Proyek Jalan Salomatti-Wanuwaru Diduga Langgar K3 dan Manfaatkan BBM Subsidi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan proyek peningkatan Jalan Salomatti-Wanuwaru, Kecamatan Mallawa, Maros. Dikerjakan PT Putra Utama Konstruksi, konsultan supervisi PT Bintang Inti Rekatama KSO PT Indo Pratama Sari, kontrak Rp14,9 miliar, durasi 27 hari, sumber dana APBN.

Papan proyek peningkatan Jalan Salomatti-Wanuwaru, Kecamatan Mallawa, Maros. Dikerjakan PT Putra Utama Konstruksi, konsultan supervisi PT Bintang Inti Rekatama KSO PT Indo Pratama Sari, kontrak Rp14,9 miliar, durasi 27 hari, sumber dana APBN.

Zonafaktualnews.com – Proyek peningkatan Jalan Salomatti-Wanuwaru di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, yang dikerjakan oleh PT Putra Utama Konstruksi diduga melanggar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemanfaatan BBM bersubsidi yang tidak sesuai aturan.

Proyek konstruksi bernilai hampir Rp15 miliar ini dibiayai APBN melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, dengan nomor kontrak HK.02.01/Bbpjn6/PJN-WIL.III/PPK3.1/IJD-SW/APBN/XII/2025, dimulai Desember 2025, dan dijadwalkan selesai dalam 27 hari kalender. Konsultan supervisi proyek adalah PT Bintang Inti Rekatama KSO PT Indo Pratama Sari.

Penggiat antikorupsi Andi Ranggah menyoroti penerapan K3 yang diduga lemah di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam proyek dengan nilai hampir Rp15 miliar, penerapan K3 bukan sekadar formalitas. Jika diabaikan, ini berpotensi mengarah pada pelanggaran hukum dan membahayakan keselamatan pekerja,” ujar Ranggah dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

BACA JUGA :  Video Detik-Detik Hilangnya 2 Pelajar SMAN 1 Maros di Kolam Air Terjun

Ranggah menegaskan bahwa pengabaian standar K3 tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan kerja, tetapi juga membuka peluang sanksi hukum serius bagi perusahaan pelaksana.

Ranggah juga merujuk UU Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Pasal 3 ayat (1) yang mewajibkan perusahaan menjamin keselamatan tenaga kerja serta mencegah kecelakaan di tempat kerja, dan Pasal 9 ayat (1) mengenai kewajiban perusahaan menjelaskan potensi bahaya kerja serta penggunaan alat pelindung diri (APD).

“Perusahaan juga diwajibkan menyediakan alat pelindung diri secara cuma-cuma sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1970. Jika kewajiban ini tidak dijalankan, maka konsekuensi hukumnya jelas,” tambah Ranggah.

BACA JUGA :  Pembangunan Posyandu di Lekopancing 'Ilegal', Sarat dengan Korupsi?

Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1970 juga membuka ruang sanksi pidana berupa kurungan atau denda bagi pihak yang melanggar K3.

Apabila pelanggaran mengakibatkan kecelakaan berat atau korban jiwa, perusahaan bisa menghadapi gugatan perdata berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata.

“Gugatan perdata bisa bernilai miliaran rupiah dan berdampak langsung pada reputasi serta keberlangsungan bisnis perusahaan. Karena itu, pengawasan K3 tidak boleh dianggap remeh,” tegas Ranggah.

Selain persoalan K3, Ranggah juga menyoroti dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dalam proyek tersebut.

Ranggah menduga BBM bersubsidi yang digunakan tidak sesuai ketentuan dan melanggar UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 55, serta Perpres Nomor 191 Tahun 2014 yang diubah dengan Perpres Nomor 117 Tahun 2021.

BACA JUGA :  Gugatan Praperadilan Guru Cabul Ponpes Maros Ditolak

“Kami telah mendapatkan bukti atas dugaan bahwa bahan bakar yang digunakan bukan solar non-subsidi, melainkan BBM bersubsidi. Jika ini benar, maka ada indikasi penyalahgunaan subsidi negara,” tegas Ranggah.

Ranggah mendesak instansi teknis terkait, pengawas proyek, BPH Migas, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penerapan K3 maupun dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi pada proyek ini.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Putra Utama Konstruksi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut.

 

Editor : Id Amor
Follow Berita Zona Faktual News di TikTok

Berita Terkait

Mutu Tak Sesuai Spesifikasi, Dugaan Borok Proyek Irigasi di Takalar Terendus
P3TGAI Takalar Diduga Tak Bersih, Pola Setoran Mirip Kasus Luwu Utara?
Pegiat Media Sosial Pertanyakan Penghapusan Video Anggota DPRD Gowa yang Viral
AMARAH Ultimatum Polda Sulsel Usut 4 PT “Pemain” Mafia Solar Subsidi
Media di Gowa Disomasi dan Di-RDP-kan Usai Berita Anggota DPRD Joget di “THM”
DPRD Luwu Utara Berbagi Kebaikan dengan Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Video Live 7 Menit Viral di TikTok, Oknum Kades Balangan Akui Pemeran Pria
Heboh Video Netanyahu Usai Rumor Tewas, Jari Ada 6 Picu Dugaan Deepfake

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:36 WITA

Mutu Tak Sesuai Spesifikasi, Dugaan Borok Proyek Irigasi di Takalar Terendus

Selasa, 17 Maret 2026 - 01:46 WITA

P3TGAI Takalar Diduga Tak Bersih, Pola Setoran Mirip Kasus Luwu Utara?

Senin, 16 Maret 2026 - 22:03 WITA

Pegiat Media Sosial Pertanyakan Penghapusan Video Anggota DPRD Gowa yang Viral

Senin, 16 Maret 2026 - 21:21 WITA

AMARAH Ultimatum Polda Sulsel Usut 4 PT “Pemain” Mafia Solar Subsidi

Senin, 16 Maret 2026 - 15:46 WITA

Media di Gowa Disomasi dan Di-RDP-kan Usai Berita Anggota DPRD Joget di “THM”

Berita Terbaru