Ustaz Dasad Latif “Ceramahi” PPATK Usai Rekening Pribadi Diblokir

Minggu, 10 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustaz Dasad Latif

Ustaz Dasad Latif

Zonafaktualnews.com – Ustaz Dasad Latif secara gamblang “menceramahi” PPATK terkait kebijakan pemblokiran rekening pasif yang baru-baru ini menimpa rekening pribadinya.

Bukan ceramah dalam arti menggurui dari atas mimbar, melainkan luapan kekecewaan dan kritik tajam yang keluar dari hati seorang warga negara yang merasa diperlakukan tidak adil.

Dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @terkinidotid pada Jumat (8/8/2025), Ustaz Dasad bercerita bagaimana dirinya merasa diperlakukan tidak adil oleh kebijakan yang bertentangan dengan ajakan pemerintah selama ini untuk giat menabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bayangkan saja, saya diajak menabung, tapi setelah itu rekening saya malah diblokir karena tidak aktif,” katanya dengan nada penuh heran dan kecewa.

BACA JUGA :  Eks Kepala PPATK Ungkap Ada Praktik "Tuyul" di Ditjen Pajak

Ustaz Dasad Latif tak segan menuding kebijakan tersebut salah kaprah, bukan mendidik dan memudahkan masyarakat, tapi malah mempersulit dan memberatkan. Terlebih, membuka blokiran rekening tidak hanya ribet, tapi juga harus membayar biaya Rp 100.000.

“Kalau 120 juta rekening diblokir, dan masing-masing harus bayar segitu, ini sudah seperti pungutan liar!” ujarnya sambil menyindir.

Beban kebijakan ini semakin terasa berat karena proses pembukaan blokir yang memakan waktu sampai tujuh hari kerja, jauh dari janji Presiden yang mengklaim komplain bisa langsung diproses hari itu juga.

BACA JUGA :  Inisial T Trending: Tomy Winata Dituding sebagai Aktor Utama Judi Online, Benarkah?

“Saya disuruh menunggu tujuh hari, seolah-olah nasabah ini murid yang harus belajar sabar dulu sebelum uangnya bisa dipakai lagi,” imbuhnya.

Yang paling disesalkan Ustaz Dasad Latif adalah citra buruk yang menempel pada mereka yang rekeningnya diblokir.

“Seolah-olah kalau rekeningmu diblokir, kamu dianggap pelaku kejahatan. Padahal tabungan saya untuk pembangunan masjid, bukan uang haram,” tegasnya.

Kritik dari Ustaz Dasad ini pun memantik reaksi luas dari masyarakat, yang ada yang mendukung dan ada pula yang mempertanyakan kebijakan PPATK itu sendiri. Bahkan, pakar dari UGM, Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, menganggap pemblokiran rekening pasif ini seperti kebijakan yang ‘brute force’, keras dan tanpa kajian matang, yang justru merugikan masyarakat banyak.

BACA JUGA :  Proyek Makan-Minum Pejabat Gowa Sarat Kongkalikong

Di akhir video, Ustaz Dasad berharap kritiknya kepada PPATK bukan hanya menjadi keluhan kosong, tapi menjadi masukan berharga agar kebijakan keuangan negara bisa lebih ramah dan tidak menyusahkan rakyat kecil.

“Kalau niatnya baik, pasti Allah tunjukkan jalan yang baik,” tutupnya dengan penuh harap.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare
Heboh Video “Batang Membara”, Polisi Tangkap Pelaku dan Telusuri Jejak Digital
Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola
GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”
Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?
Isi Chat Sony Sanjaya Terbongkar, Kejagung Kantongi 26 Tokoh di Balik Jatah SPPG
SPMB SMAN 1 Parepare Kacau, Jalur Domisili Diukur Skor, Bukan Jarak Rumah
Bandar Lintas Daerah Diciduk, 421 Gram Sabu Gagal Merusak Maros dan Bone

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WITA

SPMB “Beleng-beleng”, Data Luar Negeri dan Gunung Es Masuk Zonasi SMAN 1 Parepare

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:02 WITA

Heboh Video “Batang Membara”, Polisi Tangkap Pelaku dan Telusuri Jejak Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:42 WITA

Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola

Jumat, 12 Juni 2026 - 03:28 WITA

GOR SMKN 6 Makassar Disewakan, Aset Pendidikan Dituding Jadi “Sapi Perah”

Jumat, 12 Juni 2026 - 01:42 WITA

Menakar Kinerja Polrestabes Makassar, Ada Apa di Balik Narasi “Kurang Bukti” Kasus MH?

Berita Terbaru