Tak Bisa Mengelak! Kejagung Patahkan Bantahan Pertamina Soal Tak Oplos Pertamax

Jumat, 28 Februari 2025 - 21:58 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Tak Bisa Mengelak! Kejagung Patahkan Bantahan Pertamina Soal Tak Oplos Pertamax

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar (X/BosPurwa)

Zonafaktualnews.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) patahkan bantahan PT Pertamina Patra Niaga yang menyatakan tidak ada praktik pengoplosan bahan bakar minyak (BBM).

Dengan bukti kuat yang dikantongi penyidik, Kejagung memastikan adanya praktik blending RON 90 (Pertalite) dengan RON 92 (Pertamax), yang kemudian dijual dengan harga Pertamax.

Temuan ini didasarkan pada hasil penyidikan, keterangan saksi, serta bukti-bukti yang telah dikumpulkan, sehingga menggugurkan bantahan Pertamina terkait dugaan pengoplosan BBM.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, menegaskan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan alat bukti yang valid.

“Penyidik menemukan bahwa ada praktik pengoplosan. RON 90 atau bahkan yang lebih rendah, seperti RON 88, dicampur dengan RON 92. Jadi ada proses blending antara dua jenis BBM,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kejaksaan Agung pada Rabu (26/2/2025).

Abdul Qohar mengungkapkan bahwa dugaan pengoplosan ini bukan sekadar asumsi, melainkan didukung oleh kesaksian para saksi yang telah diperiksa.

BACA JUGA :  Kejagung Sita Rp5,5 Miliar dari Kolong Kasur Hakim, DPR: Kepercayaan Publik Hilang

Ia juga menambahkan bahwa hasil oplosan tersebut tetap dijual dengan harga Pertamax, yang tentunya berpotensi merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Fakta penyidikan menunjukkan bahwa RON 90 atau bahkan RON 88 dicampur dengan RON 92, lalu dipasarkan dengan harga RON 92,” tegasnya.

Terkait temuan ini, Kejagung akan melibatkan para ahli untuk melakukan penelitian lebih lanjut guna memperkuat bukti yang ada.

“Ahli akan meneliti lebih lanjut, tetapi sejauh ini, fakta dan alat bukti yang kami temukan menunjukkan praktik tersebut. Keterangan saksi juga mengarah ke kesimpulan yang sama,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengan Komisi VII DPR, PT Pertamina Patra Niaga membantah tudingan pengoplosan dan menyebut bahwa yang terjadi hanyalah proses penambahan zat aditif pada Pertamax sebelum didistribusikan ke SPBU.

BACA JUGA :  Proyek Chromebook Rugikan Negara, Nadiem Makarim Ditetapkan Tersangka

Pelaksana Tugas Harian (Pth) Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan bahwa bahan bakar yang diterima di terminal sudah dalam bentuk RON 90 dan RON 92 tanpa ada perubahan nilai oktan.

“Di Patra Niaga, kami menerima BBM di terminal dalam bentuk RON 90 dan RON 92. Tidak ada perubahan RON. Yang ada hanyalah proses penambahan zat aditif dan pewarnaan untuk meningkatkan kualitas produk,” ujar Ega dalam rapat tersebut.

Ega juga menegaskan bahwa proses injeksi aditif merupakan hal yang lumrah dalam industri migas dan bertujuan untuk meningkatkan performa bahan bakar.

“Meskipun sudah memiliki RON 90 dan RON 92, BBM tersebut masih dalam bentuk base fuel, yang berarti belum ditambahkan zat aditif untuk meningkatkan kualitasnya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Prabowo Temukan Rp39 Triliun Dana Mengendap di Rekening Tak Bertuan

Namun, Ega membantah bahwa proses tersebut bisa dikategorikan sebagai pengoplosan. Ia menekankan bahwa blending yang dilakukan bukan bertujuan mengubah spesifikasi BBM, melainkan untuk memberikan nilai tambah.

“Ketika dilakukan proses blending, tujuannya adalah meningkatkan manfaat produk tersebut, bukan mengubah RON-nya,” kata Ega.

Selain itu, Ega menambahkan bahwa setiap produk yang diterima Pertamina telah melalui serangkaian uji laboratorium guna memastikan kualitas BBM tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

“Kami melakukan pengujian kualitas produk secara rutin setelah diterima di terminal, dan itu terus kami pantau hingga sampai ke SPBU,” pungkasnya.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas
Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill
Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose
Dalih Operasional MBG, Wanita di Makassar Sikat 19 Mobil Rental Lalu Digadai
dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal
Antrean Truk Mengular di Parepare, Pertamina Cuek: Saya Urus Dalam Pager
Diserang Busur Saat Pasang Spanduk, Mahasiswa UNDIPA Makassar Lapor Polisi
Polisi Bongkar Modus Operator SPBU Parepare “Kuras” BBM, Izin Terancam Dicabut

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:49 WITA

Kayu Ilegal di Luwu Utara Digagalkan, Sopir dan Truk Diamankan Petugas

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WITA

Jalan Beton Parepare Diduga Ubah Ready Mix, Mutu K250 Diminta Diuji Core Drill

Kamis, 17 September 2026 - 02:40 WITA

Kejari Kantongi LHP BPK, Kasus Korupsi Jalan Beton Parepare Segera Diekspose

Kamis, 17 September 2026 - 02:25 WITA

Dalih Operasional MBG, Wanita di Makassar Sikat 19 Mobil Rental Lalu Digadai

Rabu, 16 September 2026 - 16:16 WITA

dr Mintarsih Kuliti Sisi Gelap Blue Bird, Mulai dari Penculikan hingga Bekingan Jenderal

Berita Terbaru