Proyek Mini Soccer Disdik Sulsel Gagal Rampung, Anggaran Rp1,88 Miliar Jadi Sorotan

Sabtu, 11 Januari 2025 - 16:29 WITA

Bagikan artikel ini melalui

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Copy Link

Proyek Mini Soccer Disdik Sulsel Gagal Rampung, Anggaran Rp1,88 Miliar Jadi Sorotan

Papan Proyek Mini Soccer Disdik Sulsel Salah Cetak

Zonafaktualnews.com – Proyek pembangunan lapangan mini soccer yang diinisiasi oleh Disdik Sulsel menuai sorotan.

Pasalnya, anggaran fantastis senilai Rp1,88 miliar tersebut gagal rampung hingga akhir tahun 2024.

Pembangunan lapangan mini soccer seluas 485 meter persegi ini dimulai pada 15 November 2024, bersumber dari APBD 2024.

Namun, hingga awal 2025, progres pengerjaan baru mencapai 60-70 persen. Fakta ini memunculkan pertanyaan terkait transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek tersebut.

BACA JUGA :  Disdik Cuci Tangan, Kepsek-Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Gagal Jelaskan Skor

Anggaran Tidak Wajar

Berdasarkan estimasi harga pasaran, biaya pembangunan lapangan mini soccer dengan rumput sintetis seharusnya hanya berkisar Rp194 juta hingga Rp291 juta. Namun, anggaran proyek ini mencapai Rp1,88 miliar—jauh di atas biaya pasaran untuk lapangan serupa.

Sebagai perbandingan, pembangunan lapangan mini soccer standar internasional dengan luas 1.500 meter persegi biasanya hanya membutuhkan biaya Rp600 juta hingga Rp900 juta.

Kesenjangan ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik mark-up dalam pengelolaan anggaran.

BACA JUGA :  Panitia SPMB SMAN 1 Parepare Akui Celah Aplikasi, Disdik-Sekolah Saling Lempar Bola
Proyek Mini Soccer Disdik Sulsel
Proyek Mini Soccer Disdik Sulsel

Penjelasan Pihak Disdik

Kepala Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Sulsel, Andi Dr. Andi Fachruddin, mengungkapkan bahwa keterlambatan proyek tersebut disebabkan oleh faktor cuaca.

“Iya, proyek tidak selesai, dan tidak dilakukan pemutusan kontrak karena hujan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Sabtu (11/1/2025).

Terkait dugaan mark-up anggaran, Fachruddin menegaskan bahwa semua prosedur sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Semuanya sesuai prosedur,” ujarnya singkat tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Rp 4,58 Miliar, Disdik Sulsel Didemo Mahasiswa

Kendati demikian, sejumlah pihak meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut proyek ini.

Publik juga mempertanyakan bagaimana anggaran sebesar Rp1,88 miliar bisa digunakan secara tidak efisien.

 

(Id Amor)
Follow Berita Zona Faktual News di Google News

Berita Terkait

Diduga Istimewakan Penipu, Polresta Gowa Diminta Cabut Penangguhan AHA
Bisnis Tambang Ilegal di Bontonompo Gowa Berjalan Mulus, Siapa yang Beri Restu?
Proyek Jalan Rp46 M di Lutra Diduga Pakai Material Ilegal, PPK-DPRD Masa Bodoh
Kontraktor Siluman di Swakelola Sekolah Parepare Terendus, KPK Diminta Usut
VinFast Diduga Penipu Ulung, Jual Unit Tanpa Baterai, Gowa-Maros Dikadalin
Jual Janji Palsu, Oknum Kades Rangkap Bos PT Mustika DBL Diduga Tipu Warga
2 Pelangsir Disikat, Operator-SPBU ‘Dilindungi’, Polres Parepare Tebang Pilih?
Tower 2 RS HAH Dibangun Rp6 Miliar, Benarkah Masih Pakai AMDAL Lama?