Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak

Rabu, 21 Januari 2026 - 23:02 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Ratusan Juta Sudah Habis, Dampak Program Kemiskinan Gowa Belum Tampak

Aliran anggaran APBD Gowa menjadi sorotan publik di tengah belum terlihatnya dampak program penanganan kemiskinan. (Ilustrasi)

Zonafaktualnews.com – Program penanganan kemiskinan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, hingga kini belum menunjukkan dampak yang nyata di tengah masyarakat.

Padahal, anggaran ratusan juta rupiah telah dikucurkan untuk mendukung pelaksanaan Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (LACAK) yang baru berjalan beberapa bulan terakhir.

Di saat pemerintah mendorong efisiensi belanja daerah, realisasi anggaran Tim LACAK justru berlangsung cepat.

Program yang dikukuhkan pada Juli 2025 itu tercatat menyerap dana APBD dalam waktu singkat, sehingga memunculkan kecurigaan terhadap efektivitas penggunaan anggaran penanganan kemiskinan ekstrem di Gowa.

Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran Tim LACAK sebesar Rp213 juta yang bersumber dari APBD Gowa telah dicairkan pada Desember 2025, atau sekitar empat bulan sejak program tersebut resmi diluncurkan.

BACA JUGA :  Tepergok Emak-emak, Pria ‘Penculik’ Anak di Gowa Dipermak Warga

Selain realisasi tersebut, dalam rapat paripurna DPRD Gowa pada Senin (12/1/2026), juga disampaikan rencana penganggaran lanjutan sebesar Rp500 juta untuk tahun anggaran 2026.

Rapat paripurna itu dihadiri langsung oleh Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, sekaligus menjadi forum resmi penyampaian arah kebijakan anggaran pemerintah daerah kepada DPRD.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) sekaligus Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Gowa, Muhammad Ali, membenarkan bahwa anggaran Tim LACAK telah dicairkan pada akhir tahun 2025.

“Anggaran Tim LACAK sudah dicairkan pada Desember 2025, nilainya lebih dari Rp200 juta. Untuk rincian peruntukannya, silakan konfirmasi ke ketua atau bendahara LACAK,” ujar Ali, Senin (19/1/2026).

Ali juga menegaskan bahwa anggaran sebesar Rp500 juta yang direncanakan untuk tahun 2026 hingga kini belum dicairkan.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap Pasutri Penipu Struk Palsu di Gowa, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Sabu-sabu

Menurutnya, karena Tim LACAK merupakan program prioritas kepala daerah, informasi lanjutan terkait pencairan anggaran berada di kewenangan bagian keuangan daerah.

Sementara itu, Ketua Tim LACAK Gowa, Kahar Daeng Muji, mengaku belum menerima informasi maupun pencairan anggaran untuk tahun 2026.

“Anggaran Rp500 juta itu belum sampai ke kami. Untuk 2026, kami belum tahu,” ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawan di Gowa.

Terkait penggunaan anggaran tahun 2025, Daeng Muji membenarkan adanya pagu sebesar Rp213 juta. Namun ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan program tersebut.

“Yang saya ketahui, anggaran Juli sampai Desember sebesar Rp213 juta. Soal pengurusan keuangan bukan saya,” jelasnya.

BACA JUGA :  SP3 Kasus Istri Polisi Tipu Istri Polisi Kembali Berperkara di Polres Gowa

Diketahui, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai insentif serta operasional Tim LACAK yang beranggotakan 192 orang.

Penggunaan dana mencakup insentif sahabat LACAK sesuai tingkatan, serta biaya kegiatan, pertemuan, dan rapat koordinasi.

Di tengah tuntutan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah, realisasi cepat anggaran serta rencana penambahan dana Tim LACAK menjadi perhatian masyarakat.

Publik menanti kejelasan mengenai capaian dan dampak nyata program tersebut terhadap penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa, yang hingga kini belum terlihat secara terbuka di lapangan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu