Dipaksa Ngepel Tanpa Pakaian, 3 ART Kabur dari Rumah ASN

Senin, 29 Mei 2023 - 06:10 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Dipaksa Ngepel Tanpa Pakaian, 3 ART Kabur dari Rumah ASN

Ilustrasi Perempuan Manjat Pagar

Zonafaktualnews.com – Tiga Asisten Rumah Tangga (ART) di Lampung kabur dari tuannya.

Ketiganya kabur lantaran sering dilecehkan dan juga diperlakukan seperti budak.

Ironisnya lagi, sang majikan berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Selain sering dipaksa melakukan pekerjaan keras, ketiganya sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi.

Ketiganya kerap mendapatkan pelecehan seksual dan dianiaya.

Mereka diminta bekerja tanpa pakaian, bahkan direkam oleh sang majikan

Selama ini mereka hanya bisa menahan rasa takut. Sebab, sang majikan terus memberikan ancaman.

Mereka diancam, video mereka telanjang akan disebar jika mereka pergi dari rumah itu.

Salah satu PRT bahkan mengaku dipaksa mengepel lantai tanpa pakaian.

Mereka juga dilarang memakai pakaian dalam selama bekerja dengan sang majikan.

Ketiganya kerap mendapat penganiayaan jika salah dalam bekerja.

Dua dari tiga PRT pun berhasil kabur karena tak tahan dengan perlakuan sang majikan.
Slah satu PRT inisial DI yang berhasil kabur mengaku sebelumnya pernah lari juga.

Namun mereka ditangkap oleh sang majikan dan dipaksa kembali ke rumah.

BACA JUGA :  Senpi Bos BUMN Menyalak di Bandara Hasanuddin

Mereka pun diancam sang majikan bakal menyebarkan video tanpa busana mereka jika nekat kembali kabur dari rumah.

Namun, DI yang terlanjur sudah nekat mengajak rekannya yang berinsial DA untuk kembali mencoba kabur.

Mereka berhasil keluar dari rumah setelah berhasil memanjat tower air dan lompat ke luar pagar.

DI pertama kali bekerja pada Februari 2023.
DI sudah mengendus sifat asli majikannya yang seorang ASN tersebut.

Mulanya, ia hanya bertugas mengasuh anak saja oleh sang majikan.

Namun DI juga harus mengerjakan tugas yang lain setelah beberapa hari bekerja di rumah majikan.

Beberapa hari kemudian, perlakuan kasar majikannya pun mulai terlihat.

Ia dipukul di bagian kepala, ditampar, bahkan diinjak di bagian mata.

Dada dan punggungnya tak luput dari tendangan sang majikan.

Ada satu hal yang membuatnya makin trauma bekerja di situ, yakni saat sang majikan menyuruhnya mengepel lantai tanpa busana.

“Pernah saya dipaksa menyapu dan mengepel oleh majikan saya dengan keadaan tidak mengenakan sehelai pakaian di badan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bertengkar Soal Ekonomi, Suami Habis Nyawa Istri

Ia disuruh majikannya demikian hanya karena kesalahan kecil.

“Hanya kesalahan kecil, pada saat itu ibu dari majikan saya itu habis menggunting obat dan tidak terbuang bekasnya,” katanya.

DI kemudian disalahkan hingga dituduh belum menyapu dan mengepel.

Majikan kembali menyuruh DI menyapu dan mengepel tanpa pakaian sehelai pun di tubuhnya.

Perlakuan yang sama juga dialami oleh teman-temannya sesama PRT.

Bahkan mereka takut kabur karena ancaman video telanjang mereka disebarluaskan oleh sang majikan.

Tak tahan, DI bersama temannya sesama PRT berinisial DA kabur dari rumah majikan.

“Saya bersama Da kabur naik tower dan lompat pagar, hingga lari ke Kalibalok.”

“Selama bekerja tidak boleh pakai pakaian dalam dan diberikan baju yang tidak layak.”

“Saya heran dengan majikan saya ini sebagai ASN kok seperti itu dan padahal kakaknya sebagai Polisi.”

“Alhamdulillah saya dan DA bisa kabur, karena PRT lainnya itu pernah kabur tetapi tertangkap lagi,” ungkap DI.

Ia kemudian melaporkan majikannya ke pihak berwajib.

BACA JUGA :  DPD PIM Sulsel dan SMAGA 81 Bagi-bagi Takjil di Lapas Wanita

Nomor laporannya, yakni LP/B/743/V/2023/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG pada tanggal 24 Mei 2023.

Saat ini, DI sudah merasa aman kembali ke rumah. Ia juga sudah visum dan buat laporan ke mapolres.

Ia berharap pelaku mendapatkan hukuman setimpal perbuatannya.

Sementara itu, Polresta Bandar Lampung telah melakukan pemeriksaan terhadap majikan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap ART tersebut.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan pada Kamis (25/5/2023) malam hingga Jumat (26/5/2025) dini hari.

“Penganiaya ART masih kami periksa dan semalam kami hadirkan kedua belah pihak,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra yang dikonfirmasi awak media.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap majikan, tapi korban juga telah diperiksa.

“Kita masih melakukan penyelidikan untuk kasus dugaan penganiayaan ini (yang dilakukan majikan kepada ART),” kata Kompol Dennis.

Editor : Isal

Berita Terkait

Pria Beristri Berebut Cinta Janda di Kendal, Duel Berdarah Berakhir Pindah Alam
Siswi SMPN 5 Sungguminasa Dianiaya Kakak Kelas, Sekolah Lepas Tangan?
KKB Serang Pekerja Sembako di Dekai, Warga Makassar Tewas Kena Sangkur
Anak Disekap, Istri Ditikam 27 Kali, Suami di Gowa Bakar Diri Sendiri
Mahasiswa di Makassar Tewas Dibusur Usai Diserang Komplotan Geng Motor
Diduga Bunuh Diri, Napi Lapas Takalar Ditemukan Tewas Terlilit Kain Sarung
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Tak Puas Langkah Sekolah, Ortu Siswi Korban Bully di Takalar Lapor Polisi