Dari Pena ke Mafia Solar, Oknum Wartawan Resahkan SPBU di Bulukumba

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum Wartawan Resahkan SPBU di Bulukumba

Oknum Wartawan Resahkan SPBU di Bulukumba

Zonafaktualnews.com – Seorang oknum wartawan berinisial TN, yang mengaku dari Mabesnews.com, dilaporkan telah menyalahgunakan profesinya untuk terlibat dalam mafia solar.

Oknum wartawan tersebut kerap melakukan intimidasi terhadap pengawas SPBU di wilayah Bulukumba, Sulawesi Selatan, membuat resah para pengawas dan masyarakat setempat.

Salah satu pengawas SPBU yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa TN sering melakukan intimidasi dengan berkedok investigasi jurnalistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“TN sengaja membuat berita miring di setiap SPBU di sini demi mendapatkan solar tanpa surat rekomendasi dan menjual kembali pada perusahaan industri serta penambang di Bulukumba,” ungkap pengawas tersebut ke media ini, Senin (10/6/2024).

Tidak hanya pengawas SPBU yang resah, para nelayan dan petani yang bergantung pada solar subsidi juga ikut merasakan dampak dari ulah TN.

BACA JUGA :  Mafia BBM Jadi Biang Kerok Kelangkaan Diduga Kuasai SPBU di Barru

Beberapa narasumber mengkonfirmasi bahwa TN menerbitkan berita miring di beberapa SPBU untuk memuluskan aksinya mendapatkan solar subsidi tanpa rekomendasi legal.

“Benar, TN sengaja menerbitkan berita miring untuk memuluskan aksinya mendapatkan solar subsidi tanpa rekomendasi legal,” ujar seorang narasumber yang juga tidak ingin disebutkan namanya.

Ketua DPD Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (Grib) Jaya Sulsel, Muhammad Amin, sempat memberi apresiasi terhadap tindakan TN yang disebutnya sebagai “berita kontrol”. Namun, belakangan terkuak fakta bahwa beberapa pemberitaan yang dibuat TN ternyata tidak akurat.

“Kami menemukan fakta dan mengumpulkan informasi bahwa di balik gencarnya pemberitaan kontrol tersebut hanya untuk melancarkan aksi di balik kekuatan medianya,” kata Amin

BACA JUGA :  Suami Karate di Bulukumba Ditangkap Usai Aniaya Istri Hamil hingga Lebam-lebam

TN juga diketahui mengancam beberapa pihak SPBU agar dirinya bisa mengambil solar tanpa rekomendasi dari dinas terkait. Bahkan, ia kerap melakukan pemerasan dengan meminta sejumlah uang.

TN sendiri, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan bahwa ia bekerja untuk Mabesnews.com dan telah terlibat dalam bisnis solar jauh sebelum munculnya kontroversi ini.

“Iya benar, saya memang kerja solar, jauh sebelum ada yang namanya Morowali, bossku. Saya sudah jual eceran botolan. Saya ambil pertalite 1 atau 2 jerigen, terkadang 10 sampai 15 hari baru habis,” jelasnya.

TN mengaku bahwa fotonya yang beredar adalah foto lama dari dua tahun lalu dan ia menyatakan bahwa berita miring yang diterbitkan terkait hal tersebut menyebabkan fotonya disebar oleh oknum tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Miris! Proyek Rp 1,6 T "Nyolong" BBM Subsidi, Balai Pompengan Jeneberang Tak Peduli

“Terkait foto itu, itu foto lama, sudah 2 tahun, dan gara-gara itu berita hingga ada oknum yang sebar foto ini,” singkat TN melalui telepon.

Ulah TN yang menyalahgunakan profesinya sebagai wartawan untuk kepentingan pribadi tidak hanya mencoreng nama baik jurnalistik, tetapi juga meresahkan masyarakat dan menimbulkan keresahan di kalangan pengawas SPBU, nelayan, dan petani.

Kasus ini menunjukkan pentingnya integritas dalam profesi jurnalisme dan perlunya tindakan tegas terhadap penyalahgunaan wewenang.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik
Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf
Usai Kadis Perkimtan Dibui, Bos Kadin Gowa Diperiksa dalam Kasus Rp1,8 Miliar
Bentang Alam Karst di Maros Dieksploitasi Liar, Siapa Beri Hambali “Surga” Pengerukan?
Utang Gowa Rp185 M Menguap? Kompak Desak Usut Tuntas Warisan Adnan-Husniah
Nasabah Gowa Kecewa, Perpanjang Gadai di Pegadaian “Diteror” Aturan Bayar Pokok
Potret Buram Kelalaian Sistemik Pengelola Apparalang Tanpa Standar Keselamatan
Gudang Obat Overload, Dugaan Korupsi Pengadaan RSUD Syekh Yusuf Dilaporkan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:49 WITA

Tak Terima Dituding Aniaya Staf, Ketua DPRD Bone Bakal Lapor Balik

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:57 WITA

Ketua DPRD Bone Diduga Lempari Kue hingga Botol Sambal ke Wajah Staf

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:06 WITA

Usai Kadis Perkimtan Dibui, Bos Kadin Gowa Diperiksa dalam Kasus Rp1,8 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:26 WITA

Bentang Alam Karst di Maros Dieksploitasi Liar, Siapa Beri Hambali “Surga” Pengerukan?

Minggu, 21 Juni 2026 - 00:33 WITA

Utang Gowa Rp185 M Menguap? Kompak Desak Usut Tuntas Warisan Adnan-Husniah

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Janda “Londo Ireng”

Senin, 27 Jul 2026 - 14:16 WITA