Uji Keaslian Dimulai, Salinan Ijazah Jokowi Dibuka Tanpa Sensor ke Publik

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salinan Ijazah Jokowi (Foto Antara)

Salinan Ijazah Jokowi (Foto Antara)

Zonafaktualnews.com – Pembukaan salinan ijazah resmi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tanpa disensor, menandai fase baru dalam penelitian terkait keaslian dokumen tersebut.

Pakar hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman Purwokerta, Prof. Hibnu Nugroho, menilai langkah yang dilakukan Bonatua Silalahi yang menerima salinan langsung dari KPU sudah tepat.

Prof. Hibnu menjelaskan, salinan ijazah ini merupakan bahan primer resmi yang sah dan dapat dijadikan objek penelitian ilmiah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salinan yang dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti KPU tentu berbeda dengan data yang hanya bersumber dari media sosial. Ini menjadi babak baru untuk menilai dokumen: apakah tanda tangannya sama, nomor ijazah identik, dan sebagainya,” ujar Prof. Hibnu, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, dokumen yang telah dilegalisir pejabat berwenang dapat digunakan sebagai alat bukti sah di persidangan.

BACA JUGA :  Penampakan Kecurangan di Website KPU, Suara 02 dari 107 Jadi 804

“Kalau sebelumnya ada dugaan kesesatan objek, sekarang fokusnya jelas: dokumen resmi yang diterbitkan oleh KPU,” jelasnya.

Prof. Hibnu menekankan, salinan ini hanya bisa membuktikan parameter identik dengan ijazah asli.

Sementara verifikasi keaslian secara forensik tetap hanya dapat dilakukan di persidangan dengan menguji dokumen asli.

“Fotokopi yang telah dilegalisir tidak bisa dianalisis forensik sepenuhnya. Forensik membutuhkan ijazah aslinya,” tambahnya.

Ia berharap pihak penegak hukum dapat memfasilitasi proses pengukuran identik dan keaslian dokumen.

Jika hasil penelitian menunjukkan semua identik, maka harus diterima. Namun jika ada perbedaan, Prof. Hibnu menekankan, tidak perlu langsung menuduh.

“Masalah identik atau tidak identik akan diputuskan di pengadilan,” ujarnya.

Mengenai tuduhan sebelumnya dari Roy Suryo Cs soal ijazah Jokowi yang diduga palsu, Prof. Hibnu menekankan bahwa sekarang proses dimulai dari data resmi yang baru.

BACA JUGA :  Debat Ketiga Capres Malam Ini Digelar di Istora Senayan

“Meskipun sebelumnya hanya fotokopi, itu tetap menjadi awal untuk menilai kembali data yang ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, di persidangan nanti semua pihak akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menilai dan menerima hasil uji dokumen.

Sementara itu, Bonatua Silalahi menyatakan akan meneliti salinan ijazah yang diterimanya dari KPU dan membandingkannya dengan ijazah yang akan dimintanya dari KPU DKI Jakarta dan Surakarta.

Menurut Bonatua, mendapatkan data resmi langsung dari KPU akan lebih memudahkan penelitian.

Di sisi lain, relawan Jokowi, David Pajung, menilai pembukaan salinan ijazah ini tidak akan memengaruhi status asli atau palsu ijazah Jokowi.

Menurutnya, dokumen ini adalah hak publik yang dapat diakses selama ada legal standing.

BACA JUGA :  KPU Akhirnya Akui Ada Kontrak Kerjasama dengan Alibaba Cloud

“Apa yang dipermasalahkan? Semua prosedur sudah sesuai aturan KPU dan Komisi Informasi Pusat (KIP),” ujarnya.

David juga menjelaskan adanya perbedaan legalisasi pada tiap pencalonan Jokowi, mulai dari Solo, DKI Jakarta, hingga KPU pusat, merupakan hal yang wajar.

“Pejabat yang menandatangani berbeda di setiap periode, mulai dari rektor, dekan, hingga pejabat KPU. Legalitas ijazah yang berbeda waktu pencalonan itu hal normal,” katanya.

David menegaskan, salinan yang dibuka tidak membuktikan keaslian ijazah.

“Pembuktian asli atau palsu ijazah itu ada dua: dari pihak penerbit, yaitu UGM, dan dari persidangan terkait dugaan fitnah dan manipulasi yang dilakukan oleh Roy Cs,” tutupnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz
Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target
Demo Narkoba di Lapas Bollangi Chaos, Mahasiswa Dipukuli dan Diseret Bak Binatang
LBH MRI Tuntut Hukuman Berat Pelaku atas Kematian Wanita Ahli Bela Diri di Makassar
Pertamina Pastikan Narasi Larangan Pertalite Merek Mobil Tertentu Hoaks
Dipolitisasi di Film Pesta Babi, Pejuang Lingkungan Balik Arah Dukung Food Estate
Owner FF Koar-koar Bravo BPOM-Polri, Netizen: “Samaji’ko Dulu Mercurit”
Pilu Tokoh Masyarakat Jeneponto, Tangan Nyaris Putus Tegur Prostitusi Malah Dibui

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 02:32 WITA

Urat Nadi Energi Dunia Kembali Berdenyut, AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:52 WITA

Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp17.730, Menkeu Purbaya Pasang Badan Kejar Target

Senin, 25 Mei 2026 - 17:44 WITA

Demo Narkoba di Lapas Bollangi Chaos, Mahasiswa Dipukuli dan Diseret Bak Binatang

Senin, 25 Mei 2026 - 15:44 WITA

LBH MRI Tuntut Hukuman Berat Pelaku atas Kematian Wanita Ahli Bela Diri di Makassar

Senin, 25 Mei 2026 - 10:27 WITA

Pertamina Pastikan Narasi Larangan Pertalite Merek Mobil Tertentu Hoaks

Berita Terbaru