WNI Aceh Tewas Dikeroyok di Penang, Azhari Cage Desak Kemenlu Bertindak Tegas

Selasa, 5 Agustus 2025 - 10:36 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

WNI Aceh Tewas Dikeroyok di Penang, Azhari Cage Desak Kemenlu Bertindak Tegas

Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Azhari Cage

Zonafaktualnews.com – Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Azhari Cage, mengecam keras insiden tragis yang menimpa seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh, Syahrul Ramadhan (34), yang meninggal dunia usai dikeroyok di Penang, Malaysia.

Syahrul, warga Desa Sampaimah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, diduga menjadi korban pengeroyokan brutal pada Sabtu malam (2/8/2025).

Dalam video yang beredar luas di media sosial, tampak sekelompok orang menganiaya korban, bahkan disebut-sebut aparat kepolisian Malaysia ikut terlibat dalam insiden tersebut.

“Korban diduga meninggal dikeroyok kemarin malam, dan dari video yang beredar, polisi setempat juga diduga terlibat,” ujar Azhari dengan nada geram, Senin (4/8/2025).

BACA JUGA :  Terungkap! Sosok Malik ‘Dalang Penyelundupan’ di Balik Penembakan 5 WNI di Malaysia

Sebagai senator yang dikenal vokal memperjuangkan hak-hak kemanusiaan, Azhari Cage meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini.

“Saya sebagai senator asal Aceh mengutuk tindakan ini dan meminta kepada Kemenlu dan KBRI agar mengusut secara tuntas. Tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Menurut informasi yang ia terima dari jaringan diaspora Aceh di Malaysia, masyarakat Aceh telah mengirimkan surat keberatan resmi kepada Pemerintah Malaysia sebagai bentuk protes atas peristiwa tragis itu.

BACA JUGA :  Terungkap! Sosok Malik ‘Dalang Penyelundupan’ di Balik Penembakan 5 WNI di Malaysia

“Kalau memang almarhum ada kesalahan, seharusnya sebagai bangsa yang beradab hendaknya dilakukan proses hukum, bukan pengeroyokan hingga menyebabkan kematian,” ujarnya lagi.

Azhari menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI di luar negeri merupakan tanggung jawab negara yang tidak boleh diabaikan.

Ia mendesak agar Kemenlu dan KBRI tidak hanya mengutuk, tetapi juga mengambil langkah konkret.

“Kita tidak ingin ada lagi warga negara Indonesia yang diperlakukan secara tidak manusiawi oleh negara lain. Ini menyangkut nyawa dan martabat bangsa,” katanya.

BACA JUGA :  Terungkap! Sosok Malik ‘Dalang Penyelundupan’ di Balik Penembakan 5 WNI di Malaysia

Ia menambahkan bahwa seluruh informasi, termasuk video pengeroyokan dan identitas lengkap korban, diperoleh dari jaringan relawan Aceh di Malaysia.

“Data dan video saya dapatkan dari simpul relawan Aceh di Malaysia, termasuk dari Bospom. Kita berduka mendalam atas wafatnya almarhum. Semoga Allah mengampuni segala dosanya, dan keluarga diberikan ketabahan,” pungkasnya.

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Kejati Sulsel Diduga Kangkangi SE JamPIDUM, Suradi Siapkan Aduan ke Jamwas
Tak Jelas Usut Dugaan Korupsi KONI Rp15 M, Kejari Makassar Diseret ke Jamwas
Spill Tipis-tipis Isu Selingkuh Bupati-Ketua DPRD, Admin Lambe Turah Dipolisikan
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
GRH Sulsel Minta Polri Jangan Cuma Tangkap Kurir, Sikat dan Miskinkan Bandar Sabu
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
AHY Berpeluang Besar Menggantikan Wapres Gibran Bila Tergeser dari Istana