Dari Ngopi ke Nostalgia, Cerita Wartawan GLAMUR yang Hidup Kembali

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah wartawan senior berkumpul dalam suasana santai sambil berbincang di sebuah warkop di Makassar.

Sejumlah wartawan senior berkumpul dalam suasana santai sambil berbincang di sebuah warkop di Makassar.

Zonafaktualnews.com – AB Iwan Azis punya jejak bersejarah di organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan.

Secara struktural, ia pernah mengisi posisi pada seksi kesejahteraan, dan seksi film. Kini, beliau merupakan anggota Dewan Penasihat PWI Sulawesi Selatan.

Kontribusi Iwan Azis dalam memajukan organisasi profesi wartawan itu, tak terbantahkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, PWI didirikan pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta. Tanggal kelahirannya ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN).

Obrolan seputar peran, pengalaman, dan kenangan Iwan Azis selama bergabung di PWI terjadi pada Kamis, 11 September 2025.

Hadirnya Asnawin Amiruddin, mantan wartawan Pedoman Rakyat di Warkop Azzahrah, Jalan Abdullah Daeng Sirua, seolah menjadi saksi dari kisah-kisah yang dituturkan Iwan Azis.

BACA JUGA :  Sopir Fortuner Berpelat TNI Palsu yang Tabrak Mobil Wartawan Ditangkap

“Saya dahulu pernah mendirikan FORWALHI bersamah Usamah Kadir dari Berita Kota Makassar,” Iwan Azis memulai ceritanya.

FORWALHI merupakan akronim dari Forum Wartawan Lingkungan Hidup, semacam kelompok wartawan yang punya perhatian pada liputan bertema lingkungan hidup, sesuai namanya.

Kelompok wartawan yang fokus pada isu lingkungan ini, di masanya cukup populer. Bagi perusahaan yang taat pada ketentuan soal lingkungan hidup, akan diberi sertifikat sebagai bentuk apresiasi.

“Pak Iwan ini punya jejaring, modal sosial, dan kemampuan mengorganisir dan menggerakkan orang. Apalagi beliau juga punya lingkaran di kalangan perusahaan reklame, sehingga bisa mengimplementasikan ide-idenya,” puji Asnawin Amiruddin.

BACA JUGA :  Emak-emak Rusuh Lempar Sandal dan Siram Air Mineral ke Jokowi

Usamah Kadir Daud yang disebut namanya itu, kerap disapa Uka. Sebelum di Berita Kota Makassar (BKM), Uka pernah menjadi wartawan Bina Baru dan Mimbar Karya.

Kegiatan dengan Uka ini, diakui, atas sepengetahuan pengurus PWI Sulawesi Selatan, di masa itu. Namun, sepak terjang FORWALHI rupanya membuat beberapa orang tidak nyaman.

Kepeloporan Iwan Azis di dunia kewartawanan bisa dilihat pula pada Press Club yang diinisiasinya. Di Press Club, posisi Iwan Azis sebagai Direktur, sedangkan Asnawin Amiruddin sebagai Sekretaris.

Press Club ini berada di Gedung PWI Sulawesi Selatan, Jalan A.P. Pettarani Nomor 31, Makassar.

BACA JUGA :  Ketua Umum PJI Soroti Larangan Wartawan Membawa HP di Polres Sumenep

Press Club ini berkonsep kafe yang menyediakan makan-minum dengan panggung, yang bisa digunakan untuk kegiatan nyanyi, pertunjukan atau diskusi. Bahkan ada pula meja billiard di sana, untuk refreshing sekaligus membangun keakraban.

Salah satu kegiatan monumental yang diadakan oleh Press Club, yakni diskusi dengan tema: “Makassar Lakekomae”. Saat itu, akan ada pemilihan Walikota Makassar, periode 2009-2014.

Ilham Arif Sirajuddin (IAS), sebagai walikota petahana, yang akan maju untuk periode kedua, hadir dalam diskusi tersebut.

Suami dari Aliyah Mustika Ilham (kini Wakil Walikota Makassar) yang akrab disapa Aco ini, akhirnya terpilih kembali, dan memimpim Makassar selama satu dekade, mulai 2004-2009 dan 2009-2014.

Berita Terkait

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh
PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul
Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius
Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan
Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor
2 Lurah di Kendari Terciduk Pesta Miras dan Open BO, Kantor Dijadikan Lokalisasi
Usai Jadi Tersangka MBG, Sony Sonjaya Sebut Nanik S Deyang Pemain Utama
Viral, Tangis Ibu Lansia di RS Balai Paru : “Rita, Sakit’ka Nak, Tidak Ada yang Lihat’ka”

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:23 WITA

Massa Tak Dikenal Merangsek, Sesi Diskusi 3 Pejabat di UGM Berakhir Ricuh

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:29 WITA

PERMAHI Kritisi Krisis Air Bersih di Tallo, Sebut Pelayanan Publik Amburadul

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:33 WITA

Polisi Dalami Kasus Kematian Pegawai SPPG di Kos Makassar, Motif Masih Misterius

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:51 WITA

Reformasi Jilid II Meledak, Mahasiswa Desak Prabowo-Gibran Lengser dari Jabatan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:38 WITA

Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Berita Terbaru