Sakit Hati Tak Diberi Uang, Anak Durhaka di NTB Bunuh dan Bakar Ibu Kandung

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku pembunuhan ibu kandung di NTB diamanakan polisi (Ist)

Pelaku pembunuhan ibu kandung di NTB diamanakan polisi (Ist)

Zonafaktualnews.com – Seorang anak durhaka di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tega membunuh dan membakar ibunya sendiri lantaran sakit hati tak diberi uang.

Pelaku diketahui bernama Bara Prima Rio (33). Saat ini, pelaku telah diamankan aparat kepolisian dan menjalani proses hukum atas perbuatannya tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, mengungkapkan bahwa aksi pelaku dipicu oleh rasa sakit hati setelah permintaannya kepada korban tidak dipenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena sakit hati, terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut,” ujar Kholid.

Selama ini, pelaku dan korban tinggal satu atap di Jalan Perkutut, Lingkungan Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram.

BACA JUGA :  Misteri Kematian Brigadir Esco Terungkap, Istri Jadi Tersangka

Dalam kondisi korban tengah terlelap, pelaku diduga mendekatinya secara diam-diam sebelum melakukan pembunuhan.

Tak berhenti di situ, jasad korban kemudian dibawa pelaku ke Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat untuk menghilangkan jejak.

Pelaku sempat membeli Pertalite eceran di simpang tiga Pelabuhan Lembar, lalu membakar jasad korban di Dusun Batu Leong setelah memastikan lokasi dalam keadaan sepi.

“Sekitar satu jam kemudian, pelaku meninggalkan lokasi karena mengira korban sudah terbakar hangus,” jelasnya.

Peristiwa tersebut terungkap setelah warga mencurigai adanya sisa pembakaran di lokasi pada Minggu (25/1/2026) dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

BACA JUGA :  Viral di TikTok, Perempuan Pamer Payudara Ditangkap

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menelusuri sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi kendaraan Toyota Innova yang diduga digunakan pelaku.

Pada Senin malam (26/1/2026), pelaku berhasil diamankan di rumahnya tanpa perlawanan.

“Di bagian belakang kendaraan ditemukan bercak darah yang menjadi petunjuk penting,” ungkap Kholid.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit mobil Toyota Innova, sepatu merek Vans warna abu-abu, jaket hitam, rekaman CCTV.

Kemudian hasil tes DNA bercak darah di bagasi kendaraan, bingkai foto untuk pencocokan DNA pada gigi, tiga unit ponsel, serta kotak permen putih yang diduga berisi narkotika jenis ganja.

BACA JUGA :  Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 459 juncto Pasal 458 KUHP.

Pasal 458 ayat (1) mengatur ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan dapat diperberat karena korban merupakan ibu kandung.

Sementara itu, Pasal 459 KUHP tentang pembunuhan berencana mengancam pelaku dengan pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring
Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo
Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba
Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang
Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara
Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo–KRL di Bekasi Timur Jadi 15 Orang
Kurniawan Nahkodai HMI KOMDAK Gowa, Tekankan Soliditas dan Amanah
Di Balik Candaan “Disiden”, Apa Sebenarnya Sinyal Politik Prabowo ke Rocky Gerung?

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 01:19 WITA

Kasus BUMDes di Takalar “Impoten”, Inspektorat dan Kejari Kehilangan Taring

Kamis, 30 April 2026 - 13:52 WITA

Begini Rincian 13 Proyek Hilirisasi Rp116 Triliun yang Diluncurkan Prabowo

Kamis, 30 April 2026 - 12:49 WITA

Dulu Gagah Berseragam, Kini Didik–Malaungi Berbaju Oranye Terjerat TPPU Narkoba

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WITA

Perjalanan KRL dari Bekasi Timur Jadi yang Terakhir, Nur Ainia Kompas TV Berpulang

Rabu, 29 April 2026 - 08:23 WITA

Permintaan Izin Terbang Bebas AS di RI Dinilai Ancam Kedaulatan Negara

Berita Terbaru