Sekda Takalar Tepis Soal Video Viral yang Kampanyekan Cawapres 02

Senin, 15 Januari 2024 - 16:16 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Sekda Takalar Tepis Soal Video Viral yang Kampanyekan Cawapres 02

Sekda Takalar saat membawa kegiatan Rembuk Guru di Museum Daerah Balla Appaka Sulapa' Takalar

Zonafaktualnews.com – Sekda Takalar Muhammad Hasbi menepis soal video viral yang dianggap telah kampeyakan cawapres 02.

Hasbi menjelaskan bagaimana peristiwa terjadinya yang kemudian dinilai telah mengkampanyekan putra sulung Presiden Jokowi.

“Jadi begini, sambutan saya tersebut terjadi pada 10 Januari 2023 pada acara Rembuk Guru Kabupaten Takalar,

Seluruh guru hadir, baik guru PNS, PPPK dan honorer. Ada tanya jawab di situ yang kemudian berkembang menjadi diskusi.”kata Muhammad Hasbi, Senin (15/1/2023).

Hasbi menambahkan bahwa para guru honorer mempertanyakan kebijakan pemerintah yang belum mengangkat mereka menjadi PPPK padahal sudah mengabdi bertahun-tahun.

“Jadi ada sorotan terhadap belum diangkatnya seluruh guru honorer. Jadi saya jelaskan mengenai postur APBD kita yang tidak mampu menjamin ketersediaan anggaran untuk gaji PPPK jika ditambah,

Disitulah saya kutip pernyataan bapak Presiden yang berkomitmen mengangkat jutaan CPNS pada masa mendatang,

Tidak ada ajakan  memilih pasangan calon ataupun menyampaikan visi misi paslon yang saya sampaikan adalah program presiden,” urai Hasbi.

Hasbi menegaskan bahwa ada pihak yang memenggal diskusi itu secara utuh dan menyayangkan kesalahpahaman dari seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA :  Viral Video Perundungan Siswa SMP Negeri 3 Sungguminasa Gowa

“Jadi saya menyesalkan peristiwa ini. Jika anda hadir langsung, maka akan paham alur diskusi itu.

Rasanya Ada tangan-tangan jahat yang mencoba merusak stabilitas daerah ini pada tahun politik 2024. Kita semua sudah mengikuti deklarasi netralitas ASN,

Dan sekedar catatan, acara itu dihadiri Ketua DPRD Takalar yang berasal dari partai PKS yang merupakan pengusung pasangan Capres.

Jika betul saya mengkampanyekan capres lain, beliau yang pertama kali akan mencak-mencak di acara itu.” kunci Hasbi.

Diberitakan sebelumnya, video Sekda Kabupaten Takalar, Sulsel, Muhammad Hasbi viral di media sosial, Senin (15/1/2023).

BACA JUGA :  Prabowo Janji Tak Pakai Fasilitas Negara Saat Kampanye, Eh Malah Terciduk

Dalam video tersebut, Muhammad Hasbi, ‘mengkampanyekan’ Cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka.

Hasbi menyampaikan hal itu saat kegiatan Rembuk Guru di Museum Daerah Balla Appaka Sulapa’ Takalar, pada Rabu (10/1/2023) lalu.

Sekda Takalar tersebut berbicara dan memaparkan terkait kesulitan Pemkab Takalar untuk mendanai PPPK.

Dia kemudian meminta kepada guru-guru yang belum terangkat PPPK agar menunggu seleksi CPNS.

Di sela-sela sambutannya itu, Hasbi menyebut bahwa Jokowi sudah menjanjikan pengangkatan CPNS jika Gibran menang.

“Pak Jokowi sudah janjikan, kalau anaknya menang, Insyaallah akan dilanjutkan program pengangkatan CPNS jutaan,” kata Hasb.

Hasbi meminta agar mengapresiasi kebijakan dari pemerintah pusat terkait pengangkatan CPNS itu.

“Itu harus diapresiasi, pengangkatan CPNS kita butuh, guru-guru ini kurang, tapi kita tidak mau menambah beban APBD, kita maunya anggaran dari pusat bertambah untuk penggajian PPPK,” ucapnya.

BACA JUGA :  Disebut Tengah Hamil, Wanita Diduga “Hugel” Wahyudin Dituding Sebar Video

Merespont video viral itu, Ketua Bawaslu Takalar, Nelly mengaku telah mengetahui dan melihatnya.

Kasus Sekda Takalar yang diduga kampanyekan pasangan Prabowo Subianto itu tengah didalami.

“Sekarang kami lagi melakukan pembahasan di internal Bawaslu untuk menentukan mekanisme penanganannya,” kata Nelly kepada wartawan.

Nelly mengaku tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk menentukan jenis pelanggaran Sekda Takalar. Dan Bawaslu dalam waktu dekat akan rapat Pleno.

“Kami akan bahas di rapat pleno. Ketika cukup bukti mungkin tidak akan dilakukan penelusuran dan kalau belum cukup maka dilakukan penelusuran. Itu termasuk pemeriksaan saksi-saksi,” ujarnya.

 

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa
Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia
Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang
Warga Gowa Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, Mafia Gas Diduga Mainkan Distribusi?
173 Siswa-Guru Keracunan MBG, Mitra SPPG Tator Salahkan Korban yang Makan
Sengkarut Upah Pekerja, Proyek Rehabilitasi Irigasi di Takalar Disetop Paksa
Kadishub Gowa Dinilai “Injak” Wibawa Bupati, TIB Duga Ada Upaya Makar
7 Pejabat “Disapu Bersih” Bupati, Sisa 8 Termasuk Kadishub Gowa Bakal Ditendang?

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 01:02 WITA

Jaringan BSS VinFast di Gowa-Maros Hanya Omon-omon, Konsumen Kecewa

Minggu, 13 September 2026 - 16:26 WITA

Irigasi Bungadidi di Lutra Jebol Lagi, Proyek Rp16,2 Miliar Menguap Sia-sia

Jumat, 11 September 2026 - 02:02 WITA

Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang

Senin, 7 September 2026 - 02:49 WITA

Warga Gowa Kelimpungan Cari LPG 3 Kg, Mafia Gas Diduga Mainkan Distribusi?

Senin, 7 September 2026 - 01:24 WITA

173 Siswa-Guru Keracunan MBG, Mitra SPPG Tator Salahkan Korban yang Makan

Berita Terbaru