Google dan Meta Ditinggal, Pengguna Eropa Ramai-ramai Beralih ke Ecosia

Kamis, 26 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi - Pengguna Google dan Meta di Eropa semakin ditinggalkan warga beramai-ramai beralih ke Ecosia

Foto ilustrasi - Pengguna Google dan Meta di Eropa semakin ditinggalkan warga beramai-ramai beralih ke Ecosia

Zonafaktualnews.com – Sentimen negatif terhadap perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat seperti Google dan Meta semakin meluas di Eropa.

Kekhawatiran akan penyalahgunaan data pribadi dan pengaruh politik Washington mendorong pengguna digital di Benua Biru untuk mencari alternatif layanan yang lebih aman dan netral.

Salah satu nama yang kini mencuat adalah Ecosia, mesin pencari asal Jerman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data dari Similarweb menunjukkan bahwa Ecosia mengalami lonjakan penggunaan signifikan, dengan volume pencarian meningkat hingga 27 persen.

Mesin pencari yang dikenal ramah lingkungan ini kini menguasai sekitar 1 persen pangsa pasar di Jerman—angka kecil jika dibandingkan Google, namun dianggap sebagai lonjakan yang cukup berarti di tengah dominasi global raksasa teknologi AS.

BACA JUGA :  Kediaman Putin Terbakar Usai Diserang dengan 91 Drone, Rusia Ancam Balasan Keras

Kondisi ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran publik Eropa terhadap isu kedaulatan digital.

Kekhawatiran bahwa data warga Eropa dapat diakses oleh pemerintah AS melalui perusahaan-perusahaan seperti Google dan Meta mendorong migrasi digital secara perlahan namun nyata.

“Semakin banyak orang biasa mulai peduli dengan aplikasi apa yang mereka gunakan. Bahkan penata rambut saya mulai bertanya soal alternatif Gmail,” ujar Maria Farrell, pakar internet asal Inggris.

Selain Ecosia, platform Eropa lain seperti ProtonMail dari Swiss juga mulai dilirik. Layanan email ini mencatat pertumbuhan pengguna lebih dari 11 persen, sementara Gmail—produk milik Alphabet—mengalami penurunan pangsa pasar sebesar 1,9 persen.

BACA JUGA :  Pertemuan Rahasia 27 Pemimpin Eropa Terbongkar, Skenario Perang Dunia ke-3 Dibahas

Pendiri Ecosia, Christian Kroll, mengakui bahwa gelombang ketidakpercayaan terhadap perusahaan teknologi AS menjadi momentum bagi platform alternatif seperti miliknya.

“Semakin buruk sentimen terhadap mereka, semakin baik untuk kami,” katanya.

Dari sisi kebijakan, beberapa pemerintahan di Eropa mulai ambil langkah nyata. Pemerintah Jerman, misalnya, kini mengurangi ketergantungan terhadap teknologi buatan AS dan mulai beralih ke sistem open-source serta infrastruktur cloud lokal.

Di Schleswig-Holstein, semua sistem pemerintahan bahkan wajib menggunakan software non-AS.

Tak hanya itu, pemerintah Jerman juga memilih satelit internet Eutelsat milik Prancis, alih-alih menggunakan Starlink milik Elon Musk. Hal ini semakin menegaskan niat Eropa untuk melepaskan diri dari ketergantungan digital terhadap Amerika Serikat.

BACA JUGA :  Google Doodle Rayakan 3 Tahun Danau Toba

Sementara itu, perusahaan-perusahaan teknologi AS seperti Meta dan Google menilai regulasi digital Eropa—seperti Digital Services Act—sebagai bentuk pembatasan berlebihan. Namun, bagi warga Eropa, regulasi tersebut justru menjadi perisai utama dalam menjaga privasi dan kedaulatan data mereka.

Dengan kondisi ini, Ecosia bukan hanya menjadi alternatif pencarian, tetapi juga simbol perlawanan terhadap hegemoni digital Amerika.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Terungkap! Anak RZA Dijual dari Jakarta ke Sumatera, Ibu Kandung Jadi Tersangka Utama
Kejar Maling Sampai Hotel, Pemilik Toko HP di Medan Berakhir Jadi Tersangka
Karier Tamat, Dua Oknum Polisi di Jambi Dipecat Usai Perkosa Gadis 18 Tahun
Modus Tipu-tipu Jual Motor Online, TNI Gadungan di Sidrap Ditangkap
Drama Saling Menggertak Berakhir, Iran dan AS Akhirnya “Ngopi Darat” Bahas Nuklir
Wali Kota Sapu Bersih Camat di Makassar, Sisakan Satu yang Tak Digeser
Siapa Epstein yang Bikin Dunia Geger? Begini Jejak Gelap Skandal Seks Elite Global
Mantan Direktur Penyidikan Bea Cukai Ditangkap KPK Terkait Dugaan Suap Impor

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 08:14 WITA

Terungkap! Anak RZA Dijual dari Jakarta ke Sumatera, Ibu Kandung Jadi Tersangka Utama

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:45 WITA

Kejar Maling Sampai Hotel, Pemilik Toko HP di Medan Berakhir Jadi Tersangka

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:55 WITA

Karier Tamat, Dua Oknum Polisi di Jambi Dipecat Usai Perkosa Gadis 18 Tahun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 16:38 WITA

Modus Tipu-tipu Jual Motor Online, TNI Gadungan di Sidrap Ditangkap

Jumat, 6 Februari 2026 - 17:28 WITA

Drama Saling Menggertak Berakhir, Iran dan AS Akhirnya “Ngopi Darat” Bahas Nuklir

Berita Terbaru