Konflik Sudan Makin Brutal, Ratusan Warga Tewas Dibantai Pasukan RSF

Minggu, 9 November 2025 - 12:15 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Konflik Sudan Makin Brutal, Ratusan Warga Tewas Dibantai Pasukan RSF

Tangkapan layar video – Warga sipil Sudan tewas dibantai pasukan RSF (foto sudanwarmonitor.com)

Zonafaktualnews.com – Kekerasan di Sudan kembali memuncak. Ratusan warga sipil dilaporkan tewas dalam aksi brutal pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di kota El Fasher, Darfur Utara.

Rekaman video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi oleh Al Jazeera memperlihatkan adegan penyiksaan hingga eksekusi terhadap warga sipil oleh anggota RSF.

Sejak lebih dari satu tahun terakhir, kota El Fasher menjadi simbol penderitaan. RSF diketahui mengepung kota itu selama 1,5 tahun, membangun penghalang sepanjang 56 kilometer, menutup jalur keluar, serta mencegah masuknya bantuan makanan dan medis.

Blokade itu menyebabkan ribuan warga terjebak tanpa pasokan bahan pokok.

Amerika Serikat turun tangan meminta Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Mesir untuk membantu menengahi konflik.

Washington bersama ketiga negara Arab tersebut mengusulkan gencatan senjata antara RSF dan militer Sudan (Sudan Armed Forces/SAF) untuk menghentikan pertumpahan darah dan membuka akses kemanusiaan.

BACA JUGA :  Donald Trump Murka, Sebut NATO “Macan Kertas” di Tengah Perang Iran

Meski RSF disebut telah menyetujui proposal itu, situasi di lapangan menunjukkan kekerasan masih berlanjut.

Di balik upaya diplomasi itu, muncul tudingan bahwa negara-negara Arab yang disebut ikut menengahi justru berperan dalam memperkeruh perang saudara di Sudan.

Sejumlah pengamat dan aktivis HAM menilai Saudi, UEA, dan Mesir, bahkan Rusia, berusaha memengaruhi jalannya konflik melalui bantuan finansial, suplai senjata, dan dukungan politik.

Sejak tumbangnya diktator Omar al-Bashir pada 2019, Sudan memang berada dalam pergolakan. Dua faksi militer yang semula sekutu kini berbalik saling bunuh.

RSF dipimpin oleh Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti), sedangkan SAF dikomandoi oleh Abdel Fattah al-Burhan.

Keduanya berebut legitimasi untuk menguasai pemerintahan setelah kudeta 2021.

BACA JUGA :  Meta Induk Facebook "Offside" Didenda Uni Eropa Rp 19,3 T

“Siapa pun yang menguasai Sudan akan memegang kendali strategis atas kawasan Tanduk Afrika dan Afrika Sub-Sahara,” ujar Charles Ray, mantan duta besar AS yang kini memimpin Program Afrika di Institute for Foreign Policy Research.

UEA disebut-sebut paling aktif menyokong RSF. Laporan para pengamat menunjukkan sejumlah senjata yang digunakan pasukan Hemedti dilacak berasal dari jaringan perusahaan yang bermarkas di UEA.

Meski dibantah pemerintahnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut UEA “memiliki tanggung jawab moral dan politik atas konflik yang kian brutal di Sudan.”

Sementara itu, Mesir terang-terangan berpihak pada kubu militer SAF pimpinan Al-Burhan. Negeri itu beberapa kali menggelar pertemuan resmi dan menyatakan dukungan penuh terhadap “kedaulatan dan peran vital Angkatan Bersenjata Sudan.”

Di sisi lain, Arab Saudi tampil di muka publik sebagai penengah netral, namun analis menilai Riyadh tetap memiliki kepentingan strategis agar Al-Burhan tetap berkuasa.

BACA JUGA :  Kebohongan AS Terkuak, Ahmadinejad yang Diklaim Tewas Ternyata Masih Hidup

Konflik berkepanjangan ini telah menjadikan Sudan sebagai salah satu zona kemanusiaan terburuk di dunia.

Organisasi kemanusiaan memperkirakan lebih dari 10 juta orang mengungsi, sementara ribuan lainnya tewas akibat kekerasan bersenjata dan kelaparan yang melanda wilayah Darfur.

Meski berbagai proposal gencatan telah disampaikan, perang saudara di Sudan masih menyala.

Dan selama peluru terus menyalak di El Fasher, dunia kembali dipaksa menonton, tanpa daya, bagaimana kemanusiaan hancur di tengah perebutan kekuasaan yang tak berujung.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ngotot Tantang UAS-UAH, Herri Pras Ditendang Petarung MMA Tanpa Melawan
Ditinggal Istri Jual Ikan, Ayah Tiri Penyabu di Mamuju Hamili Gadis 13 Tahun
Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Motor Emak Diembat Buat Biayai Pacar, Wanita Bucin di Bone Dicokok Polisi
Jambret Sial, Niat Rampas HP Malah Tumbang Ditendang Wanita Silat di Mamuju
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Binance Kena Hack Rp114 Triliun, Laptop Karyawan Jadi Celah Masuk Hacker