Rocky Gerung Soal Aksi Pemakzulan Jokowi : Mahasiswa Tak Terima Politik Dinasti

Selasa, 16 Januari 2024 - 05:34 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Rocky Gerung Soal Aksi Pemakzulan Jokowi : Mahasiswa Tak Terima Politik Dinasti

Rocky Gerung Soal Aksi Pemakzulan Jokowi : Mahasiswa Tak Terima Politik Dinasti

Zonafaktualnews.com – Rocky Gerung menyoroti adanya aksi pemakzulan kepada Presiden Jokowi.

Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan bahwa belakangan ini terdapat ribuan aksi dari mahasiswa di sebanyak 899 kampus.

Rocky Gerung menegaskan bahwa seluruh mahasiswa tersebut sangat menolak adanya politik dinasti.

Dia juga menilai bahwa adanya aksi tersebut sebagai momentum untuk memakzulkan Presiden Jokowi.

BACA JUGA :  Dirty Vote: Jokowi Salurkan Bansos, Kerahkan Polisi dan Tekan Kades

“Mahasiswa sudah memberikan sinyal moral bahwa mereka tidak akan menerima politik dinasti,” kata Rocky Gerung yang dikutip Minggu (14/1/2024) dari kanal Youtube Rocky Gerung Official.

Rocky Gerung mengungkapkan bahwa adanya aksi mahasiswa itu sebagai bentuk perlawanan.

Mereka semua melawan adanya upaya yang dilakukan oleh Kepala Negara menjadikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres yang melaju pada Pilpres 2024.

BACA JUGA :  PDIP Minta Maaf ke Rakyat Indonesia Terkait Kader Tak Beretika

Menurut mantan dosen UI tersebut, sudah jelas bahwa Presiden Jokowi telah melanggar ketentuan dalam konstitusi dan terkesan memanfaatkan kekuasaan yang dia miliki.

“Jokowi harus dimakzulkan karena telah melanggar konstitusi,” ungkapnya

Rocky gerung juga menilai bahwa dengan adanya aksi mahasiswa itu mampu memicu gerakan lain dalam rangka menolak politik dinasti.

Baginya, berawal dari aksi mahasiswa tersebut, nanti juga akan menyusul beberapa gerakan lain dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk dari kalangan kelas menengah.

BACA JUGA :  Data NPWP Jokowi dan Sri Mulyani Bocor, Polisi Bereaksi

“Ini akan menjadi gerakan terbesar di era pasca-reformasi,” kata Rocky Gerung

 

 

Editor : Ian

Berita Terkait

Kanit dan Penyidik “Dibuang” ke Polsek Usai Tangkap Politisi Gerindra Nyabu
Sentil Bahaya IPO Paksaan, Mintarsih Dukung Polri Sikat Penggoreng Saham
Pembalut Wanita “Dipalak” PPN 11 Persen, Pemerintah Diminta Kaji Ulang
Ekspor Gas Dibatasi, Politikus Singapura Ancam Potong Kabel Internet Indonesia
Jimly Usul Ijazah Capres Dihapus, Netizen Sindir Terapkan di Semua Lembaga
KPK Siap Terbitkan Surat Jemput Paksa Nusron Wahid yang Masih Ngumpet
KPK Tolak “Bisikan” Luhut ke Prabowo Soal Penghapusan Kerugian Negara
Letkol Arman Ditahan Buntut Rumah Dinas TNI di Cijantung Jadi Markas Judol