Tambang Ilegal Menari di Atas Kerusakan Lingkungan, Polres Maros “Tidur Nyenyak”

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:05 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tambang Ilegal Menari di Atas Kerusakan Lingkungan, Polres Maros “Tidur Nyenyak”

Aktivitas truk pengangkut material tambang ilegal di Moncong Loe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Zonafaktualnews.com – Tambang ilegal di Moncong Loe tak ubahnya seperti pesta liar yang menari di atas kerusakan lingkungan.

Di tengah raungan mesin dan debu yang menyesakkan, kontur alam dilumat tanpa ampun, dan truk-truk pengangkut material melaju tanpa jeda. Hukum hanya berdiri di kejauhan, diam dan lumpuh.

Aktivitas tambang ini berlangsung brutal, di belakang Kantor Camat Moncong Loe dan wilayah Patontongan, Kecamatan Moncong Loe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Tidak hanya merusak bentang alam, tapi juga jalanan warga yang kini berlubang parah, tertutup debu, dan membahayakan keselamatan.

Ironisnya, aparat penegak hukum tampak “tidur nyenyak” di tengah kehancuran ini.

BACA JUGA :  Polisi Bongkar Korupsi DAK Rp 1,9 Miliar di Perpustakaan Maros, 5 Tersangka Ditahan

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Kanit Tipiter) Polres Maros, Iptu Wawan, memilih bungkam. Tak sepatah kata pun keluar, seakan mengisyaratkan ada yang tengah ditutupi.

Pantauan di lapangan menunjukkan, alat berat terus beroperasi hampir sepanjang hari, tanpa pengawasan, tanpa papan proyek, tanpa ketakutan. Warga menduga keras bahwa aktivitas ini tidak mengantongi izin resmi alias ilegal.

Tak hanya menimbulkan kebisingan dan kerusakan jalan, warga kini dihantui potensi bencana ekologis, seperti longsor dan banjir genangan saat musim hujan, akibat penggalian liar yang tidak terkendali.

BACA JUGA :  Garuda Asta Cita Nusantara Desak Penghentian Tambang Nikel di Raja Ampat

“Kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab. Tapi ini sudah keterlaluan. Jalan rusak, debu di mana-mana, dan saat hujan deras, kami takut banjir,” kata seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan, Selasa (29/7/2025).

Yang lebih mengejutkan, aktivitas tambang ini disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan, tanpa satu pun tindakan tegas dari aparat. Masyarakat mulai menduga adanya pembiaran sistematis.

Sikap diam Kanit Tipiter saat dikonfirmasi justru mempertebal kecurigaan warga. Banyak yang percaya tambang ilegal ini seperti punya “karpet merah” hukum untuk terus berjalan.

Sejumlah aktivis lingkungan pun angkat bicara, mendesak Polda Sulsel dan Kementerian ESDM untuk segera turun tangan.

BACA JUGA :  Viral Kasus "86" Narkoba di Makassar dan Wajo, Berita 404, Oknum Polisi Tidak Diproses?

“Kalau dibiarkan, ini jadi preseden buruk. Hukum seolah tumpul ke penambang ilegal. Penegakan hukum tidak boleh tebang pilih,” tegas seorang aktivis lingkungan.

Hingga berita ini diterbitkan, tambang ilegal Moncong Loe masih terus beroperasi. Truk-truk tambang melintas bak raja jalanan, sementara aparat seolah terbuai dalam mimpi panjang.

(Dg Tojeng/Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker
Kebijakan Tidak Jalan! Gerindra Sebut Tiga Menteri Layak Diberi “Rapor Merah”
Digeruduk Loyalis Usai Fitnah Anggota DPR RI, Kadispar Sultra Minta Maaf
Tawuran Pecah di Makassar, Konvoi Motor Diserang Pakai Busur dan Batu
Makam Tebing Toraja Utara Dilahap Karhutla, 270 Jenazah Berakhir Jadi Abu
Houthi Gempur Habis-habisan Arab Saudi, Kilang Minyak Ras Tanura Terbakar
Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA