Amerika Gempur Venezuela, Trump Klaim Presiden Nicolas Maduro Ditangkap

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video menunjukkan Amerika Serikat mengempur Caracas, ibu kota Venezuela. (X/Daily Star)

Tangkapan layar video menunjukkan Amerika Serikat mengempur Caracas, ibu kota Venezuela. (X/Daily Star)

Zonafaktualnews.com – Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Caracas, ibu kota Venezuela, Sabtu (3/1/2026), bersamaan dengan klaim Presiden Donald Trump yang menyatakan telah menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Agresi militer ini muncul setelah pemerintahan Trump menetapkan rezim Maduro sebagai organisasi teroris asing.

Trump mengumumkan keputusan tersebut melalui platform Truth Social, menuding pemerintah Venezuela terlibat dalam berbagai pelanggaran serius terhadap kepentingan Amerika Serikat, termasuk terorisme, perdagangan narkoba, dan perdagangan manusia.

“Rezim Venezuela telah mengambil alih aset-aset kami dan melakukan berbagai pelanggaran, sehingga ditetapkan sebagai organisasi teroris asing,” tulis Trump.

Selain itu, Presiden AS memerintahkan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela, baik yang keluar maupun masuk, sebagai langkah menekan sektor energi yang menjadi sumber utama pemasukan negara Amerika Selatan itu.

Trump menegaskan bahwa tekanan militer dan ekonomi akan berlanjut hingga Venezuela mengembalikan aset-aset milik Amerika, termasuk minyak dan lahan yang dianggap disita secara ilegal.

BACA JUGA :  Trump Cabut Dana Vaksin HIV, Ratusan Uji Klinis Terancam Mandek

“Saya memerintahkan blokade lengkap terhadap semua kapal tanker yang terkena sanksi,” ujarnya, menandai eskalasi serius konflik antara kedua negara.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mendukung tindakan tersebut, menekankan bahwa status quo di Caracas tidak dapat diterima oleh Washington.

Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menegakkan sanksi sepihak, termasuk menghentikan ekspor minyak Venezuela ke pasar internasional, untuk memaksa perubahan politik di Venezuela.

Sementara itu, Venezuela tetap mempertahankan keamanan jalur distribusi minyaknya, menegaskan ekspor energi adalah urat nadi ekonomi nasional dan penopang negara sekutu seperti Kuba.

BACA JUGA :  Iran Tak Ambil Pusing, Siapa Pun Pemenang Pilpres AS Bukan Urusan

Trump juga menambahkan sanksi baru terhadap anggota keluarga serta rekan dekat Maduro, menekankan alasan tekanan AS termasuk tuduhan terorisme dan perdagangan narkoba.

Operasi militer hingga klaim penangkapan Presiden Maduro menandai fase baru ketegangan AS-Venezuela, yang memunculkan potensi eskalasi lebih lanjut di kawasan Amerika Selatan.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu
Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Lima Tahun Mengendap, Dua Laporan di Polres Sidrap Diduga ‘Di-86-kan’
Demo Pemekaran Luwu Tengah Ricuh, 7 Orang Luka dan Pagar Kantor Gubernur Rusak
Polisi Amankan 4 Brimob Pelaku Penembakan di Tambang Ilegal Bombana

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 01:16 WITA

DJP Serahkan Tersangka Sindikat Faktur Fiktif, Negara Dirugikan Rp170 Miliar

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:30 WITA

Kacau, 5 Tahun Mengendap, Kasus Penipuan di Polres Sidrap Baru Jalan Usai Viral Dulu

Rabu, 14 Januari 2026 - 02:11 WITA

Puluhan Ibu Hamil, Anak Sekolah hingga Balita di Majene Diduga Keracunan MBG

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Berita Terbaru