Sistem Ganjil Genap CFD Boulevard Di-offkan Sementara, Pedagang Kini Bisa Berjualan Berhadapan

Jumat, 9 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Panakkukang bersama jajaran Forkopimcam, perwakilan OPD, pengelola CFD Boulevard, dan Forum Pedagang UMKM saat rapat penataan pedagang CFD, pada Rabu (7/5/2025).

Camat Panakkukang bersama jajaran Forkopimcam, perwakilan OPD, pengelola CFD Boulevard, dan Forum Pedagang UMKM saat rapat penataan pedagang CFD, pada Rabu (7/5/2025).

Zonafaktualnews.com – Pemerintah Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, resmi menonaktifkan sementara sistem ganjil genap bagi pedagang di Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard.

Mulai Minggu ini, seluruh pedagang diperbolehkan kembali berjualan secara berhadapan, dengan tetap mematuhi aturan penataan lokasi.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat lanjutan yang digelar di Sekretariat CFD, Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kamis (8/5/2025), yang merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sehari sebelumnya di Kantor Camat Panakkukang pada Rabu (7/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat tersebut menghadirkan berbagai pihak, antara lain Forum Pedagang UMKM CFD, perwakilan dari Dinas Kesehatan Makassar, Dinas Perhubungan Makassar, Direktur PD Parkir, Lurah Masale, Ketua LPM Masale, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengelola CFD Boulevard, serta Camat Panakkukang, Muhammad Ari Fadli.

BACA JUGA :  Benarkah Ada Pungutan Liar di CFD Boulevard Makassar? Ini Klarifikasi Pengelola

“Alhamdulillah, sesuai harapan kita semua, Minggu ini sudah bisa berjualan berhadapan. Tapi perlu dicatat, kalau nantinya terlihat semrawut, aturan ganjil genap akan diberlakukan kembali,” tegas Lurah Masale, Akbar Rahman.

Dalam simulasi penataan baru ini, sistem klaster kembali diterapkan. Pedagang non-makanan seperti penjual pakaian, sepatu, dan aksesoris ditempatkan di area median tengah.

Sedangkan pedagang makanan ditempatkan di sisi selatan yang lebih representatif, dekat dengan ruko.

“Ini permintaan langsung dari Pak Wali Kota. Beliau menginginkan penataan ini rapi dan sesuai klaster. Jangan sampai penjual pakaian nanti bajunya bau bakso,” ujar Camat Panakkukang, Muhammad Ari Fadli, menirukan arahan Wali Kota Makassar yang hadir siang itu bersama Menteri Sosial saat berkunjung ke Kelurahan Pandang.

BACA JUGA :  Camat Panakkukang Tegaskan Sistem Ganjil Genap Tetap Berlaku di CFD Boulevard

Ari menambahkan bahwa penataan ini bersifat uji coba dan akan dievaluasi secara berkala.

“Kalau ini berjalan tertib dan rapi, kami bisa permanenkan sistem berhadapan. Tapi kalau kacau lagi, sistem ganjil genap pasti akan diberlakukan kembali,” tegasnya.

Camat Ari Fadli juga mengingatkan agar tidak ada lagi pihak yang mengklaim atau mematok lokasi secara sepihak.

“Saya minta tidak ada lagi yang mematok-matok lokasi. Semua harus tunduk pada aturan yang sudah kita sepakati. Ini demi kenyamanan bersama,” ucapnya.

Seluruh mekanisme teknis penataan berada di bawah koordinasi Kelurahan Masale, dibantu oleh LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta PD Parkir.

BACA JUGA :  Benarkah Ada Pungutan Liar di CFD Boulevard Makassar? Ini Klarifikasi Pengelola

Beberapa aturan tambahan juga mulai diberlakukan, antara lain:

  • Pedagang makanan hanya diperbolehkan menggunakan satu meja dan empat kursi
  • Kegiatan jual beli dibatasi hingga pukul 09.30 WITA
  • Area CFD harus bersih dari aktivitas dagang paling lambat pukul 10.00 WITA
  • Semua pedagang wajib menggunakan tenda ukuran 2×2 meter, tanpa ketentuan warna
  • ID card pedagang akan diperbarui sesuai data terkini

Camat Ari Fadli berharap semua pihak, terutama Forum UMKM CFD Boulevard, ikut mengawal dan menyosialisasikan kebijakan ini.

“Kalau semua komitmen menjaga taman dan ketertiban, kita bisa pertahankan sistem berhadapan ini setiap minggu,” pungkasnya.

Penulis : Ketua Umum Serikat Wartawan, Ibhe Ananda
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok


Berita Terkait

Budiman S Warning MA agar Tak Ulangi Dugaan “Kejahatan Prosedural” di PT Makassar
Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”
Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian
Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran
Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru
Menu MBG di SMKN 2 Bone Ditemukan Ulat, Siswa Mengeluh Sakit Perut
Kecewa, Budiman S Sebut PT Makassar “Bukan Lagi Wakil Tuhan, Tapi Wakil Iblis”
Efisiensi Anggaran Dipertanyakan, Motor MBG Diduga Di-markup Fantastis

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:18 WITA

Budiman S Warning MA agar Tak Ulangi Dugaan “Kejahatan Prosedural” di PT Makassar

Jumat, 17 April 2026 - 11:28 WITA

Gaet 24 Kreator, Hasil Payah! Diskominfo Sulsel Disindir Netizen “Palabusi Doe”

Jumat, 17 April 2026 - 02:23 WITA

Status Ijazah Jokowi Belum Diputus, Hakim Tak Pernah Nyatakan Keaslian

Jumat, 17 April 2026 - 01:30 WITA

Isu Pemakzulan Prabowo Subianto Disebut Dirancang, Pengamat Soroti Gibran

Kamis, 16 April 2026 - 23:45 WITA

Samin Tan dan Purnomo Pernah Masuk Forbes, Mintarsih Ungkap Fakta Baru

Berita Terbaru