Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START

Senin, 12 Januari 2026 - 00:05 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ilustrasi dramatis konflik global antara Amerika Serikat dan Rusia, dengan bendera negara-negara lain seperti China, NATO, Inggris, Prancis, Korea Selatan, Israel, dan Iran. Nuklir saling menghadap, menggambarkan ketegangan dunia di ambang perang nuklir.

Ilustrasi dramatis konflik global antara Amerika Serikat dan Rusia, dengan bendera negara-negara lain seperti China, NATO, Inggris, Prancis, Korea Selatan, Israel, dan Iran. Nuklir saling menghadap, menggambarkan ketegangan dunia di ambang perang nuklir.

Zonafaktualnews.com – Krisis nuklir global semakin nyata saat Amerika Serikat (AS) dan Rusia belum mencapai kesepakatan baru terkait Perjanjian New START, yang dijadwalkan berakhir pada 5 Februari 2026.

Dengan negosiasi terhenti dan ketegangan geopolitik yang memanas, dunia kini menghadapi risiko konflik nuklir yang sebelumnya sulit dibayangkan.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya menawarkan perpanjangan perjanjian selama satu tahun, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir aktif masing-masing negara maksimal 1.550 unit.

Sementara itu, pihak AS hingga kini belum memberikan jawaban resmi, membuat proses diplomasi tersendat di tengah tekanan internasional dan perang di Ukraina.

Para pakar keamanan memperingatkan bahwa menerima tawaran Rusia tanpa pengawasan ketat bisa memberi celah bagi Moskow untuk mengembangkan senjata canggih di luar batas perjanjian, termasuk rudal jelajah Burevestnik dan torpedo nuklir Poseidon.

BACA JUGA :  Baba Vanga Prediksi 2025 Awal Perang Dunia ke-3 dan Kontak Makhluk Luar Angkasa

Mantan perencana pertahanan AS, Greg Weaver, menekankan bahwa langkah tergesa-gesa juga berpotensi mengirim sinyal lemah kepada China, yang tengah meningkatkan kapasitas nuklirnya secara signifikan.

Menurut Federasi Ilmuwan Amerika (FAS), saat ini AS dan Rusia menguasai hampir 87 persen seluruh hulu ledak nuklir dunia.

Rusia diperkirakan memiliki sekitar 5.459 hulu ledak, sedangkan AS menyusul dengan 5.177 unit.

Sementara itu, China diperkirakan memiliki sekitar 600 hulu ledak, namun jumlah ini diproyeksikan melonjak lebih dari 1.000 unit pada 2030, memicu perhatian global.

BACA JUGA :  Rusia Ancam Hilangkan AS dengan Nuklir, Trump Balas Turunkan Kapal Selam Tempur

Mantan negosiator nuklir Rusia, Nikolai Sokov, menilai pembentukan perjanjian nuklir multilateral baru saat ini nyaris mustahil.

Rusia bahkan menuntut agar senjata nuklir negara-negara NATO lain, seperti Inggris dan Prancis, ikut diperhitungkan dalam perundingan, meski tuntutan tersebut ditolak keras oleh kedua negara.

Sokov menegaskan bahwa saat ini fokus dunia seharusnya adalah mengurangi risiko perang nuklir akibat kecelakaan atau kesalahan perhitungan, karena hanya AS dan Rusia yang memiliki jalur komunikasi darurat 24 jam untuk krisis nuklir.

Negara-negara Eropa lainnya, termasuk markas besar NATO, belum memiliki mekanisme komunikasi langsung dengan Moskow, meningkatkan kemungkinan salah paham yang berbahaya.

BACA JUGA :  Pertemuan Rahasia 27 Pemimpin Eropa Terbongkar, Skenario Perang Dunia ke-3 Dibahas

“Prioritas utama sekarang bukan sekadar negosiasi perjanjian baru, tetapi membangun kepercayaan dan memperkecil risiko bencana nuklir,” ujar Sokov.

Sokov menambahkan bahwa dunia berada pada titik rapuh, di mana kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal.

Dengan kondisi ini, dunia tidak hanya menunggu berakhirnya New START, tetapi juga menghadapi kenyataan pahit: risiko eskalasi nuklir yang semakin dekat dan tak bisa diabaikan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut
Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon
Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?
Pria Lansia Tewas di Kanal Batua Raya, Eceng Gondok Jadi Biang Kerok Pencarian
Kasus Pengancaman Dosen UIN Alauddin Makassar, LKBHMI Ambil Sikap Tegas
Owner Arashi Cosmetindo Bagi-bagi Coffee Gratis di Antrean BBM Makassar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 03:49 WITA

Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi

Rabu, 16 September 2026 - 02:03 WITA

Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Selasa, 15 September 2026 - 17:21 WITA

Warga Makassar Siap-siap “Puasa” Air! Bili-Bili Direhab 3 Hari, Cepat Isi Tandon

Selasa, 15 September 2026 - 16:09 WITA

Bongkar Modus Mobil Tangki, Polres Toraja Utara Sikat Mafia BBM Subsidi

Selasa, 15 September 2026 - 01:28 WITA

Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?

Berita Terbaru