Dokter W Minta Bayaran Rp 5 Juta, Pasien Disuruh Bohongi BPJS di Manokwari

Rabu, 17 Juli 2024 - 17:27 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Foto Ilustrasi dokter berinisial W/Net

Foto Ilustrasi dokter berinisial W/Net

Zonafaktualnews.com – Seorang dokter berinisial W di RS Angkatan Laut (AL) Manokwari, Papua Barat, diduga melakukan pungutan liar (pungli) setelah membantu proses persalinan pasien.

Kasus ini memicu kemarahan keluarga pasien yang merasa dirugikan oleh ulah oknum dokter W di RS AL Manokwari.

Keluarga pasien, Akbar, mengungkapkan bahwa adiknya dimintai biaya persalinan sebesar Rp 5 Juta oleh dokter W.

“Setelah melahirkan, dokter meminta Rp 5 Juta, katanya untuk biaya persalinan karena menggunakan dokter dari luar,” kata Akbar dalam keterangannya Rabu (17/7/2024).

BACA JUGA :  Legislator Desak Pemerintah Cabut Izin Tambang Nikel Perusak Alam Raja Ampat

Akbar juga menambahkan bahwa dokter tersebut meminta adiknya untuk mengatakan kepada pihak BPJS bahwa tidak ada pembayaran yang dilakukan.

“Saat adik saya ingin membayar melalui transfer, dokter mengatakan harus dibayar tunai. Ketika kami meminta kwitansi, dokter tersebut menolak memberikannya,” ujar Akbar.

Akbar merasa sangat kecewa lantaran W meminta uang segera setelah persalinan, tanpa menunggu kondisi adiknya pulih.

BACA JUGA :  Fabem Sulsel Kritik Keras Dugaan Pemufakatan Jahat di Dinas Kota Makassar

“Kasihan orang-orang jika ada dokter seperti ini. Ini mencoreng citra dokter,” tambahnya dengan nada marah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dokter itu telah lama melakukan praktik semacam ini dan banyak pasien yang telah mengeluh akibat perbuatannya.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp pada nomor klinik dokter W, pihaknya mematikan telepon dan nomor tersebut kemudian tidak aktif.

BACA JUGA :  Kemenkes Tanggapi Isu Penghapusan Kelas 1,2 dan 3 BPJS Kesehatan

Hingga berita ini diturunkan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Direktur RS AL Manokwari belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang
Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat
Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?
LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal
Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat
Solar Subsidi Parepare Dikuras Pelangsir, Penanggung Jawab SPBU KM 3 Bungkam
Pamer Duit Segepok Diduga Hasil HB Ilegal, Owner Dhi Lana Belum Terciduk
SPBU Pettuadae Jadi Biang Keladi Antrean Truk, Pengawasan Pertamina Minim

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:00 WITA

Aturan Pemprov Sulsel-Pertamina Diinjak-injak, Sopir Truk Tetap Isi BBM Siang

Kamis, 10 September 2026 - 01:44 WITA

Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Rabu, 9 September 2026 - 16:37 WITA

Diduga Genjot Bright Gas, Pertamina Dituding Mainkan Krisis LPG di Sulsel, Benarkah?

Rabu, 9 September 2026 - 00:37 WITA

LPG 3 Kg Langka, Polda Sulsel Didesak Sikat Penimbun hingga Kios Nakal

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:33 WITA

Mafia Solar “Berpesta” di SPBU Bungadidi, Polisi Didesak Sikat Operator Keparat

Berita Terbaru