Hilal Malu-malu Nongol, 1 Syawal Diprediksi Jatuh 22 April 2023

Kamis, 20 April 2023 - 12:12 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Hilal Malu-malu Nongol, 1 Syawal Diprediksi Jatuh 22 April 2023

Ilustrasi pemantauan hilal/Net

zonafaktualnews.com –  Hilal masih malu-malu untuk menampakkan diri

Dengan demikian Hari Raya Idul Fitri 1444 H di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dipredeksi jatuh pada Sabtu (22/4/2023).

Menurut sejumlah astronom yang dikutip Al Arabiya, Bulan sabit muda atau hilal Syawal kemungkinan akan terlihat dengan mata telanjang pada Jumat (21/4/2023) malam

Majid Abu Zahra dari Jeddah Astronomical Society mengatakan, secara teknis hilal sebenarnya akan muncul di langit pada Kamis (20/4/2023) malam.

Akan tetapi, pada Kamis malam, Bulan tidak mendapat sinar matahari dan akan sulit dilihat tanpa peralatan khusus.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) melaporkan secara astronomis posisi hilal di Indonesia pada saat sore, Kamis 20 April 2023

BACA JUGA :  Propam Usut Pengakuan Pengedar Narkoba Dibekingi Polisi

Kemenag mengatakan belum memenuhi kriteria baru hasil kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Di mana, ketentuan ketinggian hilal ditetapkan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat sehingga awal 1 Syawal 1444H diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023.

Hal ini disampaikan Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Dr.-Ing. Khafid saat memaparkan data posisi hilal pada Sidang Isbat Awal Syawal 1444H di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (20/4/2023).

“Data hilal nya jadi ketinggiannya 0,75 sampai 2,25 derajat diaceh kalaupun sampai sabang belum memenuhi imkan rukyat,

Peta elongasi, secara global kita mensyaratkan 6,4 derajat sedangkan di Indonesia baru di Aceh 3 derajat dengan kata lain elongasinya pun belum memenuhi kriteria,” kata Khafid.

BACA JUGA :  Hubungan Pria Sesama Jenis di Kalteng Diperas Usai VCS

Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Badan Informasi Geospasial (BIG) ini mengatakan hilal belum mudah diamati di berbagai wilayah.

Apalagi lanjutnya, posisi hilal itu belum memenuhi kriteria ketinggian hilal menurut MABIMS yang sudah diterapkan pada Syawal 1443H lalu.

“Hilal masih belum memenuhi kriteria. artinya akan sulit untuk dilihat atau bahkan tidak mungkin untuk dilihat,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut perhitungan hisab, lanjut Khafid, awal Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023. Data ini menurutnya bersifat informatif.

BACA JUGA :  Buntut Kerusuhan Maut di Wamena, Kapolres Dicopot

“Kalau kita lihat besok tanggal 21 April, bulan akan lebih tinggi. Kalau ingin dibuktikan adalah besok, namun besok dipastikan karena sudah 30 Ramadhan. Maka kita akan masuk Idul Fitri di hari berikutnya,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya Kemenag akan menggelar sidang Isbat 1 Syawal atau Idul Fitri 1444H secara tertutup.

Setelah itu akan dilanjutkan dengan telekonferensi pers hasil sidang isbat yang akan dipimpin oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas dan disiarkan secara langsung di media sosial Kemenag RI pukul 19.05 WIB.

Editor : Tika

Berita Terkait

Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Geng Motor Tebar Busur Ketiban Sial, Motor Ludes Dibakar Massa di Makassar
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
Kecam Pungutan Listrik SDN Mangkura 1, GMMPH Desak Kepsek Dicopot
GRH Sulsel Tantang Prabowo-Gibran Bertanggung Jawab atas 21 Inpres Perampasan DPR