Satelit China Meneropong Kehancuran Gaza Lampaui Nagasaki

Minggu, 28 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satelit China Meneropong Kehancuran Gaza Lampaui Nagasaki (Foto Reuters/Stringer)

Satelit China Meneropong Kehancuran Gaza Lampaui Nagasaki (Foto Reuters/Stringer)

Zonafaktualnews.com – Satelit China meneropong kehancuran Gaza melampaui Nagasaki, Jepang  yang dibom atom AS pada tahun 1945.

Sejak 7 Oktober lalu, satelit China merinci skala kehancuran di wilayah Palestina yang diserang.

Satelit itu bernama Luojia-3 dan Dongfang Huiyan Gaofen-1 yang dikembangkan oleh Universitas Wuhan dan Badan Antariksa Nasional Tiongkok yang diluncurkan sebelum Israel membom  Jalur Gaza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melangisr SCMP, analisis citra kedua satelit ini menunjukkan sekitar 60 persen dari seluruh bangunan di Gaza telah hancur dalam enam bulan terakhir.

Analisis ini dipresentasikan oleh salah satu peneliti utama satelit Luojia-3, Li Deren, pada sebuah konferensi ruang angkasa.

“Analisis komparatif menunjukkan bahwa pada 2 Maret 2024, 58,4 persen bangunan dan 34,1 persen lahan pertanian di Jalur Gaza rusak,” kata Li Deren, profesor penginderaan jarak jauh di Universitas Wuhan, dalam Konferensi Antariksa China di kota Wuhan.

Dengan menggunakan algoritma pengenalan otomatis yang canggih, satelit-satelit tersebut mendeteksi dan menilai kerusakan pada berbagai jenis bangunan termasuk sekolah, universitas, rumah sakit, dan tempat ibadah.

BACA JUGA :  Turki Geram! Erdogan Ancam Israel Bayar Mahal Jika Gaza Kembali Berdarah

Selain itu, satelit-satelit tersebut juga mampu mengidentifikasi lokasi, ukuran, dan jumlah kawah rudal dari waktu ke waktu.

Per 2 Maret 2024, satelit ini mendeteksi total 3.747 kawah di wilayah Gaza dan terjadinya kerusakan hingga 2 kali lipat di Kota Gaza dibandingkan dengan Kota Deir al Balah, di pesisir pantai tengah Jalur Gaza.

Para peneliti menyatakan bahwa sebelum 10 November 2023, kerusakan terjadi sekitar 18,7 persen bangunan di Gaza.

Angka ini meningkat menjadi 32,6 persen per 29 November 2023, dan meningkat kembali menjadi 56 persen per 22 Januari 2024, hingga akhirnya stabil di angka 58,4 persen per bulan Maret

Menurut prediksi dari kedua satelit ini, dengan luas 365 km persegi (140 mil persegi), kerusakan di Jalur Gaza bahkan sudah melampaui kerusakan di kota Nagasaki, Jepang, yang menjadi sasaran bom atom AS tahun 1945.

BACA JUGA :  Indonesia Terancam Ekspansi E-Commerce China, Ini Taktiknya

Tentu saja dalam kondisi yang tidak memungkinkan survei lapangan untuk dilakukan, perkiraan Satelit China ini sangat membantu memberitahukan tingkat kerusakan di Gaza.

Bahkan, citra satelit Google saja tidak mampu menunjukkan tingkat kehancuran di Gaza.

Luojia-3 yang dikembangkan Universitas Wuhan merupakan satelit penginderaan jauh cerdas pertama di dunia yang dilengkapi dengan berbagai mode pencitraan termasuk video, frame-push, dan scan-push.

Melansir jurnal Research Gate, dengan kemampuan pencitraan optik multi-mode tingkat sub-meter dan pemrosesan cerdas di orbit, Luojia-3 mampu melakukan transmisi data intra-satelit dan satelit-ke-darat secara real-time.

Sementara itu, Dongfang Huiyan Gaofen-1 adalah pesawat ruang angkasa pertama yang menyediakan pengamatan NRT (Near-Real-Time) untuk pencegahan dan bantuan bencana, pemantauan perubahan iklim, pemetaan geografis, survei lingkungan dan sumber daya, dan dukungan pertanian presisi, mengutip Eoportal.

Gaofen-1 ini dikonfigurasi dengan PAN (Panchromatic), Multispectral Camera (PMC) dan Wide Field Imager (WFI) yang mampu mencapai kapasitas pencitraan pada resolusi spasial sedang dan tinggi, dengan lebar petak yang lebar.

BACA JUGA :  Armenia Resmi Mengakui Keberadaan Negara Palestina

Dengan adanya dua satelit tersebut, para peneliti mengklaim bahwa China telah mengalami perkembangan yang transformatif untuk satelit penginderaan jarak jauh.

“Selama dekade terakhir, satelit penginderaan jauh Tiongkok telah mengalami perkembangan transformatif, berkembang dari tahap eksperimental ke penggunaan operasional dan komersial,” kata Li Deren.

China sendiri memang memiliki beberapa jaringan pengamatan bumi terbesar di dunia dan data dari hasil pengamatan berbasis ruang angkasa.

Hal tersebut membuat China semakin berpengaruh untuk dunia, terlebih dengan teknologi satelit penginderaan jarak jauh yang cakupannya luas dan real-time, sehingga menghadirkan kemandirian geopolitik bagi China.

“Kemajuan lebih lanjut diharapkan dengan pencitraan yang lebih sering, area cakupan yang lebih luas, dan transmisi data yang lebih cepat,” ungkapnya

 

Editor : Id Amor

Berita Terkait

Pertemuan Rahasia 27 Pemimpin Eropa Terbongkar, Skenario Perang Dunia ke-3 Dibahas
Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela
Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer
Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START
Amerika Gempur Venezuela, Trump Klaim Presiden Nicolas Maduro Ditangkap
Kediaman Putin Terbakar Usai Diserang dengan 91 Drone, Rusia Ancam Balasan Keras
Gempa 7,6 Guncang Jepang Timur Laut, Tsunami hingga 3 Meter Ancam Pesisir
Konflik Sudan Makin Brutal, Ratusan Warga Tewas Dibantai Pasukan RSF

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:38 WITA

Pertemuan Rahasia 27 Pemimpin Eropa Terbongkar, Skenario Perang Dunia ke-3 Dibahas

Kamis, 15 Januari 2026 - 00:54 WITA

Trump Gulingkan Maduro Demi Minyak, Lalu Klaim Diri Presiden Venezuela

Rabu, 14 Januari 2026 - 00:00 WITA

Mencekam, Warga AS Diminta Tinggalkan Iran, Trump Keluarkan Ancaman Militer

Senin, 12 Januari 2026 - 00:05 WITA

Dunia di Ambang Kiamat Nuklir, AS dan Rusia Gagal Sepakati Perjanjian New START

Minggu, 4 Januari 2026 - 00:08 WITA

Amerika Gempur Venezuela, Trump Klaim Presiden Nicolas Maduro Ditangkap

Berita Terbaru