Misteri Kematian Brigadir Esco Terungkap, Istri Jadi Tersangka

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kolase : Brigadir Esco Faska Rely dan Briptu Rizka Sintiyani

Foto Kolase : Brigadir Esco Faska Rely dan Briptu Rizka Sintiyani

Zonafaktualnews.com – Misteri kematian Brigadir Esco Faska Rely akhirnya mulai terjawab. Polisi resmi menetapkan R, istri almarhum, sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhammad Kholid.

Kholid menyebut penetapan R dilakukan setelah gelar perkara di Mapolda NTB pada Jumat (19/9/2025).

“Ya, hasil gelar perkara penyidik menetapkan istrinya sebagai tersangka,” ujar Kholid.

Meski begitu, pihak keluarga korban menilai kasus ini belum sepenuhnya terang.

Lalu Anton Hariawan, kuasa hukum keluarga Brigadir Esco, mengapresiasi langkah penyidik, tetapi meminta agar polisi tidak berhenti pada satu tersangka.

“Ini kan nggak mungkin kalau hanya dieksekusi sendirian,” tegas Anton.

BACA JUGA :  Bertengkar Soal Ekonomi, Suami Habis Nyawa Istri

Anton mendesak agar penyidikan diperluas, sebab diyakini ada pihak lain yang turut serta.

“Kami yakin ada peran serta orang lain yang turut serta membantu, termasuk menghilangkan barang bukti,” tambahnya.

Sebelumnya, hasil autopsi di RS Bhayangkara Kota Mataram menunjukkan adanya luka akibat benda tumpul di tubuh korban.

Brigadir Esco ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh seorang warga berinisial AS di Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Minggu (24/8/2025).

BACA JUGA :  Pertikaian Rumah Tangga Berakhir Tragis, Suami Bunuh Istri di Kos Makassar

Saat ditemukan, jasad anggota Polres Lobar itu sudah membusuk. Tubuhnya terikat tali yang menjulur pada pohon, tanpa alas kaki, wajah hancur, dan badannya membengkak.

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Ayah Tiri di Sumba Timur Siksa Balita 2 Tahun, Mata Diolesi Balsem dan Dibakar
Cekcok Tarif Jasa BO, Pria di Pinrang Cekik Teman Kencan hingga Tewas di Kos
LBH Anak Rakyat: Ketika Hukum Harus Hadir untuk Rakyat
37 Akun Medsos Dibidik Polda Metro, 9 Penggiat Jadi Tersangka Kasus Hoaks
Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol
Potret Makassar “Rantasa”, Sampah Dipilah Menumpuk 5 Hari di Borong
Terobos Lampu Merah, Perwira Polisi di Bone Tabrak Pemotor hingga Balita Tewas
Tuntutan Keturunan Kerajaan Gowa Dipenuhi, DPRD Dukung Cabut Perda LAD

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:12 WITA

Ayah Tiri di Sumba Timur Siksa Balita 2 Tahun, Mata Diolesi Balsem dan Dibakar

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:51 WITA

Cekcok Tarif Jasa BO, Pria di Pinrang Cekik Teman Kencan hingga Tewas di Kos

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:20 WITA

LBH Anak Rakyat: Ketika Hukum Harus Hadir untuk Rakyat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:57 WITA

37 Akun Medsos Dibidik Polda Metro, 9 Penggiat Jadi Tersangka Kasus Hoaks

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:05 WITA

Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol

Berita Terbaru

Ilustrasi layanan LBH Anak Rakyat yang membuka ruang konsultasi dan pendampingan hukum bagi masyarakat, dengan menekankan prinsip keadilan dan akses hukum yang setara bagi rakyat.

Kolom

LBH Anak Rakyat: Ketika Hukum Harus Hadir untuk Rakyat

Sabtu, 8 Agu 2026 - 19:20 WITA

Visual dibuat dengan AI

Geleng Kepala

Joni Bikin Pak Guru Pening, Jawab Merantau Dikasih Nol

Sabtu, 8 Agu 2026 - 01:05 WITA