Siapa Epstein yang Bikin Dunia Geger? Begini Jejak Gelap Skandal Seks Elite Global

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pengunjuk rasa Hot Mess membawa foto Jeffrey Epstein di depan Gedung Pengadilan Federal di New York City, Amerika Serikat. (Ist)

Salah satu pengunjuk rasa Hot Mess membawa foto Jeffrey Epstein di depan Gedung Pengadilan Federal di New York City, Amerika Serikat. (Ist)

Zonafaktualnews.com – Nama Jeffrey Epstein kembali menggema dan memicu kegaduhan publik dunia.

Sosok miliarder asal Amerika Serikat ini bukan dikenal karena prestasi bisnisnya, melainkan karena jejak gelap skandal seks yang menyeret nama-nama elite global dan hingga kini belum sepenuhnya terungkap.

Epstein merupakan pengelola dana investasi dengan jaringan pergaulan kelas atas, mulai dari politisi, pebisnis papan atas, akademisi ternama, hingga bangsawan internasional.

Di balik citra elite tersebut, Epstein dituding menjalankan praktik eksploitasi dan perdagangan seks terhadap anak di bawah umur selama bertahun-tahun.

Sejumlah perempuan mengaku direkrut Epstein saat masih berusia belasan tahun dengan dalih pekerjaan ringan.

Para korban kemudian dibawa ke kediaman mewah Epstein di New York, Florida, hingga pulau pribadinya di Karibia, sebelum mengalami pelecehan dan kekerasan seksual.

BACA JUGA :  Dikira Bawa Pistol, Pemilik Mr P Terbesar di Dunia Disetop Bandara

Beberapa di antaranya mengklaim diperkenalkan kepada orang-orang berpengaruh yang berada dalam lingkaran sosial Epstein.

Kasus ini sejatinya telah muncul sejak awal 2000-an, namun publik dikejutkan ketika pada tahun 2008 Epstein hanya dijatuhi hukuman ringan melalui kesepakatan hukum dengan jaksa.

Keputusan tersebut menuai kritik keras karena dinilai menunjukkan perlakuan istimewa hukum terhadap kalangan elite.

Pengacara korban Epstein, Brad Edwards, menegaskan bahwa klien-kliennya meyakini Epstein bukan satu-satunya pelaku.

“Jeffrey Epstein bukanlah pelaku tunggal. Banyak pihak lain yang mengetahui, membiarkan, atau mendapat keuntungan dari kejahatan tersebut,” kata Edwards dalam pernyataan publiknya.

Pada tahun 2019, Epstein kembali ditangkap oleh otoritas federal Amerika Serikat dan didakwa atas kasus perdagangan seks anak.

BACA JUGA :  SEKAT-RI Kecam Upaya Damai Kasus Sodomi Anak di Makassar

Sebelum proses persidangan berjalan, dunia internasional kembali dikejutkan oleh kabar kematiannya di dalam sel penjara Metropolitan Correctional Center (MCC), New York.

Pihak berwenang menyatakan Epstein meninggal akibat bunuh diri. Meski demikian, berbagai kejanggalan mulai dari kamera pengawas yang tidak berfungsi hingga kelalaian petugas penjaga, memicu kecurigaan luas dan teori pembungkaman.

Federal Bureau of Prisons (BOP) dalam pernyataan resminya menyebut telah dilakukan penyelidikan internal terkait kematian Epstein.

“Jeffrey Epstein ditemukan tidak sadarkan diri di dalam selnya dan kemudian dinyatakan meninggal dunia. Penyelidikan internal dan independen telah dilakukan,” demikian pernyataan BOP.

Sorotan terhadap Epstein kembali menguat setelah sejumlah dokumen pengadilan perdata dibuka ke publik.

Dokumen tersebut memuat kesaksian korban dan menyebut nama-nama tokoh yang pernah berinteraksi atau berada dalam lingkaran Epstein.

Meski tidak seluruhnya terbukti secara hukum, publik menilai pengungkapan dokumen ini sebagai langkah penting menuju transparansi.

BACA JUGA :  Efek Domino Konflik Iran, Publik AS Ramai-ramai Dorong Pemakzulan Trump

Pengacara hak sipil Amerika Serikat, Lisa Bloom, menyebut kasus Epstein sebagai potret kelam sistem hukum global.

“Kasus ini memperlihatkan bagaimana uang dan kekuasaan dapat menunda keadilan, sementara para korban harus menunggu bertahun-tahun untuk didengar,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kasus kriminal, skandal Jeffrey Epstein kini dipandang sebagai simbol gelap kejahatan seksual elit global.

Hingga kini, publik dunia masih menuntut pengungkapan menyeluruh atas jaringan yang diduga terlibat, agar keadilan bagi para korban tidak berhenti pada kematian satu orang bernama Epstein.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Hercules Balas Tantangan Habib Bahar: Jangan Diadu Domba, Kita Ini Saudara
Ilyas Sitaba Divonis Bebas, Advokat Wawan Nur Rewa Kuliti Dakwaan JPU
Grib Jaya Diminta Dibubarkan Tanpa Kompromi, Aksi Hercules Lampaui Polri
Bahar Smith Tantang Grib Jaya Usai Bambang Tewas Dikeroyok: Lawan Saya Saja
Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo
Aliran Dana Korupsi Dinkes Parepare Terkuak, Polda Sulsel Bidik Aktor dan Penikmat
Polda Sulsel Kejar Akun Eks Passobis yang Ngaku Setor Upeti ke Oknum Polisi
Tak Cuma Praperadilan, Taufik Juga Laporkan Polrestabes ke Propam Mabes Polri

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:43 WITA

Hercules Balas Tantangan Habib Bahar: Jangan Diadu Domba, Kita Ini Saudara

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:01 WITA

Ilyas Sitaba Divonis Bebas, Advokat Wawan Nur Rewa Kuliti Dakwaan JPU

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Grib Jaya Diminta Dibubarkan Tanpa Kompromi, Aksi Hercules Lampaui Polri

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Bahar Smith Tantang Grib Jaya Usai Bambang Tewas Dikeroyok: Lawan Saya Saja

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:16 WITA

Eks Projo Tuding Jokowi Otak di Balik Ucapan Liar Budi Arie Soal Prabowo

Berita Terbaru