Zonafaktualnews.com – Kepanikan melanda wilayah timur laut Jepang pada Senin malam ketika gempa berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang laut di perairan Aomori sekitar pukul 23.15 waktu setempat.
Guncangan kuat itu langsung memicu peringatan tsunami yang menyasar kawasan pesisir Hokkaido, Aomori, hingga Iwate.
Japan Meteorological Agency (JMA) merilis peringatan bahwa gelombang tsunami berpotensi mencapai ketinggian hingga 3 meter di beberapa titik rawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Otoritas meminta warga yang tinggal di sepanjang garis pantai segera mencari tempat aman dan menaati instruksi evakuasi tanpa menunda.
Guncangan yang terasa kuat tercatat mencapai skala shindo upper-6 di Hachinohe, Aomori—kategori yang biasanya menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan dan infrastruktur.
Tak lama berselang, gelombang tsunami setinggi sekitar 50 sentimeter sudah terdeteksi di sejumlah pelabuhan, termasuk di Urakawa, Hokkaido.
Sebagai langkah cepat, pemerintah pusat membentuk pusat kendali darurat di Kantor Perdana Menteri.
Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara menegaskan bahwa seluruh kementerian telah diinstruksikan mengutamakan penyelamatan jiwa, memeriksa tingkat kerusakan, dan mengumpulkan data korban.
“Pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya untuk memastikan penanganan bencana berlangsung secepat mungkin,” ujar Kihara dalam konferensi pers yang dikutip media lokal, Senin (8/12/2025).
Dampak gempa juga terasa pada layanan publik. JR East menghentikan operasional kereta di jalur antara Fukushima dan Shin-Aomori, sementara pemadaman listrik dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Tōhoku dan Hokkaido.
Hingga kini, belum ditemukan adanya kelainan pada fasilitas nuklir di kawasan terdampak.
Meski begitu, pemerintah tetap mengimbau warga untuk menjauhi pesisir, mengikuti perkembangan informasi resmi, dan tidak kembali ke rumah sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok





















