dalam menentukan arah kebijakannya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Drama Saling Menggertak Berakhir, Iran dan AS Akhirnya “Ngopi Darat” Bahas Nuklir
Siapa Epstein yang Bikin Dunia Geger? Begini Jejak Gelap Skandal Seks Elite Global
Pertemuan Rahasia 27 Pemimpin Eropa Terbongkar, Skenario Perang Dunia ke-3 Dibahas
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START
Amerika Gempur Venezuela, Trump Klaim Presiden Nicolas Maduro Ditangkap
Kediaman Putin Terbakar Usai Diserang dengan 91 Drone, Rusia Ancam Balasan Keras

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:28 WITA

Drama Saling Menggertak Berakhir, Iran dan AS Akhirnya “Ngopi Darat” Bahas Nuklir

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:22 WITA

Siapa Epstein yang Bikin Dunia Geger? Begini Jejak Gelap Skandal Seks Elite Global

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:38 WITA

Pertemuan Rahasia 27 Pemimpin Eropa Terbongkar, Skenario Perang Dunia ke-3 Dibahas

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Berita Terbaru