Tak Hanya DPRD Kota, Massa Juga Bakar Gedung DPRD Provinsi dan Kejati Sulsel

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 02:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase – Kantor DPRD Sulsel (kiri) dan Kejati Sulsel (kanan) dibakar demonstran

Foto Kolase – Kantor DPRD Sulsel (kiri) dan Kejati Sulsel (kanan) dibakar demonstran

Zonafaktualnews.com – Aksi pembakaran tak hanya menimpa Kantor DPRD Kota Makassar. Massa juga menyerbu Gedung DPRD Provinsi Sulsel dan kantor Kejati Sulsel pada Jumat (29/8/2025) malam.

Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar pukul 00.35 WITA, massa awalnya membakar pos jaga dan kendaraan roda empat yang terparkir di depan Kantor DPRD Sulsel.

Saksi mata melaporkan, massa berulang kali melempar bom molotov ke arah gedung utama, yang diduga membuat api membesar.

“Dilempari bom molotov sambil teriak ‘revolusi, revolusi’,” kata salah seorang saksi.

Tak hanya gedung DPRD Sulsel, kantor Kejati Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo juga terkena dampak.

Sejumlah mobil yang terparkir di dalam area dibakar. Sekitar pukul 22.25 WITA, api mulai menjalar ke gedung.

“Masih menyala api. Damkar belum datang, mungkin sekitar tujuh mobil,” ujar salah satu warga di lokasi.

“Awalnya massa cuma tutup jalan di depan kampus UMI, tapi malamnya mulai rusuh,” tambahnya.

BACA JUGA :  Koalisi Advokat Sulsel Gedor Polrestabes Makassar Tuntut dan Desak Kasat Reskrim Dicopot

Dalam video yang beredar di media sosial, massa terlihat berhasil menyusup ke dalam kantor kejaksaan dan membakar dua unit mobil beserta pos satpam.

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar telah mengerahkan anggota, namun upaya pemadaman terhambat kepadatan lalu lintas.

Kerusuhan ini merupakan buntut kemarahan massa atas tewasnya Affan, seorang driver ojol, yang sehari sebelumnya dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

BACA JUGA :  GMPH Sulsel Desak Kejati Periksa 3 Nama Terkait Kasus ART DPRD Tana Toraja

Affan dikenal sebagai tulang punggung keluarga, sehingga kematiannya memicu gelombang solidaritas luas.

Massa membentangkan spanduk bertuliskan “Menuju Revolusi Jilid II, Rakyat Bersatu, Polisi Pembunuh” di tengah jalan. Orator dengan lantang memimpin yel-yel.

“Rakyat bersatu, rakyat bersatu! Polisi pembunuh, polisi pembunuh!”

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati
Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan
Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid
269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim
Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10
Kejari Ekspose Kasus Korupsi Jalan Beton PUPR Parepare 2025
Anak Jahanam di Kuningan Bunuh Ibu Kandung hanya karena Dibangunkan Salat
Rugikan Negara Rp223,6 Miliar, KPK Jebloskan 4 Tersangka Iklan Bank BJB

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:58 WITA

Pejabat di Gowa Nyemrempet Politik Praktis di Tengah Polemik DPRD dan Bupati

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:14 WITA

Lomba Paling Heboh “Menangkap Janda”, Dg Jaka Sial Dapat Batangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 03:14 WITA

Heboh, Guru SD di Jeneponto Dijambak dan Dikeroyok Tiga Orang Tua Murid

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:32 WITA

269 Siswa di Karo Keracunan Massal Usai Santap MBG dari Dapur SPPG Kodim

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31 WITA

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Berita Terbaru

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Dg Beddu Apes! Minta 5+5=10, Dikasih Jalan 6×2+10-2-11+1=10

Kamis, 13 Agu 2026 - 12:31 WITA