Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?

Selasa, 3 November 2026 - 21:00 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Gempar, 6 Jenderal Polisi Ditangkap Terkait Sadap Prabowo, Siapa Inisial L?

Ilustrasi dugaan penangkapan sejumlah jenderal Polri terkait kasus penyadapan Presiden Prabowo. (Visual AI)

Zonafaktualnews.com – Isu penangkapan sejumlah jenderal dan perwira menengah Polri mendadak jadi perbincangan hangat.

Langkah tegas ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyadapan yang mengincar Presiden Prabowo Subianto serta Seskab Teddy.

Mabes Polri sendiri masih enggan membeberkan detail penindakan tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Edizon Isir, menyebut pihak internal masih sibuk memverifikasi kebenaran laporan di lapangan.

“Kami belum bisa mengungkap identitas maupun jumlah perwira yang dimaksud. Kami minta publik bersabar menunggu keterangan resmi selanjutnya,” tegas Johnny di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

BACA JUGA :  KPK Bongkar Awal Dugaan Korupsi Tambang di Kawasan Geopark Raja Ampat

Walau kepolisian belum blak-blakan, informasi di internal bergerak begitu cepat.

Sumber tepercaya membocorkan bahwa para perwira yang diamankan tersebut status hukumnya sudah naik.

“Sudah, mereka resmi dinyatakan sebagai tersangka,” kata sumber internal tersebut, Selasa (3/11/2026).

Sejumlah nama yang terseret di antaranya perwira berpangkat Irjen berinisial AS, EH, NS, serta seorang Komjen berinisial A.

Satu nama yang cukup menyita perhatian adalah jenderal aktif berinisial L yang bertugas di area Istana Negara.

“Jenderal L juga sudah tersangka, cuma memang belum ditahan,” lanjut sumber itu.

Meski belum ditahan, opsi penahanan hingga pencopotan dari jabatannya di Istana dikabarkan tinggal menunggu waktu.

BACA JUGA :  Habib Rizieq Minta TNI-Polri Tindak Tegas Pembela Israel di NKRI

Selain kelompok jenderal, seorang Kombes dan empat anggota Polri lainnya ikut terseret dan kini berada di Mako Brimob Kelapa Dua.

Penindakan beruntun ini dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Mabes Polri pada Selasa (3/11/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 WIB.

Operasi ini bermula dari terendusnya jejak penyadapan ilegal terhadap pejabat tinggi negara.

“Salah satu sasaran utamanya Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy,” beber sumber tersebut.

Markas penyadapan itu diduga beroperasi dari sebuah rumah di kawasan hunian pejabat tinggi Widya Chandra, Jakarta Selatan.

BACA JUGA :  Indonesia Siapkan AI Buatan Sendiri, Luhut Optimistis Bisa Tandingi DeepSeek

Perwira berpangkat Irjen berinisial AS ditengarai menjadi penggerak utama yang mengatur alur kerja para bawahannya.

Jaringan ini disinyalir tak bergerak sendiri, melainkan terhubung dengan beberapa petinggi Polri lain, baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.

Sampai saat ini, awak media masih menunggu kejelasan resmi dari pihak Mabes Polri.

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Pengamat Politik Minta Jokowi Jangan “Ngehalu” PSI Bisa Jadi Partai Besar
Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang