Komisi III DPR RI Desak Kejaksaan Bongkar Aktor di Balik Kerusakan Banjir Aceh

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:19 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menyampaikan desakan pengusutan pelaku banjir dalam rapat kerja bersama Plt Jaksa Agung dan jajaran Kejaksaan se-Indonesia.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menyampaikan desakan pengusutan pelaku banjir dalam rapat kerja bersama Plt Jaksa Agung dan jajaran Kejaksaan se-Indonesia.

Zonafaktualnews.com – Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, menyuarakan desakan kuat dari masyarakat agar aparat penegak hukum mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan parah akibat bencana banjir di Aceh dan sejumlah wilayah Sumatra.

Nasir Djamil menegaskan, masyarakat meminta agar para pelaku dikejar hingga ke “lubang semut”.

Pernyataan itu disampaikan Nasir dalam forum rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung serta jajaran Jaksa Agung Muda dan para Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia.

Nasir mengaku sebenarnya telah lama ingin menyampaikan persoalan tersebut, namun baru mendapat kesempatan berbicara setelah agenda rapat berjalan.

BACA JUGA :  Pegawai Kominfo Diduga Bekingi Situs Judi Online

“Saya ini berasal dari daerah pemilihan Aceh II, delapan kabupaten/kota, enam di antaranya mengalami kerusakan yang sangat parah,” ujar Nasir. Ia menggambarkan, hampir seluruh infrastruktur di wilayah tersebut rusak berat, mulai dari jalan, jembatan, hingga rumah warga.

Menurut Nasir, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Karena itu, ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang turun langsung ke lapangan untuk melihat dampak bencana.

BACA JUGA :  Pilu Gubernur Aceh Ungkap Empat Kampung Hilang Disapu Banjir Bandang

“Kehadiran para Kajati di lapangan menunjukkan ada masalah serius di hulu,” kata Nasir. Ia menilai, bencana yang terjadi bukan semata banjir air dan lumpur, tetapi juga “banjir kayu” berupa gelondongan besar yang terbawa arus.

Nasir menuturkan, berdasarkan penuturan warga dan tokoh masyarakat, gelondongan kayu yang menghantam rumah dan infrastruktur menjadi salah satu penyebab utama besarnya kerusakan dan jatuhnya korban jiwa.

Fakta itu, kata dia, memperkuat dugaan adanya praktik yang harus diusut secara hukum.

“Di situlah kemudian para tokoh masyarakat meminta kepada kami sebagai wakil mereka di parlemen agar aparat penegak hukum mengejar pelakunya sampai ke lubang semut,” ujar Nasir.

BACA JUGA :  Razia Plat Aceh Dinilai Ilegal, Komisi III DPR RI Desak Polisi Tangkap Gubernur Bobby

Nasir menegaskan, masyarakat menaruh harapan besar kepada Kejaksaan agar tidak berhenti pada penanganan permukaan, melainkan mengusut secara menyeluruh hingga ke akar persoalan.

Bagi Nasir, penegakan hukum yang tegas menjadi kunci agar tragedi serupa tidak terus berulang dan keadilan bagi para korban benar-benar terwujud.

 

(RL/ID)
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh
BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring
Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik
Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara
Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang
DPRD Sulsel Klaim Stok BBM Aman, Fakta di Lapangan Warga Antre di Pertamini
Tak Ada Penindakan Tegas Antrean Truk di SPBU Parepare, Satgas BBM Ompong
Bau Busuk ‘Korupsi’ Revitalisasi 2 SD Takalar Menyengat, Kejari Diminta Sikat

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 04:29 WITA

Antrean BBM Tak Surut di Makassar, Warga Bertahan hingga Waktu Subuh

Sabtu, 12 September 2026 - 02:18 WITA

BBM Langka, Disdik Makassar Alihkan Pembelajaran TK, SD-SMP Jadi Daring

Sabtu, 12 September 2026 - 01:20 WITA

Berawal dari Senggol Nama Ortu, 2 Pengantre BBM di Bone Saling Sabet Badik

Jumat, 11 September 2026 - 22:09 WITA

Tolak Isi Pertalite Pakai Galon, Operator SPBU di Maros Dihajar Pengendara

Jumat, 11 September 2026 - 02:02 WITA

Penertiban PETI Luwu Diduga Kongkalikong, Alat Disita, Mafia Eksis Melenggang

Berita Terbaru