Heboh, Bumi Akan Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 2026, Ini Fakta Sebenarnya

Kamis, 22 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi manusia dan berbagai benda di permukaan Bumi tampak melayang akibat klaim hilangnya gravitasi.

Ilustrasi manusia dan berbagai benda di permukaan Bumi tampak melayang akibat klaim hilangnya gravitasi.

Zonafaktualnews.com – Jagat media sosial kembali diramaikan kabar mencengangkan. Sebuah video viral menyebut bahwa Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026.

Dalam narasi tersebut, manusia dan berbagai benda di permukaan Bumi diklaim akan melayang sebelum akhirnya jatuh secara bersamaan ketika gravitasi kembali muncul.

Klaim itu pertama kali beredar melalui akun TikTok dan Instagram yang kini telah menghilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam unggahannya, pembuat video menuding Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah lama mengetahui peristiwa tersebut, namun sengaja menyimpannya dari publik.

“Pada 12 Agustus 2026, gravitasi Bumi akan hilang selama tujuh detik. NASA tahu, tetapi tidak akan memberi tahu masyarakat,” demikian narasi dalam video yang sempat meraih puluhan ribu tanda suka dan dibagikan ratusan ribu kali.

BACA JUGA :  Klarifikasi Video Wik-wik Pasha Pratiwi Ternyata Hoaks

Video itu bahkan memaparkan skenario seolah-olah peristiwa tersebut akan terjadi secara bertahap, mulai dari manusia yang perlahan terangkat hingga puluhan juta orang disebut akan terhempas kembali ke tanah saat gravitasi muncul secara mendadak.

Sayangnya, klaim tersebut dipastikan tidak memiliki dasar ilmiah dan tergolong hoaks.

Mengutip laporan IFLScience, pemilihan tanggal 12 Agustus 2026 bukan tanpa alasan. Pada hari itu memang akan terjadi gerhana Matahari total yang dapat diamati dari sejumlah wilayah, mulai dari kawasan Arktik hingga sebagian Eropa.

Fenomena langit semacam ini kerap dikaitkan dengan narasi bencana besar guna menarik perhatian publik.

BACA JUGA :  Kuasa Hukum Wabup Gowa Bantah Punya Utang Miliaran ke Pengusaha Konstruksi

Pembuat hoaks tersebut juga menghubungkan peristiwa itu dengan dugaan perpotongan gelombang gravitasi dari lubang hitam.

Ia mengklaim fenomena tersebut telah diprediksi sejak 2019 dan diketahui NASA selama lima tahun terakhir.

Penjelasan tersebut terdengar ilmiah, namun keliru.

Dalam dunia fisika, gelombang gravitasi bergerak dengan kecepatan cahaya dan tidak dapat diprediksi secara spesifik jauh hari sebelumnya.

Selain itu, NASA bukan lembaga yang melakukan pengamatan gelombang gravitasi. Penelitian fenomena tersebut dilakukan oleh kolaborasi ilmiah internasional LIGO–Virgo–KAGRA.

Lebih jauh, para ilmuwan menegaskan bahwa gravitasi tidak bekerja layaknya saklar listrik yang dapat menyala dan mati sesaat.

Agar Bumi benar-benar kehilangan gaya gravitasi, planet ini harus kehilangan massanya secara tiba-tiba, termasuk inti, mantel, dan keraknya. Jika hal itu terjadi, Bumi sendiri dipastikan sudah tidak akan ada.

BACA JUGA :  Viral di Media Sosial, Gibran Memutuskan Mundur

Secara ilmiah, setiap benda yang memiliki massa akan menghasilkan medan gravitasi. Selama Bumi masih eksis, gaya tarik tersebut tidak mungkin menghilang, apalagi hanya dalam hitungan detik.

Dengan demikian, kabar tentang Bumi kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 2026 dipastikan tidak benar dan tidak memiliki landasan sains apa pun.

Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam menyaring informasi viral di media sosial, terutama yang mengatasnamakan lembaga ilmiah dan dikaitkan dengan narasi bencana besar.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru